Lifestyle

Pameran Seni Art Jakarta 2019: Kian Raksasa, Kian Menawan

  by: Alvin Yoga       4/9/2019
  • Art Jakarta 2019 baru saja selesai digelar untuk yang ke-11 kalinya di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan. Berlangsung dai 30 Agustus hingga 1 September 2019 kemarin, pameran seni berskala internasional yang digawangi oleh MRA Media tersebut tampil kian raksasa dan menawan. Diikuti oleh sederet seniman ternama Indonesia dan internasional serta berbagai galeri seni dari berbagai belahan dunia, acara tersebut berhasil mengundang decak kagum dari khalayak. Tak hanya gelaran seni berupa pameran semata, acara ini juga menghadirkan deretan program menarik seperti acara lelang untuk charity, seminar dengan sejumlah seniman, serta kelas seni edukatif yang dipimpin langsung oleh seniman-seniman ternama Indonesia serta internasional.

    Di tahun ke-11 penyelenggaraannya, ajang seni rupa 'Art Jakarta' hadir dengan mengusung nuansa yang berbeda. Pertama, tempat pameran kini berpindah dari Pacific Place ke ruang yang lebih besar yaitu Jakarta Convention Centre. Tak hanya itu, gelaran seni serta program-program seni yang ditawarkan pun jauh lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ingin tahu apa saja yang terjadi selama Art Jakarta 2019 kemarin? Simak!




    Hari Pembukaan



    Pembukaan Art Jakarta 2019 berlangsung di Hall A Jakarta Convention Center, Jakarta, dihadiri oleh Maulana Indraguna Sutowo selaku CEO MRA Group, Tom Tandio sebagai Fair Director, serta perwakilan Bank UOB Indonesia, Bekraf, dan OPPO Indonesia sebagai pendukung acara. Tahun ini, pelaku seni rupa Tom Tandio dipercaya sebagai Fair Director, bekerja sama dengan kurator Enin Supriyanto sebagai Direktur Artistik Art Jakarta 2019. Kolaborasi kedua tokoh penting di kancah seni rupa tersebut sukses membawa kesegaran dan nilai tambah bagi Art Jakarta, terbukti dengan adanya penampilan 70 galeri dari 14 negara. “Art Jakarta memulai dekade keduanya dengan dinamika yang baru serta perspektif yang lebih segar. Mulai dari tahun ke-11 ini, kami ingin membuat karya-karya seni dan Art Jakarta secara keseluruhan bisa dinikmati oleh setiap orang. Ide tersebut menjadi dasar komitmen kami untuk terus memanjangkan tangan demi berkolaborasi dengan seniman-seniman internasional. Di perayaan ke-11 ini pula, kami bekerja dengan berbagai pelaku seni dari bermacam bidang, mulai dari Indonesia hingga belahan negara lainnya, untuk membangun sebuah ekosistem seni yang besar bersama-sama. Kami percaya, dengan cara tersebut kami bisa bekerja sama memperkuat panggung seni rupa di Indonesia dan di Asia Tenggara," ujar Tom Tandio, Fair Director dari Art Jakarta.

    Di luar pameran seni, enam program dengan fokus yang berbeda menjadi pilar yang menopang penyelenggaraan Art Jakarta 2019 ini. Di antaranya termasuk Art Jakarta Galleries, Art Jakarta Spot, Art Jakarta X, Art Jakarta Play, Art Jakarta Scene, serta Art Unlimited yang merupakan kerjasama Art Jakarta dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).


    Art Jakarta Gallery



    Dalam gelaran tahun ini, 21 dari 70 galeri yang berpartisipasi - atau sekitar 30 persen dari total galeri - melakukan debutnya dalam Art Jakarta. Galeri-galeri terbaru tersebut adalah Amy Li Gallery, ANOMALY, Atelier Aki, Baik+Khneysser, GALERIE OVO, Galerie Taménaga, GALLERY YEH, Hatch Art Project, Jan Manton Art, Kendy's, Nova Contemporary, Project Fulfill Art Space, Qi Mu Space, SAL Project, Segaris Art Center, ShugoArts, Sullivan+Strumpf, Tang Contemporary Art, TKG+, dan Vin Gallery. Tak hanya itu, ekshibitor baru Phillips Auctioneers juga turut berpartisipasi.



    Para partisipan galeri di Art Jakarta 2019 berasal dari 14 negara, yaitu Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Taiwan, Rusia, Australia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Tiongkok. Dari Indonesia sendiri, 30 galeri hadir mewakili karya tanah air.

    Beberapa seniman juga terlihat hadir dalam gelaran Art Jakarta 2019, di antaranya adalah seniman Indonesia Albert Yonathan, Bagus Pandega, Erizal, Eldwin Pradipta, Franziska Fennert, Irfan Hendrian, Indiguerillas, Kemal Ezedine, Maharani Mancanegara, Mella Jaarsma, Natisa Jones, Syagini Ratna Wulan, dan Zico Albaiquni. Selain itu, hadir juga seniman asal Hong Kong Cheuk Wing Nam, seniman Filipina Ronald Ventura, seniman Jepang Kei Imazu, seniman Singapura Dawn Ng serta art collective teamLab.


    Art Jakarta Scene


    Art Jakarta Space adalah sebuah ruang yang didesain sedemikian rupa untuk mempresentasikan karya dari 20 seniman terpilih dan beberapa seniman yang berinisiatif untuk menawarkan sesuatu yang berbeda - tak hanya karya seni atau objek seni yang menarik - namun juga informasi bernilai mengenai aktivitas mereka yang berperan penting dalam dinamika kemajuan karya seni Indonesia. Termasuk di antaranya adalah Art Dept ID, Atreyu Moniaga Project, C on Temporary supported by Gormeteria, DA’POZA, DGTMB Project, ER design, Facade Arts & Lifestyle Management, Glitch, Milisifilem Collective, Museum of Toys, Omnispace, ONX Idea Studio, RuangDalam Art House, Sekarputi & Agugn, SRW X ADS, Studio Dinding Luar, Yayasan Biennale Yogyakarta, dan YH Conservation. Psst, karya dari masing-masing seniman tersebut bisa kamu beli dengan harga yang sangat terjangkau!




    Art Jakarta Spot & Art Jakarta X



    Art Jakarta Spot merupakan sebuah acara di mana beberapa seniman terpilih yang berpartisipasi dalam galeri Art Jakarta dapat mendedikasikan hasilnya secara publik. Seleksi untuk para seniman sendiri dilakukan oleh anggota Board of Young Collectors Art Jakarta untuk pengalaman yang lebih berkesan bagi para pengunjung. Karya seni yang ditampilkan termasuk Solar Worship oleh Albert Yonathan (dari Mizuma Gallery), Silence - Meditation in Blue oleh Cheuk Wing Nam (dari Galerie OVO), Happy To Be Alienated oleh Eko Nugroho (dari Arario Gallery), Bobro’s World Tour, Jakarta oleh Ronald Ventura (dari Yavuz Gallery), Balitsa Ehoor oleh Syaiful ‘Tepu’ Garibaldi (dari ROH Projects), North, K2 oleh You Ji In (dari The Columns Gallery) dan Dark Waves oleh teamLab (dari Gajah Gallery).





    Di sisi lain, ada Art Jakarta Collaborations, atau singkatnya, Art Jakarta X, yaitu deretan presentasi spesial yang dilakukan oleh Art Jakarta yang bekerja sama dengan partner, kolektor, serta beberapa instansi dari berbagai platform. Tiga karya seni ditampilkan dalam Art Jakarta X, termasuk di antaranya adalah Production Line – Made in China & Made in Taiwan oleh Huang Po-Chih, Wave of Tomorrow oleh Isha Hening, serta Julius Bär yang menampilkan karya I Nyoman Masriadi dalam VIP lounge.



    Listen, Play, Give

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada juga deretan program yang bisa diikuti oleh publik selama tiga hari gelaran Art Jakarta 2019. Beberapa di antaranya adalah forum perbincangan atau diskusi bersama dengan para kurator, seniman, akademisi, dan profesional lainnya mengenai pengetahuan dan pengalaman akan seni kontemporer. Program diskusi tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Art Leader Summit Asia 2019, Whiteboard Journal, and BEKRAF. Sementara itu, Art Jakarta Play juga menawarkan berbagai program edukatif yang disiapkan secara kreatif untuk para pengunjung-pengunjung muda yang ingin belajar lebih jauh dan bermain-main dengan karya seni pilihan mereka. Didukung penuh oleh UOB Indonesia, Art Jakarta Play menjadi tempat yang menyenangkan untuk para generasi muda untuk belajar lebih banyak mengenai seni. Workshop yang digelar di Art Jakarta Play di antaranya adalah Eko Nugroho Art Class, Creative Photography Manipulation dengan Agan Harahap oleh Oronamin C, dan HEI Schools.  

    Dalam semangat berkolaborasi dan berbagi dengan sesama, Art Jakarta juga mengadakan charity bertajuk "Renoscape" yang disiapkan bersama dengan OPPO. Di gelaran tersebut, berbagai karya seni unik yang disiapkan oleh 13 seniman ternama Indonesia dilelang, dan hasilnya didonasikan untuk Mitra Museum Jakarta serta the Happy Hearts Indonesia.

    Terima kasih Art Jakarta, tak sabar menunggu gelaran berikutnya tahun depan!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Art Jakarta 2019)