Career

Mau Jadi Influencer? Ini Dia 9 Tips Jitunya!

  by: Alexander Kusumapradja       27/9/2018
  • Ladies, ayo mengaku, siapa yang tidak mau menjadi seorang influencer? Well, kalau kamu membuka artikel ini setidaknya kamu pasti punya rasa penasaran akan hal itu kan? Seakan telah menjadi profesi dan sumber pendapatan yang bonafide, maka tak heran semakin banyak orang yang tergiur untuk menjadi seorang influencer di media sosial. Walau tentu hal itu tak semudah membalik telapak tangan. But hear this out, kamu sebetulnya tidak perlu sepopuler Kylie Jenner untuk bisa menjadi influencer, tapi yang jelas kamu butuh lebih dari sekadar posting foto OOTD, makanan yang kamu makan, atau foto-foto traveling untuk meraih status tersebut. Ada beberapa tips yang bisa kamu coba lakukan untuk membentuk brand dirimu sendiri dan menjadi populer di media sosial. Penasaran? Yuk kita lihat satu per satu caranya!


    1. Tentukan brand kamu sendiri

    Coba tanyakan ke diri kamu sendiri dulu: “Apa hal atau kegiatan yang saya suka dan bisa diceritakan secara menarik ke orang lain?” Contohnya adalah Julie Dastine (66,5K followers, @JayHairBigga) seorang hairstylist yang sering mengunggah hasil kerjanya di Instagram. “Hampir semua klien saya mengenal saya lewat media sosial,” ujarnya. Fokus yang dipilih Julie adalah rambut Afro yang natural sekaligus menjadi identitas dirinya. “Mayoritas influencer sukses biasanya punya kategori yang spesifik,” ungkap Amber Venz Box (90,6K followers, @VenzEdits), salah satu pendiri dari RewardStyle yang merupakan platform networking influencer





    2. Manfaatkan akun yang sudah ada

    Kamu pun sebetulnya tidak perlu membuat akun baru dan mulai dari nol. Bersihkan saja akun Instagram, YouTube, Pinterest, Facebook, atau Twitter milikmu dengan cara menghapus post lama yang tidak sesuai dengan konsep baru yang ingin kamu buat. Pilih nama akun yang sesuai dengan brand baru yang ingin kamu buat, contohnya Cynthia Moreno (60,4K followers, @HotPinkPineapples) yang memilih nama yang sesuai dengan vibes penuh warna di akunnya. Jangan lupa tambahkan bio dengan tulisan yang jelas tapi tetap catchy tentang brand barumu. Contohnya Monique Doughty (115K followers, @IamNurseMo) yang menuliskan “Critical Care Travel Nurse Influencer & Motivational Speaker” di bio Instagramnya.



    3. Gunakan business profile

    Buka setting di Instagram dan ubah akunmu menjadi “Business Profile” secara gratis. Kenapa? Selain terlihat lebih legit, dengan memakai akun business, kamu jadi bisa melihat data engagement yang kamu miliki, mulai dari persentasi jenis kelamin followers hingga jam yang disarankan untuk kamu posting foto baru. Selanjutnya, bikin blog atau website dengan nama akunmu. Hal ini lebih sebagai backup saja, karena kita tidak pernah tahu akan berapa lama sebuah media sosial bertahan, jadi daripada nanti media sosial yang kamu pakai tutup atau sudah kehilangan popularitas, kamu masih punya blog atau website pribadi yang mengusung nama dan brand milikmu seperti yang dilakukan oleh Elxi Elvina (101K followers, @elxielvina).



    4. Bijak dalam mem-posting

    Hanya posting hal-hal yang merepresentasikan brand-mu. Entah itu artinya dengan konsisten di sebuah tema warna (warna pastel atau hitam-putih, misalnya) atau objek foto yang spesifik. Jangan lupa tulis caption yang penuh dengan kepribadianmu. “Saat menulis caption, saya membayangkan diri saya ngobrol santai dengan teman yang membutuhkan motivasi,” ujar Remi Ishizuka (194K followers, @Rrayyme), seorang wellness influencer.  



    5. Bikin jadwal posting

    Sebaiknya tentukan waktu yang konsisten untuk mengunggah sebuah post. Entah itu di Instagram, Twitter, Facebook, atau Pinterest, posting setidaknya satu kali dan (disarankan) maksimal tiga kali dalam sehari. Waktunya biasanya adalah jam prime time di mana orang mengecek media sosial mereka atau kamu juga bisa melihat laporan statistik dari akun bisnismu. Untuk YouTube, upload setidaknya satu video setiap minggu di waktu yang sama seperti yang dilakukan oleh Cindercella (514K followers, @cindercella).





    6. Manfaatkan hashtags

    Tuliskan kurang lebih 10 hashtags yang relevan dengan foto atau video yang kamu unggah untuk memudahkan orang menemukannya. Tulis semua hashtags itu di komen pertama. Selain memakai hashtags yang sudah populer, kamu juga bisa bikin sendiri hashtags pribadi yang bisa diikuti orang lain. Contohnya adalah Molly Yeh (312K followers, @mollyyeh), seorang baker yang pindah ke daerah pedesaan yang sering menambahkan tagar #GirlMeetsFarm di fotonya.



    7. Engage dengan followers dan influencers lain

    Jangan malas membalas komen dari followers kamu seperti yang dilakukan Ana Octarina (258K followers, @anaoctarina) dan jangan lupa menjalin koneksi dengan para influencer lain di bidang yang kamu tekuni. Kalau kamu merasa menghubungi via DM terlalu ambisius, coba pelan-pelan dengan follow dan meninggalkan komentar di postingan mereka. Begitu pun saat bertemu di acara, perkenalkan diri dengan sopan, dan tag akun mereka sehingga followers mereka juga bisa menemukan akunmu. 



    8. Maksimalkan fungsi link

    Selain digunakan untuk link menuju blog, website, atau akun media sosialmu yang lain, fungsi link di Instagram bisa kamu manfaatkan untuk banyak hal lainnya, mulai dari berjualan atau mempromosikan sebuah kampanye, seperti Ayla Dimitri (251K followers, @ayladimitri) yang sedang mengumpulkan donasi untuk akses air bersih bagi anak-anak di daerah Sikka. Selain itu, belakangan juga muncul beberapa paid promo di mana kalau followers kamu mengakses sebuah website atau produk lewat link yang kamu berikan, kamu akan mendapat insentif. Lumayan kan?



    9. Bekerjasama dengan brand

    Setelah mengumpulkan setidaknya 5 ribu followers, kamu bisa mencoba cari beberapa brand yang mau meng-endorse sebuah post. Bikin daftar brand yang kamu suka atau yang produknya memang kamu sudah pakai sendiri lalu telusuri situs mereka untuk mencari tahu siapa orang-orang marketingnya. “Biasanya yang berhubungan dengan product endorsement sebuah brand adalah orang-orang marketing,” ujar Kela Walker (73,6K followers, @KelaWalker), seorang produser dan style influencer. Coba saja hubungi mereka dengan sopan untuk memperkenalkan dirimu, bilang kalau kamu memang memakai produk mereka dan suka hasilnya. Dan ungkapkan kalau kamu ingin membuat konten yang menampilkan mereka sebagai sponsor. Lengkapi emailmu dengan beberapa statistik, seperti jumlah followers dan engagement yang kamu punya. Pelan-pelan, dengan semakin banyaknya portfolio yang kamu punya, brand-brand lain pun akan datang dengan sendirinya.



    (Image: Elijah O'Donell via Unsplash.com)