Lifestyle

Bidadari Bidadara, Persembahan Spesial untuk Bumi Pertiwi

  by: Hendry Leo       6/9/2019
  • Bulan kemerdekaan biasanya identik dengan penyelenggaraan acara yang menyoroti kembali perjuangan para pahlawan yang gugur demi merebut kemerdekaan. Ini bertujuan untuk menebarkan semangat nasionalisme bagi anak-anak muda generasi penerus bangsa agar selalu cinta dan bangga terhadap negaranya sendiri, terutama pada kekayaan budaya dan alam yang beragam.


    Pada kesempatan ini pula, Swara Gembira sebagai wadah bagi muda-mudi Indonesia yang cinta terhadap kesenian Indonesia pun ikut merayakan momen yang sakral tersebut dalam bentuk sebuah pertunjukan megah berkonsep teatrikal. Yang spesialnya, Swara Gembira juga bekerja sama dengan LAKON yang merupakan label fashion lokal dengan busana nan inovatif, di mana menggabungkan konsep busana bernuansa tradisional dan modern sehingga tampak lebih trendi dan tak monoton. Kontribusi LAKON untuk Swara Gembira ini juga menjadi wujud nyata industri mode dalam sumbangsihnya demi memperkenalkan pakaian tradisional Indonesia yang dikemas secara lebih kekinian, sehingga membuat anak-anak muda jadi tertarik untuk mengenakannya.




    Acara ini berlangsung di Taman Air Mancur Sentral Senayan, pada tanggal 23 Agustus 2019 lalu. Tak hanya menghadirkan banyak pemuda penggiat seni dari berbagai aliran budaya, namun juga beberapa figur publik idola generasi millenials yang cinta akan sastra, budaya, dan musik juga ikut berkontribusi dalam memberikan semangat nasionalisme kepada para penonton yang hadir. Sebut saja Baskara Putra, Nadin Amizah, Sal Priadi, dan masih banyak lagi. Di mana acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Uniknya, penonton diajak benyanyi lagu dengan tiga versi untuk mengingatkan kembali proses revolusi lagu tersebut dari dulu hingga saat ini.


    Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan teatrikal yang bertajuk Bidadari Bidadara. Menceritakan tentang Dewa dan Dewi yang turun ke muka bumi, mempersembahkan keindahan ragam seni dan budaya Indonesia yang kelak diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus agar tetap menjaga kelestarian budaya yang merupakan aset bangsa kita. 




    Pada malam itu, penonton dibius dengan pertunjukan yang megah dan sakral dengan ditemani alunan instrumen tradisional. Berbagai tarian dan lagu-lagu daerah pun ditampilkan dengan sangat extravagant ditambah pertunjukan topografi air mancur yang ikonis sukses membuat semua penonton penuh decak kagum. Sentilan-sentilan berupa kritik terhadap pemerintah saat ini juga diperlihatkan dari pertunjukan dialog oleh Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez, yang merupakan salah satu youtuber ternama di Indonesia.


    Tak ketinggalan, berbagai tarian dan karakter juga diperlihatkan pada acara tersebut, seperti Anoman, Tarian Kecak, dan Tarian Topeng yang memukau. Acara ini pun diakhiri dengan parade para pemain yang terlibat sambil bernyanyi dan mengharapkan acara bernuansa budaya seperti ini bisa diadakan di seluruh daerah di Indonesia. Keren, ya!



    (Teks: Hendry Leo Liany/ Dok. Swara Gembira)