Lifestyle

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Aktivis Muda Greta Thunberg

  by: Shamira Priyanka Natanagara       27/9/2019
  • Mungkin akhir-akhir ini kamu sering berkata, "Duh, cuacanya panas sekali!". Dan ini bukanlah sebuah metafora⁠—setelah musim hujan yang menyebabkan banjir di berbagai daerah di Indonesia, negara kita diterjang teriknya matahari yang super panas. Dan belum lagi kebakaran hutan yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan, menghasilkan polusi udara dan membuat beberapa kota tidak layak huni. Sigh...

    Cosmo yakin kalian sadar akan efek perubahan iklim yang sedang terjadi di seluruh dunia. Namun, seperti yang ditanyakan Greta Thunberg, mengapa para pemimpin negara tidak panik seakan-akan "rumah mereka terbakar"? Justru tampaknya aktivis muda inilah yang paham akan krisis iklim yang sedang kita alami dan berhasil membuat banyak warga sipil mendengarnya. 

    Kalau kamu telah membuka media sosial pada beberapa hari terakhir ini, kemungkinan besar kamu telah melihat foto dan video aksi mogok yang dipimpin oleh remaja dari seluruh penjuru dunia, dengan harapan agar pemerintah bertindak untuk mengatasi perubahan iklim. Aksi-aksi tersebut terinspirasi oleh Greta, yang sekitar satu tahun yang lalu, mulai memprotes sendirian. Jika ingin lebih mengenal sosok Greta Thunberg, berikut adalah 10 hal yang perlu kamu ketahui tentang aktivis lingkungan muda ini. 





    1. Greta berusia 16 tahun

    Greta lahir pada 3 Januari, 2003 di Stockholm, Swedia. Ibunya, Malena Ernman, adalah penyanyi opera Swedia ternama, sedangkan ayahnya, Svante Thunberg, adalah seorang aktor dan penulis.

    Menurut Country Living, ayahnya dinamakan berdasarkan Svante Arrhenius, ilmuwan penerima Penghargaan Nobel yang pertama menemukan bahwa emisi karbon dioksida dapat berkontribusi pada efek rumah kaca.


    2. Greta didiagnosis sindrom Asperger empat tahun yang lalu

    Empat tahun yang lalu, Greta didiagnosis dengan sindrom Asperger, sebuah gangguan saraf yang tergolong ke dalam spektrum autisme. Menurut yayasan National Autistic Society, individu dengan kondisi ini "melihat, mendengar, dan merasakan dunia secara berbeda dari orang lain." Kemungkinan mereka mengalami kesulitan belajar dan memahami atau memproses bahasa.

    Bagi Greta, sindrom Asperger tidak menghalangi keinginannya untuk berkampanye. Justru ia menyebutnya kekuatan super, mengatakan bahwa kondisi ini membantunya melihat dunia secara hitam dan putih dan melihat perubahan iklim sebagai masalah yang nyata dan mendesak.



    Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Greta menjelaskan, "Menjadi berbeda adalah sebuah hadiah. Hal ini membuat saya mampu melihat hal dari luar kotak. Saya tidak mudah percaya pada kebohongan, I can see through things. Jika saya seperti yang lain, saya tidak bisa memulai aksi mogok sekolah ini, misalnya."

    Country Living melaporkan bahwa Greta juga didiagnosis gangguan obsesif kompulsif (OCD) dan mutisme selektif (selective mutism), sebuah gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang ditandai oleh ketidakmampuan untuk berbicara di situasi sosial tertentu.


    3. Greta pertama kali belajar tentang perubahan iklim saat berusia delapan tahun

    Pada usia delapan tahun, Greta pertama kali belajar mengenai konsep perubahan iklim, dan ini sangat mempengaruhinya. Perasaannya yang intens sempat membuatnya depresi saat berusia 11 tahun—ia berhenti sekolah dan berat badannya turun drastis. Ia mulai berbicara pada orangtuanya mengenai kekhawatirannya terhadap lingkungan dan menanyakan apa yang ia bisa lakukan untuk membantu.



    4. Greta mulai beraksi pada tahun 2018

    Pada tanggal 20 Agustus, 2018, Greta duduk di luar gedung parlemen Swedia dengan poster yang berisi kalimat 'Skolstrejk för Klimatet' (Mogok sekolah demi iklim), menandai awal dari protes mingguannya. Ia ingin para politikus memerhatikan dan bertindak untuk menghentikan pemanasan global. Ia terinspirasi oleh remaja di Florida, AS yang melaksanakan aksi mogok sekolah untuk memprotes kekerasan senjata.

    Pada awalnya, hanya Greta saja yang duduk di luar gedung parliamen Swedia. Orangtuanya kurang yakin akan tindakannya dan tidak ada temannya yang ikut serta. Namun media mulai meliput aksi protes Greta, sehingga ribuan murid di seluruh dunia mulai bergabung dalam aksi protes mingguan #FridaysforFuture.



    5. Greta telah menginspirasi aksi mogok di seluruh dunia

    Pada Maret 2019, juru kampanye iklim dari berbagai negara bekerja sama untuk menyelenggarakan mengkoordinir aksi Global Strike for Climate yang pertama. Aksi mogok ini dihadiri lebih dari 1,6 juta orang dari 125 negara. 

    Pada 20 September, ada lebih dari 2.500 acara di lebih dari 160 negara. Menurut situs Global Climate Strike, sudah ada lebih banyak acara yang sedang direncanakan.





    6. Greta telah berbicara pada para pemimpin dan organisasi dunia

    Selain aksi protesnya, Greta juga telah mendapat banyak perhatian berkat pidatonya yang fearless dan mengkritik para pemimpin dan organisasi dunia yang kurang memprioritaskan isu pemanasan global.

    Di Forum Ekonomi Dunia 2019 yang berlangsung di Davos, Swiss, ia mengatakan:

    "Orang dewasa terus mengatakan [mereka] berhutang kepada anak muda untuk memberi mereka harapan. Namun saya tidak butuh harapanmu. Saya ingin kamu panik. Saya ingin kamu merasakan ketakutan yang saya rasakan setiap hari. Dan lalu saya ingin kamu untuk bertindak. Saya ingin kamu untuk bertindak seperti yang sepatutnya kamu lakukan dalam sebuah krisis. Saya ingin kamu untuk bertindak seakan-akan rumah terbakar karena itulah yang sedang terjadi."

    Baru-baru ini, Greta berpidato di KTT Iklim PBB di kota New York, AS. Berikut sebagian dari pidatonya:

    "Orang-orang menderita. Orang-orang sekarat. Seluruh ekosistem runtuh. Kita sedang berada di awal kepunahan massal dan kalian semua [politikus dan pemilik bisnis] hanya bisa berbicara soal uang dan dongeng tentang pertumbuhan ekonomi abadi. How dare you."



    Greta juga telah bertemu dan dipuji oleh beberapa pemimpin ternama berkat kampanyenya. Pada awal bulan ini, CNN melaporkan bahwa aktivis remaja ini bertemu mantan presiden AS Barack Obama saat ia mengunjungi Washington, D.C. untuk mempromosikan isu lingkungan. Obama menyebut Greta "salah satu advokat terbesar planet ini" dan ketika rapat memberitahu Greta, "Kamu dan saya, kita satu tim," lalu mereka melakukan fist-bump!



    7. Greta menolak untuk bepergian menggunakan pesawat


    Perjalanan udara telah membuat perjalanan lebih singkat dan mudah, tapi pesawat juga menghasilkan karbon dalam jumlah banyak. Karena alasan ini, Greta menolak untuk menggunakan pesawat ketika diundang ke acara di luar negara asalnya. Bahkan untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Swiss, ia memilih untuk melalui perjalanan selama 32 jam menggunakan kereta. Dan untuk menghadiri KTT Iklim PBB di New York, ia berlayar melintasi Samudra Atlantik dengan kapal pesiar yang menghasilkan nol emisi selama 15 hari.


    8. Greta sedang cuti sekolah selama satu tahun

    CNN mengabarkan bahwa Greta sedang mengambil cuti panjang dari sekolah untuk fokus pada menghadiri konferensi dan rapat dengan pemimpin di seluruh dunia. Menurut Time, perjalanan Greta ke Amerika Utara mencakup kunjungan ke Kanada, Meksiko, dan Chili.


    9. Greta telah dinominasikan untuk sebuah Penghargaan Nobel Perdamaian


    Pada bulan Maret tahun ini, The Guardian melaporkan bahwa Greta telah mendapat nominasi untuk Penghargan Nobel Perdamaian dari tiga anggota parlemen Norwegia. Salah satu dari mereka, Freddy Andre Ovstegard, mengatakan, "Kami telah menominasikan Greta Thunberg karena jika kita tidak melakukan apa pun untuk menghentikan perubahan iklim, ini akan menyebabkan perang, konflik, dan pengungsi. Greta Thunberg meluncurkan sebuah gerakan massal, yang saya lihat sebagai kontribusi besar untuk perdamaian."


    10. Greta memiliki banyak pengikut di media sosial 

    Greta pun menggunakan akun media sosialnya untuk mendorong orang-orang, anak muda dan orang dewasa, untuk melawan perubahan iklim. Sampai sekarang, ia memiliki 1,8 juta followers di Twitter dan 4,3 juta followers di Instagram.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Philippines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Images: )