Career

Jangan Sedih, Lakukan Hal Ini Kalau Lamaran Kerjamu Ditolak

  by: Alvin Yoga       11/9/2019
  • Menerima kabar bahwa lamaran kerjamu ditolak memang menyakitkan—bagaimana pun juga ada tagihan-tagihan yang harus dibayar, dan ada pengeluaran yang harus dilakukan setiap harinya, betul? Namun ada satu hal yang sebenarnya lebih menyakitkan. Bayangkan situasi ini: Kamu menaruh lamaran kerja di tempat yang sudah kamu idam-idamkan selama bertahun-tahun, kemudian selang beberapa waktu, kamu menerima panggilan bahwa kamu bisa datang untuk wawancara. Tentu saja kamu merasa sangat bahagia. Tapi ketika harapanmu sedang melambung setinggi-tingginya, beberapa hari kemudian kamu diberi kabar bahwa kamu tidak lolos sesi wawancara tersebut dan belum beruntung untuk lanjut ke tahap selanjutnya.

    It's...devastating. We know exactly how it feels. Dan mungkin saja hari ini kamu baru saja merasakannya.

    Whether we admit it or not, kita semua pasti punya yang namanya pekerjaan impian, atau setidaknya tempat kerja ideal yang kita inginkan. Tapi seperti yang kita semua tahu, terkadang tak semua hal bisa berjalan sesuai dengan yang kita mau. Rencana-rencana yang sudah terbayang di dalam angan bisa pupus begitu saja. Dan yang muncul di pikiran kita setiap kali menerima penolakan adalah: Jadi, apa yang harus saya lakukan sekarang?



    Perlu diakui, melangkah maju dari situasi tersebut memang tidak mudah. Namun bagaimana pun, kamu harus melakukannya. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan kalau lamaran kerjamu ditolak. Remember, you can get through this, girl!


    1. Terima kenyataan yang ada

    ...atau dengan kata lain, biarkan saja perasaan sedihmu itu muncul. Penting untuk menghabiskan beberapa waktu (terkadang bisa sampai beberapa hari) untuk bisa keluar dari setiap perasaan ini: mulai dari rasa sedih, marah, sampai rasa kecewa dengan diri sendiri. Dan meski rasanya menggiurkan, jangan coba-coba untuk menerima pekerjaan APAPUN yang ditawarkan ketika kamu sedang putus asa. "Ah, ini juga boleh, deh, asalkan dapat kerja dulu." No, girl, it's not that simple. Untuk bisa bekerja di suatu tempat, kamu harus benar-benar pulih dari rasa kecewa dan tahu bahwa pekerjaan yang akan kamu terima adalah pekerjaan yang MEMANG cocok untukmu. And that kind of job doesn't come overnight.


    2. Hindari media sosial sebisa mungkin

    Media sosial adalah hal terakhir yang kamu butuhkan ketika kamu sedang berada di situasi yang buruk. Salah satu kerugian dari scrolling di Instagram adalah secara tidak sadar kamu jadi membandingkan hidupmu dengan orang lain. Yes, bahkan mungkin setelah kamu tahu bahwa tak semua yang kamu lihat di media sosial 100% keadaannya persis seperti itu. Mengintip temanmu atau mantan kolegamu sedang menikmati hidup mereka hanya akan memperlambat proses pemulihanmu dari perasaan kecewa.


    3. Lihat dari perspektif yang berbeda

    Ketika emosimu sedang meluap-luap, mudah untuk berpikir bahwa "sepertinya aku memang ditakdirkan untuk gagal". Girls, this is toxic, terutama kalau kamu hanya melihat sesuatu hanya dari sisi negatifnya saja. Jika kamu berpikir demikian, saran Cosmo, habiskan waktu senggangmu untuk mencoba sesuatu yang baru dan lihat apa yang bisa kamu dapatkan dari hal tersebut. Semisal, kamu punya hobi merangkai bunga, mungkin saja kamu bisa mengubah kegemaranmu tersebut menjadi suatu bisnis (sebut saja bisnis hand bouquet untuk pernikahan. Hey, bisnis ini sedang laku keras, lho!) atau pilihan karier berbeda yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Kemungkinannya ada banyaaak sekali (it's endless!), dan well, siapa tahu, kamu mungkin lebih suka dengan tipikal pekerjaan seperti ini ke depannya.




    4. Mintai saran

    Kalau kamu sudah move on dari rasa kecewa, cobalah minta masukan dari teman-teman terdekatmu (minta mereka untuk benar-benar jujur, ya) mengenai cara kerja dan sifatmu. Warning: beberapa komentar mereka mungkin sulit untuk diterima, tapi kalau kamu ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah menerima masukan dari mereka.


    5. Buat perubahan selagi bisa

    Meski begitu, kamu tak perlu mengubah (secara keseluruhan) cara kerjamu. Hey, setiap orang punya gaya kerjanya masing-masing. Perhatikan saja apa masukan yang mereka berikan, dan ambil saran yang sekiranya bisa membantumu menjadi pribadi yang lebih baik—tanpa mengubah jati dirimu yang sebenarnya. After all, you are who you are.


    6. Rencanakan kariermu ke depannya

    Sebelum kamu kembali mencari pekerjaan, coba pikirkan lagi, adakah hal lain yang ingin kamu lakukan sebelumnya? Adakah skill (atau bahasa asing lain) yang ingin kamu pelajari? Mungkin ada buku yang belum sempat kamu selesaikan sebelumnya, atau podcast menarik yang belum sempat kamu dengar. Whatever it is, lakukan hal-hal yang sekiranya bisa berguna untuk kariermu sekarang. Gunakan waktu luang ini untuk terus memperbaiki diri, sehingga ketika kamu masuk dunia kerja nanti, kamu sudah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap untuk menghadapi tantangan-tantangan profesional di kantor. Girl, you've got this!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Icons8 team on Unsplash)