Lifestyle

Museum MACAN Gelar Pameran Tunggal Seniman Tiongkok Xu Bing

  by: Givania Diwiya Citta       9/9/2019
  • Selama 31 Agustus 2019 sampai 12 Januari 2020 mendatang, pameran tunggal perupa asal Tiongkok, Xu Bing, akan berlangsung di Museum MACAN. Dalam tajuk Xu Bing: Thought and Method, pameran retrospektif seniman ini menjadi ekshibisi yang terbesar dan pertama di Indonesia, sekaligus di Asia Tenggara. Pameran ini pun menampilkan lebih dari 60 karya Xu Bing yang telah ia ciptakan lebih dari 40 tahun masa berkariernya! 






    Karya-karya Xu Bing melintas dari berbagai medium, mulai dari drawing, instalasi, seni grafis, film, hingga materi arsip. Dan lebih dari itu, Xu Bing konsisten mengeksplorasi dimensi budaya dan elemen tradisional Tiongkok dalam karyanya, lalu menginfusinya pada isu kehidupan kontemporer era modern ini. Seperti judul pameran ini, ekshibisi ini memang dirancang untuk menampilkan metode berkarya Xu Bing di balik seluruh gagasan artistiknya. Metode uniknya untuk mempresentasikan ide tersebutlah yang membuat perupa ini mendapat reputasi global dalam dunia seni. 




    Cosmo sendiri terpesona akan beberapa karya Xu Bing dalam pameran ini. Pertama adalah Book from the Sky (yang menjadi foto utama artikel dan foto di atas ini), yakni instalasi berskala masif yang dibentuk dari banyak gulungan kertas, dan menjuntai dari langit-langit hingga ke lantai. Di sini, Xu Bing menuliskan huruf yang ia ciptakan sendiri (namun tampak seperti karakter bahasa Mandarin) tanpa ada arti khusus dan seolah-olah membuat kita kesulitan untuk membaca bahkan mengartikannya. 






    Sementara itu, Book from the Ground (foto di atas ini) merupakan proyek yang menggunakan simbol atau emoji universal, yang jika disusun membentuk sebuah cerita dan jauh lebih mudah dimengerti bagi manusia, meski tampilannya tampak berantakan, kontradiktif dengan Book from the Sky. Rasanya Xu Bing berhasil memantik seseorang untuk berpikir kreatif, terlepas dari konsep budaya yang normatif.




    Selain itu, ada pula instalasi Ghosts Pounding the Wall yang merupakan gambaran dari Tembok Besar Tiongkok, lalu Square Word Calligraphy (foto di atas ini) di mana pengunjung bisa langsung bereksperimen melukis bahasa ciptaan Xu Bing yang lahir dari kombinasi huruf latin dan karakter menyerupai kaligrafi Tiongkok. Last but not least, ada pula Background Story yang menampilkan berbagai lukisan identik Asia Timur yang panoramis, namun di balik lukisan indah tersebut, Xu Bing mengekspos instalasi dari seluruh proses ‘chaos’ berkarya tersebut, selayaknya analogi dari tip of an iceberg. We’re stunned!


    (Givania Diwiya / Image: Dok. Museum MACAN)