Love & Sex

Sedang Bertengkar Dengan Pacar? Perhatikan 3 Hal Penting Ini

  by: Alvin Yoga       9/9/2019
  • Relationship expert sekaligus love coach asal Inggris, Matthew Hussey, memberi tahu tiga trik jitu jika kamu sedang bertengkar dengan pasangan. Hayooo, siapa yang sedang bertengkar dengan pacar dan butuh saran untuk berbaikkan dengan si dia? Baca sampai habis, ya!


    1. Jangan langsung marah, coba cerna setiap informasi dengan perlahan



    Yup, tarik napas pelan-pelan, kemudian keluarkan. Lakukan berulang kali sampai kamu mulai tenang. Setelah itu, pikirkan lagi, apakah alasan pertengkaran tersebut layak membuat hubungan kalian merenggang? Banyak pertengkaran antar pasangan yang sebenarnya timbul hanya karena masalah sepele – namun karena keduanya tidak berpikir panjang, masalah kecil tersebut kemudian membesar karena keduanya saling memberi reaksi yang “membakar” sumbu amarah masing-masing. Tak sedikit yang kemudian menyesal karena mereka tak terlebih dahulu mengambil waktu sejenak untuk memproses apa yang sebenarnya terjadi. Nah, sebelum kamu dan si dia bernasib sama, ambil waktu sejenak untuk menjaga jarak dan pikirkan baik-baik akar permasalahan kalian. Ingat: penyesalan memang selalu datang terlambat.


    2. Mintai saran dari sahabat dekat

    Dari sekian banyak teman baik kamu, pasti ada satu yang bisa kamu mintai saran karena dia selalu bisa bersikap objektif. Alih-alih menelepon teman yang selalu mendukungmu meski tahu kamu berbuat salah, hubungi satu teman yang selalu mau mendengarkan cerita kamu sampai habis (bukan yang gemar memotong cerita kamu dengan komentar-komentar negatifnya, ya), dan mintai sarannya. Ia tahu apa yang sebaiknya kamu lakukan. Remember: when you drunk (of emotions), call a WISE sober person.


    3. Cobalah untuk lebih jujur



    Ketika sedang emosi, ada dua hal yang sering terjadi. Pertama, kamu refleks menjadi lebih agresif atau mudah marah. Kedua, kamu jadi passive-aggressive, dan alih-alih membiarkan si dia mengetahui apa isi hati kamu, kamu justru diam seribu bahasa ketika si dia bertanya "Ada apa?", namun melampiaskan kekesalan tersebut pada orang lain (ayo ngaku, siapa yang suka begini?"

    Girls, sekarang ada opsi lain yang bisa kamu lakukan: yaitu "charming candor" - cobalah untuk bersikap lebih jujur, dan katakan isi hati kamu dengan nada yang tidak menyulut amarah. Bingung bagaimana caranya? Ini contohnya:

    Semisal, kamu sedang berkencan dengan seorang pria. Ia pria yang baik dan humoris, betul-betul kriteria idamanmu. Namun, setiap kali kalian berkencan (anggaplah kalian sudah dua kali berkencan), si dia selalu meminta bertemu di sekitar daerah kantornya – yang sebenarnya jauh sekali dari tempat kerja kamu. Suatu hari, ia mengirim pesan untuk mengajak bertemu, “Hey, mau coba restoran sushi baru di dekat kantorku?” Alih-alih malas menjawab pesannya dengan jawaban ya karena kamu pasrah, atau justru melampiaskan kekesalan pada si dia karena si dia tidak peka, jawablah dengan nada yang playful, dan tambahkan emoji. Balas seperti ini: “Sepertinya sudah giliranmu untuk main-main ke daerah kantorku :p”

    That is charming candor, kamu tetap mempertahankan sisi playful sambil memberi tahu dengan jujur apa yang kamu rasakan. Dengan begitu, si dia bisa mengetahui apa yang sebenarnya kamu inginkan tanpa perlu menerawang karena kamu diam seribu bahasa, atau yang paling buruk adalah menyulut pertengkaran karena sebuah masalah kecil.

    Bagaimana? Sudah tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang? Selamat berbaikkan dengan si dia, girls!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. GIPHY, )