Lifestyle

ILOC 2019, Konferensi Data yang Bisa Dipahami Semua Kalangan

  by: Givania Diwiya Citta       5/9/2019
  • Konferensi data yang diberi tajuk Indonesia Lokadata Conference (ILOC) 2019 akhirnya resmi digelar pada 28 Agustus 2019 lalu, bertempat di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Acara ini dicanangkan oleh Lokadata dan Beritagar.id serta turut bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kantor Staf Presiden, dan menjadi salah satu ajang yang diantisipasi oleh para pengambil kebijakan lintas industri


    Mengutip ungkapan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2019, seperti yang dipaparkan dalam salah satu sesi pada ILOC 2019 ini:



    “Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Kini data lebih berharga dari minyak. Oleh karena itu, kedaulatan data harus diwujudkan. Hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi.”


    Jika dulu data bersumber dari survei atau juga sensus, maka sekarang sumber data pun berasal dari data digital komersial, data transaksional, perangkat pelacakan GPS, data perilaku, sampai data opini. Itulah mengapa proses dalam memahami data menjadi esensial, bahkan tak sebatas hanya untuk dimengerti para teknisi data. Baik itu pelaku bisnis, pemerintah, praktisi kreatif, hingga komunitas data, punya kesempatan yang sama untuk mempelajari data agar mampu memaksimalkan proses pengambilan keputusan.


    Tak hanya itu, dalam konferensi ini, Cosmo juga diajarkan bahwa dengan mengolah data, kita bisa menggagas ide-ide kreatif untuk membuat terobosan baru, lho! Dan menariknya, konferensi data ini dikemas tak biasa, alias serius tapi santai. Paparan serta pembahasan topik yang merentang dari sektor layanan publik, bisnis, sosial, berita hoax, hingga kebocoran data, dipresentasikan secara atraktif, witty, dan menggugah.






    Salah satu yang paling menarik perhatian adalah topik bagaimana perusahaan e-commerce mampu menggunakan data untuk meningkatkan outcome pasar, seperti yang dipaparkan Lisa Widodo selaku SVP Operations and SVP Product Management dari Blibli.com. Ia tak hanya menerangkan bagaimana cara mengolah data agar mampu memahami perilaku konsumen, serta memberi layanan yang lebih baik bagi para klien bisnis. Namun Lisa juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap data juga layak didorong pada kultur kerja era digital ini untuk menguatkan kemampuan para anggota karyawan secara individual. Karena lebih dari berguna bagi para pekerja profesional, data juga menjadi insight krusial bagi tiap individu.



    Ada pula sesi konferensi menarik lainnya dalam ILOC 2019. Seperti kategori Data for Creative Industries yang memaparkan tentang pemanfaatan data di industri kreatif oleh di antaranya Triawan Munaf selaku Kepala BEKRAF dan Danny Oei Wirianto dari GDP Venture. Ada pun sesi tentang Personal Data Protection yang menghadirkan salah satu pembicara dari Facebook Asia Pacific, Arianne Jimenez. Sesi ini membahas tentang masalah sensitif keamanan data dari kebocoran, dan bahasan tentang evolusi konstan terhadap inovasi privasi data melalui trust. Last but not least, ada pula sesi yang menghadirkan di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam pembahasan bagaimana layanan publik berbasis data menjadi inti dari pembangunan sebuah smart city. Kudos!


    (Givania Diwiya / Image: Instagram.com/iloc2019 / Layout: S. Dewantara)