Love & Sex

Lakukan Ini Bila Ambisi Kamu dan Pasangan Beda Arah

  by: Kezia Calesta       26/9/2019
  • Apa yang harus dilakukan bila kamu dan pasangan berbeda ambisi? Haruskah ambisi disamakan, atau ada satu pihak yang harus mengalah? Kenyataannya adalah, sifat ambisi setiap orang berbeda dan arti sukses buat seseorang tak bisa dipaksakan.


    Apakah arti ambisi?

    Umumnya, ambisi sering diasosiasikan dengan uang, gengsi, dan kekuasaan. Ambisi juga kerap muncul pada usia produktif. Misalnya, “Saya lulus dengan nilai A, dan sekarang bekerja sebagai lawyer di perusahaan minyak asing. Saya bekerja 100 jam seminggu. Tahun depan, saya ingin membuka bisnis sendiri. Ambisius? Biar saja, itu cita-cita saya!” Namun ada juga yang berpikir sebaliknya. Ingat, menyamakan ambisi pasangan tidak selalu berhasil. “Yang bisa kamu lakukan adalah saling memahami ambisi pasangan, lalu mencoba saling menyeleraskan,” ungkap marriage counselor Gleam S. Powell. Berikut beberapa kasus beda ambisi yang dialami banyak pasangan.




    Pasangan Pemalas

    Punya pasangan yang kurang hardworking? Jangan pasrah dulu. Terapkan 4 teknik berikut dahulu.



    1. Pompakan semangat kepadanya

    “Pada banyak orang, rasa malas terkadang merupakan refleksi dari rasa tak percaya diri,” ujar Bernard Guerney, Jr, direktur Individual and Family Consultation Centre di Pennsylvania State University. Semangati si dia untuk meraih sesuatu dan berani ambil risiko.


    2. Beri penekanan pada hal positif

    Bila kamu kesal dengan gaya malasnya, coba ungkit kenangan lama. Kenapa kamu jatuh cinta kepadanya? Harusnya sejak dulu kamu sudah menyadari perilaku tersebut. Coba pikirkan hal-hal positif darinya.


    3. Cari sumber masalah

    Tanya baik-baik penyebab di balik perilaku tersebut. Mungkin ia malu kalah sukses dari kamu, atau takut kesuksesan justru akan membuat kamu tak lagi membutuhkan dia. Atau mungkin ia hanya terlalu nyaman berada di comfort zone dan terlalu mudah puas akan kondisi finansialnya sekarang.


    4. Ingat, dia bukan kamu

    Jangan pernah menyamakan ambisi kamu dengan ambisinya. Kamu dan suami tetap pribadi yang berbeda. “Ambisi kamu tidak bisa menggambarkan sukses pasanganmu. Dan sebaliknya, perilaku dia juga semakin mendorong kamu untuk bekerja keras,” ujar psikolog Lonnie Barbach. Coba untuk membangun kebahagiaan dari perbedaan di antara kalian berdua, dan ingat untuk selalu suportif.


    Pasangan Terlalu Sibuk

    Bila pasanganmu seorang workaholic yang gila kerja, bantu si dia menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya agar hubungan kamu tidak renggang.



    1. Jangan mencoba untuk mengubahnya

    First things first: cobalah untuk mengerti alasan di balik sifat workaholic-nya. Saat kamu menjalankan hubungan dengan seorang pria yang gila kerja, kamu sebaiknya paham bahwa pekerjaan adalah salah satu prioritas tertinggi untuknya. Jika kamu terus mencoba untuk mengubah sifat tersebut, kamu hanya akan kecewa dan membuat hubungan semakin renggang. Terimalah dia apa adanya, namun jangan lupa untuk membuat perjanjian agar ia dapat membagi waktu dengan lebih baik.




    2. Ketahui jadwalnya

    Saat ia bekerja hingga larut malam atau membatalkan kencan karena meeting mendadak, wajar saja bila kamu kesal. So, satu hal yang bisa membangun kepercayaan antara satu sama lain adalah dengan sharing jadwal! Kamu jadi bisa mengatur quality time dengan lebih mudah, kan? Ini tidak berarti kamu harus mengecek keberadaan si dia setiap jam, lho – maksud Cosmo, cukup dengan mengetahui tanggal-tanggal penting atau deadline yang dihadapinya di minggu tersebut, kamu pun bisa menghargai waktunya dan tidak insecure saat ia tidak sempat membalas chat.


    3. Nikmati waktu bersama

    Sebelum berkencan, ingatkan si dia untuk membereskan pekerjaan dahulu agar ia tidak terus mengecek handphone-nya bersama kamu. Lalu, tentukan tipe kencan yang cocok untuk momen tersebut – apakah ia sedang ingin melepas penat dengan menikmati whisky di bar, atau lebih memilih untuk bersantai di rumah dan menonton seri Netflix bersama? Apapun ide kencannya, buatlah momen tersebut mengesankan! Dengan begitu, ia pun akan selalu menanti-nanti hari kencan dan semakin menghargai usaha kamu untuk membahagiakannya. Kamu juga bisa mencari aktivitas yang bisa dinikmati berdua seperti 10 aksi pacaran romantis ini yang tidak mengeluarkan uang.


    Ladies, bila ia tetap berusaha untuk membagi waktu dan menunjukkan apresiasinya untukmu, then he’s worth it. Namun jika sang pasangan tidak pernah mengeluarkan extra effort untuk membahagiakan kamu dan tidak pernah menjadikan hubungannya prioritas, apakah kamu mau terus membuang waktu untuk memenangkan hatinya? 


    Dua-duanya Ambisius

    Saat kedua belah pihak sangat ambisius dengan sifat yang kompetitif, keagresifan ini dapat menyebabkan perkelahian. Berikut saran Cosmo.



    1.Agree to disagree

    Hadapi konflik sebagai hal yang normal dan alami. Bertengkar itu biasa, tapi ingat bahwa setiap argumen yang keluar punya konsekuensi. 


    2. Bukan soal menang-kalah

    Jangan berpikiran kamu harus selalu menjadi pemenang, dan yang mengalah berarti ia salah. That’s not the way to do it! Cara paling bijak adalah mengambil jalan keluar yang menguntungkan kalian berdua.


    3. Time out

    Bila ada perselisihan pendapat, kemukakan dengan baik-baik dan hindari emosi berlebihan dan nada tinggi. Bila perlu, ambil kesempatan untuk time out dan mendinginkan kepala – lakukan jika sudah tak ketemu jalan keluar.


    4. Jangan mengancam

    Berteriak minta cerai atau mengancam pergi, itu hanya akan berdampak buruk. Setiap kali timbul konflik, yang harus kamu lakukan adalah mencari solusi bersama!


    (Image: Dmytro Zinkevych©123RF.com / Source: Cosmopolitan Indonesia "Oh, I'm So In Love... Relationship And Romance Guide Book")