Better You

22 Cara Terbaik untuk Move On dari Patah Hati

  by: Givania Diwiya Citta       1/9/2020
  • Cosmo turut bersedih kamu mengalami patah hati… Tapi mungkin, dengan melewati suatu putus hubungan, ini menjadi cara low-key untuk rebrand diri sendiri. Kamu bisa menjadi dirimu lagi, melakukan eksplorasi hal lain lagi, dan menjajal hal yang kamu inginkan yang mungkin belum sempat terlaksana.


    Namun jika berlarut-larut menganggap sebuah putus hubungan = kehilangan seseorang yang sempat konsisten hadir dalam hidup kita, maka akan jadi lebih sulit bagi kita untuk menatap masa depan tanpa meratapi masa lalu. Tapi tentu ini bisa dipahami kala masa-masa sulit.




    Jadi untuk membantumu move on (karena dirimu di masa depan sudah menanti kamu sembuh), Cosmo menyediakan beberapa cara praktis yang bersumber dari nasihat para ahli. Karena, ya, terkadang beli bunga untuk diri sendiri adalah awal yang bagus.



    1. Mandi setiap hari.

    Mungkin terdengar remeh, tapi percayalah, ini akan memberi perubahan. “Memprioritaskan kebersihan dan bangga terhadap penampilan diri akan membuat perasaan Anda membaik,” ujar psikolog klinis berlisensi Kristie Norwood. Jadi jangan lewatkan rutinitas mandi pagi dan sore hari. Karena pada akhirnya, mandi adalah salah satu cara terbaik untuk menjernihkan pikiran, bahkan bisa sangat therapeutic. Kemenangan kecil adalah kemenangan yang sesungguhnya.


    2. Buat papan visi.

    Ya, ini saatnya untuk melukiskan visi masa depan kamu yang keren akan menjadi seperti apa. (Saatnya untuk bangkit!) “Setelah putus hubungan, penting untuk menemukan kembali akan seperti apa hidup tanpa hubungan yang ada di masa lalu,” ujar Kristie. Jadi ambil koleksi majalah kamu – ya, boleh ambil majalah Cosmo – dan potong gambar-gambar yang bisa kamu kolase sebagai karya seni yang menerangkan kamu akan tujuan hidup dan mimpi-mimpi kamu.


    3. Pergi ke terapi.

    Tak perlu merasa terintimidasi jika akan menjadwalkan janji temu untuk terapi, saran dari pekerja sosial klinis berlisensi Amalia Miralrío. Terutama karena perspektif yang tidak bias bisa menawarkan kamu wawasan yang mungkin tak terpikirkan oleh kamu sebelumnya. 


    4. Pergi berlibur ke destinasi impian – meski sendirian.

    “Berlibur ke lokasi eksotis atau ke suatu tempat yang damai bisa jadi sumber baik untuk mengalihkan kesedihan,” ujar terapis Rev. Sheri Heller. Apa lagi yang lebih baik daripada bersantai di pinggir pantai dengan buku bacaan seru, minuman dingin, dan angin dari ombak laut? Inilah yang disebut self-care. Tapi ingat, berlibur setelah pandemi usai, ya!



    5. Menata ulang rumah.

    Selama masih #DiRumahAja, ini saatnya untuk membuang semua kenangan buruk. “Tampilan baru akan menciptakan ruang untuk sebuah memori baru. Yang lama bisa disisihkan, yang baru bisa masuk,” saran kreator dan pendiri The Feminine Truth, Krysta Monet.


    6. Buang detail yang mengingatkan pada hubungan lama.

    Ya, ini termasuk semua tiket bioskop yang kamu simpan sejak kencan pertama dengannya. “Anda tak butuh lagi pengingat tentang hubungan yang sudah tak berlaku lagi,” ujar Robyn Koenig, dating coach profesional dan CEO di Rare Find.


    7. Tulis surat unek-unek tentang mantan.

    Tapi jangan mengirimkannya betulan, ya! Dan hanya ceritakan pada adik perempuan atau seseorang terdekatmu, seperti yang dilakukan Lara Jean (?). “Intinya bukan untuk mengirimkan surat kebencian tersebut, tapi justru sebagai prosesi dalam melepas energi yang beracun,” saran Samantha Gregory, penulis No More Crumbs: How to Stop Dating for Crumbs and Get the Cake You Finally Deserve.


    8. Jawab ‘iya’ untuk semua hal.

    “Apalagi jika Anda putus dari hubungan jangka lama, di mana Anda sudah berkompromi dan bernegosiasi tentang apa yang Anda makan, ke mana Anda pergi, apa yang Anda tonton, dan dengan siapa saja Anda bersosialisasi,” ujar Trish McDermott, CEO dari Meetopolis Dating. “Siapakah diri Anda dan apa yang membuat Anda sungguh-sungguh bahagia? Sekarang adalah saatnya untuk mencari tahu.”


    9. Makan seorang diri.

    Baik itu di restoran Thailand favorit kamu atau memasak menu favorit di rumah, kamu hanya perlu makan di meja dan menikmatinya dengan khidmat. “Merasa nyaman dengan kesunyian yang baru adalah bagian dari proses penyembuhan,” ujar Megan Cannon, pemilik Back to Balance Counseling.



    10. Daftar kelas boxing – atau kelas bela diri apapun.

    “Terkadang Anda hanya butuh sebuah wadah untuk menyalurkan energi negatif setelah putus hubungan,” ujar Celia Schweyer, ahli kencan dan hubungan di DatingScout. Percayalah, meninju sesuatu (di kelas yang formal dan legal) akan menolong kamu melepas stres.




    11. Block mantan di Instagram.

    Jika godaan untuk melihat kabar mereka di Insta Story sudah mulai mengganggu, block saja akun mantan. Dengan begini juga, ketika kamu sudah mulai bangkit dan membagikan aktivitas harian kamu lagi, kamu akan tahu tak ada dorongan pikiran bahwa Story kamu akan dilihat oleh mantan.


    12. Jangan terlalu sering berbicara jelek tentang mantan.

    Tentu saja rasanya ringan ketika mencurahkan tentang keburukan mantan ke para sahabat, dan menceritakannya membuat kamu seolah dalam keadaan yang lebih baik ketimbang mantan yang buruk. Ini bisa jadi sebuah obat instan, tapi jangan bergantung pada hal ini. Mendengarkan teman-teman kamu menjelek-jelekkan seseorang yang sudah membuat kamu patah hati rasanya memang seperti puas melihatnya terkena karma, tapi sebenarnya, kesehatan dan kebahagiaan kamu tidak harus bergantung dari menjelek-jelekkan seseorang yang lain.


    13. Jangan buru-buru minta “tetap jadi teman” – dan kalau mantan yang meminta ini, bilang padanya kamu butuh memikirkannya dulu.

    Ini adalah dorongan impulsif semata karena kamu tak ingin terlihat menderita terhadap putusnya hubungan kamu. Karena kamu seolah ~santai~ dengan perpisahan ini. Padahal sebenarnya, dalam masa putus yang canggung ini, akan sulit untuk tahu apakah kamu benar-benar bisa menganggapnya sebagai teman. Umumnya, situationship itu mencakup seseorang yang ingin jadi teman saja, dan satunya lagi ingin jadi lebih dari sekadar teman. Kamu harus mengelola perasaan kamu dulu sebelum menjalani pertemanan yang sungguhan sehat…meski Cosmo tak yakin berteman dengan mantan akan selalu jadi hubungan yang sehat. Yang perlu kamu ingat, bukan berarti kamu kalah jika kamu tak berteman dengan mantan.


    14. Banyak luangkan waktu berada di luar rumah.

    Terdengar klise, tapi udara segar benar-benar bisa menjernihkan pikiran kamu. Jadi terpapar sinar matahari sewaktu-waktu adalah hal yang baik. Coba sisihkan setidaknya dua jam dalam sehari untuk pergi dari Goa Keterpurukan dan berinteraksilah dengan Dunia Luar.



    15. Ketahui bahwa tidak apa-apa untuk bersandar pada teman-teman.

    Putus hubungan bisa membuat orang terkuat sekalipun merasa tak berharga, lho. Jadi habiskanlah waktu bersama orang-orang yang mengapresiasi dan mengingatkan kamu bahwa kamu ini orang yang cukup baik. Inilah saat jaringan dukungan yang kuat jadi esensial, karena teman-teman akan memperlihatkan bahwa kamu ini tetap berharga dan tak berkurang nilainya. Saat self-esteem kamu sedang rendah, orang-orang inilah yang akan membuat kamu merasa berdaya sembari kamu mengelola kembali self-worth.


    16. Makan keju di malam hari.

    Ya, kamu punya izin penuh untuk makan keju di malam hari selama menjalani putus hubungan. Fran Walfish, PsyD, psikoterapis dan ahli hubungan berbasis di Beverly Hills, bilang bahwa minum susu atau makan daging kalkun, keju, yoghurt, ataupun es krim sebelum tidur bisa menenangkan kamu berkat kandungan tryptophan di dalamnya – agen penenang alamiah yang membuat kamu relaks tanpa obat-obatan.


    17. Kalau kamu mulai berkencan dengan orang lain, jalanilah secara pelan-pelan.

    Hei, kawan. Kamu ‘kan baru saja mengakhiri suatu hubungan dan hatimu sedang terbolak-balik ataupun meledak seperti sebuah tanker di film Jean-Claude Van Damme. Kalau bisa, jalanilah kencan baru ini pelan-pelan dan nikmati sebagai hal yang santai, karena ini akan memberi kamu waktu untuk mengevaluasi apakah kamu benar-benar siap untuk membagi hidup bersama seseorang lagi, atau kamu hanya ingin sebuah pelarian saja.


    18. Ciptakan rutinitas waktu tidur.

    Saat kamu mengalami sebuah putus hubungan, belajar untuk bangga pada hal-hal kecil bisa membuat kamu maju terus. Lagipula, hadiah apa yang paling tepat untuk menjawab teriakan “Aku berhasil bangkit dari kekacauan” selain lewat mendapat tidur yang cukup setiap malamnya? Fran menyarankan untuk pergi tidur di jam yang sama, dan mengatur alarm di jam yang sama juga setiap harinya. Hindari menatap layar (TV, komputer, ponsel) setengah jam sebelum tidur. Layar hanya akan membuat kamu terjaga, lagipula, sampai kapan kamu berharap ada drama di timeline atau scroll Instagram yang ‘tidak disengaja’ hingga membuat kamu stalk kehidupan baru mantan?


    19. Kalau kamu dapat undangan pesta untuk bertemu teman-teman mantan… tetaplah #DiRumahAja, pakai sheet mask, makan Chinese food, dan tonton Stranger Things.

    Karena pergi ke pesta yang dominannya ada kehadiran mantan tak akan menyembuhkan kesehatan emosional kamu. Dan melihat mantan lagi hanya akan membuka luka kamu.



    20. Jangan rancang skenario untuk memenangkan hatinya lagi, tapi rancang skenario untuk memenangkan diri kamu kembali.

    Baca buku yang menginspirasi, ikutilah kelas olahraga, atau pergilah bersama sahabat ke suatu tempat. Cat ulang kamar mandi kamu – apapun itu, lakukanlah. Lakukan hanya untuk diri kamu sendiri.


    21. Hindari mengunggah detail kehidupan kamu di Facebook.

    Atau Twitter. Atau Instagram. Atau Tumblr. Pokoknya nikmatilah hidupmu! Mengabari dunia lewat media sosial tentang kesedihan kamu sangat tak disarankan, lagipula kamu akan merasa malu di masa depan. Siapa juga yang akan baca? Tante yang kamu temui setahun sekali itu? Anak baru di divisi lain yang kamu pernah temui di kantor?


    22. Berhenti menyalahkan diri sendiri dan berhenti berpikir mengandai-andai.

    Berhentilah berpikir seperti, kalau saja saya nonton film Bourne lebih banyak, atau, kalau saja saya mewarnai rambut jadi blonde. Berhentilah. It takes two to tango.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Kal Visuals on Unsplash / Anna Breslaw, Carina Hsieh, Taylor Andrews)