Celebrity

Iqbaal Ramadhan tentang Dilan, Bumi Manusia, dan Summerdose

  by: Givania Diwiya Citta       21/9/2019
  • Meroket dengan grup boyband Coboy Junior, Iqbaal Ramadhan lantas mengekspansi langkahnya sendiri untuk bermusik dalam warna orisinal dirinya, dan mulai menjejak masuk ke industri perfilman Indonesia. Dengan film yang cinema big hit seperti Dilan 1990 dan Bumi Manusia, Iqbaal sukses menempatkan namanya dalam daftar Most Wanted Gen Z di Indonesia. Cosmo knew you adore him too, girls!


    Kapan kamu mulai berakting secara profesional, dan kapan pertama kali menyadari bahwa tertarik untuk menerjuni industri film Indonesia ini?



    Pertama kali adalah saya ikut musikal Laskar Pelangi, setelah berusaha ikut ajang pencarian bakat Idola Cilik selama tiga tahun berturut-turut tapi tidak pernah masuk. Setelah audisi, saya dapat peran jadi salah satu 10 anak dalam musikal Laskar Pelangi, dan langsung ditangani oleh Riri Riza dan Mira Lesmana, plus Jay Subiyakto dan Erwin Gutawa, dan Hartati pada koreografi. Dengan langkah pertama bersama nama-nama besar itu, what more could you ask for? Setelah itu muncul banyak tawaran, hingga audisi tertutup untuk boyband Coboy Junior. Dalam industri film sendiri, saya pertama kali ditawarkan bermain peran sebagai Dilan saat pulang dari Amerika Serikat untuk college summer holiday. Saya dulu pernah baca ceritanya, tapi saya tidak tahu bahwa cerita ini akan diangkat jadi film. Saya akhirnya ke Bandung dan bertemu dengan Pidi Baiq. Saya juga tidak pernah berekspektasi bahwa film tersebut akan sebesar itu. Saya ingat saat itu banyak kontroversi, “Kenapa Dilan boyband, sih?” karena image yang saya tinggalkan terakhir kali sebelum hilang ke Amerika adalah sebagai anggota boyband.


    Apa tantangan terbesar dalam membintangi film terbaru kamu, Bumi Manusia?

    Saya belajar bahasa Jawa dan bahasa Belanda. Saya pertama membaca buku Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Tour saat di Amerika, karena ada tugas dalam kelas untuk membaca karya sastra – saya juga tidak tahu bahwa buku tersebut akan diangkat jadi film di Indonesia. Untuk tugas itu, saya memilih membaca buku Bumi Manusia dan Harimau Harimau karya Mochtar Lubis. Pulang dari Amerika lalu kemudian tahu bahwa Bumi Manusia akan dijadikan film, saya ikut casting. Saat kembali lagi ke Amerika, saya diumumkan dapat peranan Minke dan dikirimi naskahnya – saat itu masih Draft 4.




    Jika bisa bekerja sama dengan aktor dan aktris, siapakah dia, yang mungkin juga bisa membuat kamu starstruck?

    Abimana Aryasatya, ia adalah patokan saya. Lalu Cut Mini – setelah menonton Dua Garis Biru.


    Siapa mentor terbaik kamu dalam berkarier?

    Di awal karier, Riri Riza mengajarkan saya untuk menjadi aktor natural, setelah menjalani pagelaran teater musikal Laskar Pelangi yang masif. Lalu acting coach Bang Norman, karena dengannya seperti mengobrol dengan teman, bisa membahas apa saja bahkan di luar film. Lalu Agus Kencrot, seniman asal Yogyakarta, acting coach dalam Bumi Manusia.


    Bagaimana kamu melihat diri dalam lima tahun ke depan?



    Semoga saya sudah punya serial Netflix sendiri, melakukan tur dengan band saya, Summerdose, dan membintangi film dengan frekuensi dua kali setahun.



    Fotografer: Insan Obi

    Stylist: Dheniel Algamar

    Stylist Assistant: Yovita Pratiwi

    Editorial Assistant: Shamira Natanagara

    Makeup Artist: Claudya Christiani

    Hair Stylist: Rangga Yusuf

    Digital Imaging: Ragamanyu Herlambang

    Wardrobe: Amot Syamsuri Muda


    Baca wawancara Cosmo dan Iqbaal Ramadhan lainnya di majalah Cosmopolitan Indonesia edisi September 2019 dalam artikel “The Most Wanted Gen Z in Indonesia”.


    (Givania Diwiya / FT / Image: Dok. Cosmopolitan Indonesia)