Lifestyle

7 Cara Menjadi CEO Menurut Para Mentor CEO Club 2019

  by: Shamira Priyanka Natanagara       18/9/2019
  • Tidak sedikit orang menjawab 'CEO' ketika ditanya tentang apa impian mereka. Wajar saja, sih, tentu banyak orang ingin memiliki posisi paling tinggi di sebuah perusahaan—kamu bertanggung jawab atas visi dan misi perusahaan, dan pada dasarnya semua keputusan harus disetujui oleh kamu terlebih dahulu. You're the boss! Namun tentunya tanggung jawab CEO sungguh besar, oleh karena itu untuk menjadi CEO yang baik pun dibutuhkan sikap dan keterampilan yang sesuai tepat.

    Nah, untuk berbagi ilmu mengenai hal-hal yang dibutuhkan seorang CEO, Lenovo Indonesia bekerja sama dengan Creativepreneur Event Creator dan Duta Bangsa untuk mengadakan Lenovo Thinkbook CEO Club 2019. Acara ini berlangsung di Kantorkuu Co-working and Office Space, Jakarta Selatan pada tanggal 7 sampai 8 September kemarin, dan lebih dari 150 hadir untuk belajar dari para mentor, diantaranya Wishnutama, Raditya Dika, Deddy Corbuzier, dan Putri Tanjung. Ingin tahu nasihat apa saja yang mereka sampaikan? Yuk, simak!





    1. Creative Thinking

    Sesi pertama diisi oleh Wishnutama, Co-Founder dan CEO NET. Mediatama Televisi, dan Dennis Adhiswara, CEO Layaria, sebuah usaha startup berbasis video. Kedua pembicara ini berbagi pesan tentang cara membangun kreativitas sebagai seorang pemimpin. 

    "Kreativitas adalah kemampuan kita untuk melihat dan sekaligus mencari solusi dari sebuah permasalahan," kata Dennis. Menurut Wishnutama, kita tidak perlu takut untuk berpikir beda—justru kita harus lebih berani untuk berpikir di luar kotak! Ia juga menyampaikan bahwa konsisten dan pantang menyerah pun dibutuhkan untuk menciptakan kreativitas.


    2. Communication For Leadership

    Para hadirin belajar cara berkomunikasi yang baik sebagai seorang pemimpin. Sesi ini diisi oleh pendiri Ancora Group dan Ancora Foundation, Gita Wirjawan, dan Co-Founder tiket.com Gaery Undarsa

    "Menjadi pemimpin bukan lagi sekedar menyuruh apa yang harus karyawan lakukan," kata Gaery. "Lebih dari itu seorang pemimpin wajib memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berkembang". Selain itu, Gita juga mengatakan bahwa imajinasi adalah hal yang penting untuk mengembangkan sumber daya manusia dengan baik.


    3. Communication: Netiquette

    Penulis, komedian, dan Chief Creative Officer Penulis.ID Raditya Dika mengisi sesi ketiga yang bertema Netiquette, di mana ia membahas cara beretika di media sosial. "Semakin kita tulus, semakin kita jujur, orang akan mendengarkan kita," kata Raditya, membagikan hal-hal yang menurut ia penting dalam membangun brand di era digital.



    4. Financial Planning

    Untuk membahas pengelolaan keuangan, pendiri dan CEO Jouska Aakar Abyasa hadir sebagai pembicara di sesi keempat. Salah satu nasihat yang ia berikan adalah "pentingnya memisahkan rekeing dan pemasukan pribadi" dari perusahaan. Menurut Aakar, hal ini patut dilakukan untuk menjaga profesionalisme perusahaan dalam pengelolaan keuangan.




    5. Stress Management

    Di sesi kelima ini, pakar kesehatan holistik Reza Gunawan membahas stres di lingkungan kerja. Ia mengingatkan para hadirin, "Stres sebenarnya bukan berasal dari pekerjaan kita, bukan dari atasan kita, tapi berasal dari bagaimana kita bekerja." Hmm... jadi merasa tersindir! Hehehe...



    6. Personal Branding

    Dedy Corbuzier dan CEO Creativepreneur Event Creator Putri Tanjung berbagi kunci sukses mereka dalam membangun brand masing-masing. Kata Putri, hal-hal yang dilakukan dan dampak yang diberikan pada orang lain sangat mempengaruhi personal branding seseorang. Deddy juga mengatakan bahwa personal branding adalah masa depan brand seseorang, menegaskan betapa pentingnya brand seorang pemimpin.


    7. Dress To Impress

    Girls, ternyata cara berpakaian bisa menjadi salah satu faktor kesuksesan seseorang, lho! Topik ini dibahas di sesi terakhir acara ini yang bertema 'Dress To Impress', yang diisi oleh pendiri merek fesyen lokal IKAT Indonesia, Didiet Maulana, dan Marketing Director Duta Bangsa Naomi Siregar.

    Didiet mengatakan, "Berinvestasi dalam membeli pakaian adalah hal yang tidak salah, asalkan mempunyai frekuensi dan nilai yang tinggi guna memberikan kesan baik terhadap orang lain." Selain itu, Naomi juga mengatakan bahwa cara berpakaian memiliki peran yang penting dalam membangun impresi.



    (Shamira Natanagara / Ed. / Images: Dok. Instagram / Layout: S. Dewantara)