Lifestyle

Aktivis Greta Thunberg Memberi Pesan Untuk Politikus di PBB

  by: Shamira Priyanka Natanagara       24/9/2019
  • Greta Thunberg, aktivis perempuan berusia 16 tahun yang memimpin gerakan mogok sekolah demi melawan pemerintah dan perusahaan yang gagal menanggapi masalah perubahan iklim, baru saja mengunjungi KTT Iklim PBB dan menyampaikan pidato yang menginspirasi, mengandung pesan untuk para politikus yang serakah.

    Setelah aksi Global Climate Strike pada hari Jumat minggu lalu, Greta mengirim pesan untuk politikus yang lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi daripada melindungi lingkungan untuk generasi muda yang harus menghadapi dampak dari tindakan mereka.

    Ketika gilirannya untuk berbicara, Greta, yang berasal dari Swedia dan telah mendorong anak-anak muda untuk bertindak demi masa depan mereka, mengatakan:



    "Ini semua salah. Saya seharusnya tidak berada di sini. Saya seharusnya di sekolah, di sisi lain samudra, tapi kalian semua datang ke anak muda untuk harapan. Beraninya kamu. Kamu telah mengambil impian dan masa kecil saya dengan omong kosong, dan saya pun masih beruntung. Orang-orang menderita. Orang-orang sekarat. Seluruh ekosistem runtuh."

    Ia lalu menjelaskan bagaimana planet ini "sedang ada di awal kepunahan massal dan kalian semua [politikus dan pemilik bisnis] hanya bisa berbicara soal uang dan dongeng tentang pertumbuhan ekonomi abadi."



    Greta juga menambahkan bahwa ia menolak untuk percaya bahwa para politikus jahat, tapi mempertanyakan bagaimana mereka bisa mengklaim mengerti tentang urgensi penanganan krisis iklim, tapi tidak membahas isu terebut. 

    Setelah mengkritik keinginan politikus untuk menjalankan "bisnis seperti biasa" dan mengedukasi mereka tentang laporan "total emisi karbon" oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, Greta menambahkan, "Kalian mengecewakan kami, tapi anak muda mulai mengerti pengkhianatan kalian. Mata generasi yang mendatang tertuju pada kalian. Dan kalau kalian memilih untuk mengecewakan kami, saya berkata: Kami tidak akan pernah memaafkan kalian."



    Donald Trump, yang menurut The Guardian adalah "seseorang yang tidak percaya akan perubahan iklim dan telah menggagalkan semua regulasi AS untuk menanggapi perubahan iklim," tidak diharapkan untuk menghadiri pidato Greta, tapi sempat hadir sebentar. Ketika Greta melihatnya, well... kamu bisa langsung membaca ekspresi wajahnya:



    Greta akan memimpin aksi pemogokan di seluruh dunia pada hari Jumat, 27 September.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Images: Dok. Cosmopolitan US)