Celebrity

Angga Yunanda Buka-bukaan tentang Akting dan Dua Garis Biru

  by: Givania Diwiya Citta       18/9/2019
  • Meski terbilang baru dalam menjejaki langkah di industri film Indonesia, namun nama Angga Yunanda meroket sejak membintangi peran utama Bima dalam film Dua Garis Biru. Bukan sekadar karena ia terlibat dalam big movie hit, namun caranya dalam memanifestasikan pesan pada generasi Z untuk berkarya di luar comfort zone, menjadi poin yang membuatnya stand out dalam generasi aktor baru. Let Cosmo tells you why!


    Apa rasanya berakting dalam Dua Garis Biru?



    Saya takjub dengan ceritanya, karena beberapa tahun ke belakang, saya jarang menemukan media apa pun yang mengangkat kasus sensitif seperti ini di Indonesia. Setelah saya mengobrol dengan kak Gina (Ginatri S. Noer) selaku sutradara dan penulis script, saya merasa film ini penting terutama untuk remaja generasi Z. Meski kebanyakan orang masih malu membicarakan hal ini, saya sendiri merasakan dampak positifnya, saya jadi lebih berpegang teguh pada apa yang sudah orang tua ajarkan. 


    Bagaimana cara kamu melatih diri untuk mengasah kemampuan dalam berakting?

    Saya tidak punya background perfilman sama sekali, jadi saya murni belajar dari bertemu dengan banyak aktor dan aktris senior. Apalagi dari film terakhir Dua Garis Biru, di mana saya bertemu tante Cut Mini, tante Lulu Tobing, om Arswendi. Mereka memberikan banyak wawasan tapi tidak menggurui sama sekali. Beruntungnya, kami punya waktu reading yang lumayan lama sepanjang satu bulan penuh, dan kami pun bertemu dengan sutradara, kak Gina. Di sana, saya betul-betul belajar bahwa dalam dunia perfilman, kejujuran adalah yang paling penting. Jujur dan percaya pada diri sendiri, karena jika saya tidak percaya pada diri saya, bagaimana orang lain akan percaya pada saya?




    Siapa mentor terbaik kamu dalam berkarier sebagai aktor? 

    Tante Cut Mini. Siapa sih yang tidak mengenalnya? Wibawanya terasa kuat dari sesederhana mengobrol dengannya. Saat seminggu awal reading Dua Garis Biru, saya masih belum bisa ‘masuk’ ke dalamnya, karena banyak beban pikiran yang menggantung seperti ketakutan jika tidak bisa mensejajarkan akting dengan para aktor senior. Ia pun menanyakan, “Angga, ada masalah apa?” Saya menjawab bahwa saya masih bingung dengan hal-hal yang ada pada script. Ia langsung memeluk saya dan bilang, “Percaya, pasti bisa, kok.” Ia mendorong saya untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.


    Jika bisa bekerja sama dengan satu sutradara, siapakah dia, dan yang mungkin akan membuat kamu starstruck?

    Joko Anwar. Ia berbeda dari sutradara lain di Indonesia, mulai dari pemilihan cerita dan para pemerannya. Seperti filmnya Pengabdi Setan yang paling membekas bagi saya. Saya menantikan film-film mendatangnya.






    Fotografer: Insan Obi

    Stylist: Dheniel Algamar

    Stylist Assistant: Yovita Pratiwi

    Makeup Artist: Claudya Christiani

    Hair Stylist: Rangga Yusuf

    Digital Imaging: Ragamanyu Herlambang

    Wardrobe: XY by Mel Ahyar


    Baca wawancara Cosmo dan Angga Yunanda lainnya di majalah Cosmopolitan Indonesia edisi September 2019 dalam artikel “The Most Wanted Gen Z in Indonesia”.


    (Givania Diwiya / FT / Image: Dok. Cosmopolitan Indonesia)