Career

Tahukah Kamu Kalau 10 Mitos Keuangan Ini Ternyata Salah?

  by: Alvin Yoga       7/9/2019
  • Meski kini kamu sudah beranjak dewasa dan pandai memilah mana informasi yang benar, namun masih ada beberapa mitos keuangan yang ternyata salah dan mungkin masih kamu percayai hingga sekarang. Penasaran apa saja? Sebelum kamu terjerumus lebih jauh, yuk simak artikel berikut!


    1. “Tidak pandai dalam matematika” berarti kamu juga tidak pintar mengatur keuangan.

    Meski mungkin kamu tidak terlalu baik dalam mengolah angka ketika di bangku sekolah dulu, bergantung pada orang tua atau pasangan untuk mengurus bujet bulanan sebenarnya merupakan ide yang buruk. Catat: tak ada yang bisa mengatur masa depanmu sebaik diri kamu sendiri, jadi luangkan waktu untuk mempelajari keadaan keuangan sendiri mulai dari sekarang.



    Habiskan 10 sampai 30 menit di akhir pekan untuk mencatat pengeluaran selama seminggu terakhir. “Atau sempatkan waktu di awal pekan untuk mencatat rencana pengeluaran selama seminggu ke depan. Akan lebih baik lagi jika kamu bisa menyempatkan diri untuk mencari tahu soal keuangan di internet. Tak perlu lama-lama, cukup 10 menit seminggu,” saran Jenn Imbeault, vice president financial consultant dari Fidelity Investments. Cek saran keuangan dari Cosmo di sini atau intip saran Sallie Krawcheck di Ellevest.com.


    2. Kartu kredit membuat kamu boros, dan ujung-ujungnya membuat hutang bertumpuk.

    Memang betul bahwa mereka yang jarang mengindahkan saldo uang di tabungan akan mudah terjebak dalam lautan hutang, namun jika kamu melatih diri untuk lebih bertanggung jawab dalam berbelanja, maka tak perlu cemas soal kartu plastik tersebut. Faktanya, menggunakan kartu kredit dapat membantu kamu mendapatkan skor kredit yang baik – sesuatu yang mungkin kamu butuhkan kelak, baik untuk mencicil apartemen, mobil, atau rumah.

    Menurut Jenn, kamu bisa mulai menggunakan kartu kredit dengan membuat kartu yang menawarkan keuntungan seperti travel miles atau cash-back. Penting untuk diingat, hanya gunakan kartu tersebut untuk belanjaan yang kamu tahu bisa langsung kamu lunasi di bulan berikutnya. Ingin memulai cicilan? Lihat seberapa disiplin kamu dalam menggunakan kartu tersebut, jika dalam enam bulan terakhir kamu bisa langsung melunasi setiap tagihan, maka kamu bisa mulai mencicil sesuatu yang (CATAT!) harganya tidak sebesar gaji kamu sebulan.


    3. Membayar di muka tidak memotivasi kamu.

    Melunasi tagihan di muka seperti, katakan saja, langganan member gym, tak akan membuat kamu kewalahan selama sebulan ke depan. “Sah-sah saja menghabiskan uang untuk hal-hal yang kita inginkan, dan bukan yang kita butuhkan,” ujar certified financial planner sekaligus pembawa acara Financial Grownup podcast, Bobbi Rebell. Analisis pengeluaranmu, dan lihat apa saja pengeluaran yang sebenarnya sesuai dengan bujet bulanan serta seberapa penting pengeluaran tersebut untuk kamu.


    4. Kamu tak bisa bernegosiasi soal gaji pertama.

    Survei terbaru dari Universitas Maryville menunjukkan bahwa 6% perempuan berhasil melewati tahap negosiasi untuk menaikkan angka gaji pertama mereka, dibandingkan dengan 52% pria. Pertimbangkan hal ini untuk jadi aturan terbaru kamu: dalam setiap kesempatan, ajukan setidaknya Rp1.000.000,- sampai Rp2.000.000,- dari yang mereka tawarkan – yes, bahkan untuk posisi junior sekalipun, ujar Erika Rasure, PhD, asisten profesor untuk program bisnis dan finansial di Maryville University. “Mereka sudah menawarkan kesempatan untukmu. Yang terburuk yang bisa mereka lakukan hanyalah menolak tawaran tersebut dan tetap memberimu pilihan dengan nominal gaji yang sanggup mereka berikan.”


    5. Promo di toko lebih menarik dibanding di website.

    Buat Google alert (semisal “[nama brand] + promosi diskon”) untuk mendapat notifikasi ketika harga barang yang kamu inginkan sedang mendapat potongan di berbagai website, atau simpan barang yang kamu inginkan di e-cart. "Kebanyakan retailer akan melihat bahwa barang tersebut memiliki peminat, dan mungkin akan menawarkan potongan berupa diskon atau free shipping," ujar Bobbi. Lumayan, kan?


    6. Menggunakan uang tunai lebih baik dibanding kartu debit.

    Tak selamanya menggunakan uang tunai lebih baik dari kartu debit. Menggunakan uang tunai juga ada kekurangannya, lho. Uang tunai lebih mudah (*knock-on-the-wood) dicuri, berbeda dengan kartu kredit yang membutuhkan nomor pin. Tak cuma itu, uang tunai juga mudah terselip di dalam kantong atau di dalam tas kamu. Selain itu, uang tunai juga untraceable, kecuali kamu memang rajin mencatat pengeluaran.

    Nah, di sisi lain, kartu debit memberi kamu kenyamanan seperti tak perlu bolak-balik ke ATM dan mengambil uang hanya untuk berbelanja sepatu. Tak cuma kartu debit, kartu kredit pun punya banyak manfaat kok, seperti kemudahan dalam berbelanja online, maupun menikmati promo yang diberikan oleh kartu kredit tersebut. Dengan kata lain, baik kartu kredit, kartu debit, maupun uang tunai, seluruhnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.




    7. DIY (Do It Yourself) selalu lebih hemat.

    Truth is, belum tentu, lho! Ada beberapa hal yang justru membutuhkan pengeluaran lebih besar jika dilakukan secara DIY – belum lagi risiko membuang lebih banyak waktu. Semisal, tak selamanya memasak sendiri jauh lebih hemat dibandingkan membeli makan di luar. Atau, kamu ingin memotong pohon yang terlampau besar di kebun belakang rumah? Dibanding mengeluarkan uang untuk membeli gergaji listrik, lebih baik memanggil orang yang sudah mumpuni, kan? Biayanya lebih murah, waktumu tidak terbuang percuma, dan kamu berhasil menghindari segala risiko yang bisa muncul selama kamu memotong pohon tersebut. Act smart!


    8. Bayar kartu kredit secepat mungkin agar tidak terkena bunga.

    ...termasuk dengan uang tabungan kamu? Uh-oh, that’s a big no-no! Tabungan adalah tabungan, jangan samakan dengan pengeluaranmu. Tak jadi masalah jika kamu menggunakan tabungan tersebut untuk saat-saat emergency, sayangnya membayar kartu kredit tidak termasuk dalam kondisi emergency. Bayarlah segera kartu kreditmu begitu menerima gaji, atau sisihkan uang tersebut sedari awal untuk membayar tagihan. Dengan menerapkan pemikiran tersebut, kamu bisa belajar untuk menggunakan kartu kredit lebih cermat.


    9. Biasakan membeli barang dengan harga yang lebih terjangkau.

    Ah, kata siapa? Satu, tak semua barang yang harganya lebih terjangkau kualitasnya lebih baik. Beberapa barang yang harganya sedikit lebih mahal, kualitasnya ternyata jauh lebih memuaskan. Hal tersebut justru menguntungkan, karena dengan begitu kamu bisa menghemat lebih banyak untuk pengeluaran lainnya.

    Dua, semisal kamu malas membeli saputangan karena harganya jauh lebih mahal, dan dengan begitu kamu lebih memilih untuk membeli kertas tisu. Tanpa kamu sadari, hal ini nantinya akan jauh lebih merugikan. Bayangkan saja, seberapa banyak uang yang harus kamu keluarkan untuk terus membeli kertas tisu setiap bulannya, belum lagi berapa banyak pohon yang harus menjadi korban dari ulahmu. Uh-oh!


    10. Menabung dengan gaji kamu yang sekarang adalah hal yang mustahil, plus kamu jadi tak bisa senang-senang berbelanja kalau menabung.

    Mitos terakhir ini dipercaya oleh banyak orang, meski nyatanya: menabung bisa kok, dilakukan oleh setiap orang – tak peduli sekecil apapun gaji mereka. Yang kamu butuhkan hanyalah niat untuk menabung – ini adalah langkah pertama. Langkah kedua, cari tahu seberapa banyak uang yang kamu dapatkan – dan untuk apa, spesifiknya, kamu menggunakan uang tersebut. Gunakan aplikasi seperti Money Lover untuk mencatat seluruh pengeluaran kamu, dari sini kamu bisa mengetahui ke mana biasanya kamu menghabiskan gaji tiap bulannya.

    Langkah ketiga, cari tahu: mana pengeluaran yang bisa kamu potong tiap bulannya. “Hal-hal yang bisa dipotong biasanya pengeluaran untuk makan di restoran, ngopi di kafe favorit, langganan layanan TV, serta sektor hiburan lainnya,” ujar Natalie Taylor, certified financial planner dari LearnVest. Dari sini, kamu bisa menabung mulai dari beberapa ratus ribu setiap bulannya. Lumayan, kan?

    “Tapi dengan begini, saya jadi tidak bisa bersenang-senang.” Jika kamu berpikir demikian, well, kenyataannya kamu masih bisa kok, memanjakan diri atau menghabiskan waktu bersama the girls. Hanya saja, perlu diingat, kamu tak mesti selalu menghamburkan uang untuk makan-makan di restoran fancy, atau pergi ke salon yang mahal demi menghibur diri. Sesekali memang tak jadi masalah, but let’s be real: mungkin tak cuma kamu yang butuh menabung, namun temanmu juga. Yang kalian butuhkan hanya sedikit kreativitas untuk mencari alternatif lain yang lebih terjangkau.

    “Adakan potluck party di tempatmu, dan minta setiap orang membawa makanan atau minuman untuk dinikmati bersama. Agar lebih seru, minta mereka membawa satu item dari lemari mereka yang tak pernah mereka pakai, kemudian pakai bersama di acara tersebut. Atau adakan suatu acara di mana kamu bisa menukar barang lamamu dengan barang yang mereka miliki,” ujar Taylor. “Kamu juga bisa membuat masker alami bersama untuk menghindari salon. Alternatif lainnya, cari potongan diskon dari berbagai website penyedia potongan harga, sehingga kamu masih bisa berhemat meski harus ke salon,” tambahnya. Selamat mencoba!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Alain Pham on Unsplash)