Better You

11 Tips dalam Menjaga Kesehatan untuk Anak Kos

  by: Givania Diwiya Citta       8/9/2020
  • Pandemi COVID-19 belumlah usai, dan Cosmo yakin, karena kamu telah masuk ke artikel ini, artinya kamu akan kembali, atau sudah kembali, atau bahkan selama awal karantina kamu telah menetap di kos. Sementara itu, kos-kosan, seperti yang mungkin kita juga tahu sendiri, cenderung jadi pabrik kuman meski keadaan dunia sedang dalam situasi normal. Jadi, uhm, menjadi anak kos di kala pandemi akan jauh lebih menantang daripada biasanya.


    Sebelum kita masuk ke nasihat dari para ahli untuk tetap terhindari dari COVID-19, Cosmo punya sedikit PR untuk kamu: Cari tahu banyak info tentang panduan kesehatan dan social distancing yang diberlakukan di wilayah kos kamu dan kampus ataupun tempat kerja kamu. Karena protokol mendasar inilah yang harus dipatuhi agar bisa tetap sehat di masa sekarang.




    Sekarang, setelah kamu tahu harus mulai dari mana, maka berikut ini adalah tip spesifik untuk para anak kos dalam menjaga kesehatan, selama pandemi belum selesai. C.A.T.A.T.



    1. Jangan sentuh wajah di area publik

    Semua peraturan untuk “jangan menyentuh wajah” sudah jadi tren sejak bulan Maret, karena tangan kita bisa membawa virus untuk masuk ke mulut, hidung, ataupun mata. Tapi peraturan ini menjadi lebih penting untuk dipatuhi ketika kamu punya ruangan yang dipakai bersama di kos, seperti dapur ataupun kamar mandi, ujar Shira Doron, MD, hospital epidemiologist and infectious disease physician di Tufts Medical Center. Itu karena kamu kemungkinan besar kerap menyentuh permukaan yang orang lain juga sentuh, dan kamu tak bisa memastikannya apakah tiap permukaan selalu dibersihkan dengan disinfektan, jelas Shira.


    2. Bersihkan tangan secara teratur

    Jika kamu belum punya wastafel sendiri di dalam kamar kos, maka hand sanitizer akan jadi sahabat baru kamu. Tapi kamu tak perlu menggila, karena bukan berarti kamu harus memakainya setiap 10 menit saat hanya duduk nonton Netflix di kamar. Itu tidak perlu, ya…


    Maksudnya, gunakanlah saat momen-momen penting, seperti saat sebelum makan, atau setelah berada dari area publik, ujar Tim Lahey, MD, director of medical ethics and infectious disease physician di University of Vermont Medical Center. Gunakan juga setiap saat kamu akan menyentuh wajah, tambah Dr. Doron.


    3. Buka jendela kamar sebisa mungkin

    Seperti yang mungkin sudah kamu dengar, virus Corona bisa tersebar melalui udara. Dan ruangan yang kecil serta padat barang (seperti kebanyakan kamar kos) bisa mempermudah virus untuk menyebar, ujar Dr. Doron.


    “Salah satu cara termudah untuk menginterupsinya adalah dengan mendapatkan udara bersih masuk ke dalam ruangan untuk melemahkan virusnya,” ujarnya. Jadi pada dasarnya, bukalah jendela kamar kos sebisa mungkin. Oh, dan hanya sebagai info, kamu tak perlu menghabiskan banyak uang untuk sebuah air purifier. Para ahli tak yakin jika alat itu bisa membantu menghentikan penyebaran COVID-19, jadi lebih baik ikutilah metode membuka jendela yang lebih terbukti (serta lebih murah) ini, jelas Dr. Lahey.


    4. Bawa alat masak atau cuci alat masak yang dipakai bersama

    Kalau kamu berbagi dapur dengan beberapa anak kos lainnya, maka kamu sangat disarankan untuk membawa sendiri alat masak dan alat makan – seperti punya shower caddy sendiri untuk alat masak kamu, ujar Dr. Doron. Dengan begitu, kamu akan menghindari menggunakan alat yang mungkin tak tercuci dengan baik.


    Terdengar merepotkan? Maka pastikan saja untuk membersihkan dulu alat-alat yang digunakan bersama sebelum kamu memakainya, ujar Dr. Lahey. Panduan CDC untuk shared housing adalah rekomendasi mengenakan sarung tangan saat menyentuh alat yang belum dicuci, dan kemudian mencucinya dengan sabun cuci piring dan air hangat, sebelum menaruhnya ke dishwasher.



    5. Bawa pulang makanan dari kantin prasmanan

    Jika 90% sumber makanan kamu adalah dari kantin prasmanan, maka kamu perlu mempertimbangkan alat makan yang akan digunakan. Seperti apakah alat makannya sekali pakai, atau punya tempat cuci yang baik di sana.


    Tapi kamu tetap harus mempertimbangkan di mana kamu akan makan. Cara yang lebih aman adalah membawa pulang makanan tersebut, dan kamu bisa memakannya di luar atau di dalam kamar kamu, ujar Dr. Doron. Dengan begitu, kamu tak perlu berada di kerumunan ketika makan tanpa menggunakan masker.


    Meski kamu tetap bisa makan langsung di tempat, namun tetap pastikan bahwa kamu berjarak setidaknya dua meter dari orang lain yang sedang makan, ujar Dr. Lahey. Beberapa kantin mungkin telah menerapkan hanya ada satu kursi di setiap meja makannya.


    6. Putuskan siapa saja yang bisa masuk gelembung aman kamu

    Agak tidak realistis, ya, untuk sungguh-sungguh menjaga jarak dengan. setiap. orang. yang. ditemui. di mana pun. Jadi kata Dr. Lahey, ia merekomendasikan untuk membuat sebuah ‘gelembung’ yang berisi beberapa orang terpilih yang kamu bisa merasa nyaman berada di dekatnya. “Kamu harus menerima kenyataan bahwa kalian pasti akan saling terpapar, dan kalau ada salah satu dari kalian yang sakit, maka ada risiko bahwa orang-orang terdekat kamu membawa penyakit, namun begitulah hidup,” ujarnya.


    Jadiii, bagaimana caranya untuk membuat gelembung yang aman? Gelembung itu seharusnya diisi oleh sekelompok kecil orang – teman sekamarmu, pacarmu, satu atau dua sahabatmu, ujar Dr. Lahey. Inilah orang-orang yang kamu bisa merasa nyaman ketika tak harus pakai masker, seperti orang-orang yang berada di dekatmu hampir 24/7 pada masa awal-awal karantina diberlakukan. Namun untuk menciptakan gelembung yang aman ini sukses, maka kamu harus mematuhi beberapa aturan.




    Anggaplah semua orang dalam gelembung itu saling merasa nyaman dengan satu sama lain, saran Dr. Lahey. Mungkin itu artinya kalian semua harus setuju bahwa jika pergi maka hanya pergi dari kos ketika butuh untuk belanja bahan makanan harian, atau kalian setuju tak akan nongkrong dengan orang lain di luar gelembung kalian tanpa mengenakan masker dan jaga jarak dua meter. Kalau kalian tak bisa setuju pada aturan-aturan mendasar ini, maka pertimbangkanlah lagi apakah orang-orang tersebut tepat untuk masuk gelembung kamu, ujar Dr. Lahey.


    Lalu, kamu pun TIDAK BISA berada di banyak gelembung lain, karena sistem gelembung itu tak akan punya dampak nantinya. Pikirkan saja, kalau kamu memasukkan sahabat kamu ke dalam gelembung kamu, maka kamu pun akan terpapar dengan teman sekamarnya atau teman-teman lainnya karena ia tinggal berdekatan dengan mereka. Jadi untuk menjaga agar angka dalam gelembung tidak bertelur lebih banyak, tetapkan saja tanggung jawab yang disepakati bersama, dan pastikan kalian tidak saling menemui orang lain di luar gelembung tanpa menerapkan social distancing.


    7. Pakai masker ketika kamu sedang berada dengan orang di luar gelembung

    Baik saat di kampus ataupun tempat kerja, tindakan teraman adalah selalu mengenakan masker. Apalagi ketika kamu akan berada dengan orang lain yang tak masuk ke dalam gelembungmu, selalu gunakanlah masker, ujar Dr. Lahey. Meskipun kamu harus mengenakan masker di ruang kampus atau ruang kerja. Biarkanlah.


    8. Ketahuilah batasan ukuran perkumpulan dan patuhi aturannya

    Pada dasarnya, kamu memang sedang tidak bisa berpesta. Maaf! Memang mengecewakan, tapi mematuhi ukuran perkumpulan (alias tetap membuat acara berkumpul dalam kelompok kecil dan menjaga jarak) itu super penting, ujar Dr. Doron. Banyak kasus yang meningkat dalam angka penyebaran virus Corona adalah karena orang-orang melanggar batasan ukuran perkumpulan, jelas Dr. Doron.


    Peraturannya memang berbeda di tiap wilayah, tapi pastikan kamu mengetahui batasannya ya, dan patuhi. Statistiknya sederhana, lho. Kalau kamu nongkrong dengan jumlah orang yang lebih sedikit, kemungkinannya kecil untuk kamu terkena COVID-19 atau tak sengaja menyebarkannya, ujar Dr. Doron.


    Dan jika harus berkumpul, cobalah untuk bertemu di area outdoor, jangan di kamar kos kamu atau kos teman lain, tambah Dr. Lahey.



    9. Bawa barang-barang yang membuat kamu tetap waras

    Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan merawat kesehatan mental kita juga. Dr. Lahey merekomendasikan untuk menanyakan pada diri sendiri, “Apa yang akan saya lakukan untuk memastikan bahwa saya sudah merawat diri saya?” Kemudian, bawa barang-barang apapun yang kamu butuhkan untuk membuatmu tetap waras, semisal face mask yang menenangkan ataupun mat untuk meditasi.


    Apakah ada upaya lain untuk menjaga kewarasan kamu? Coba pikirkan aktivitas seru yang bisa kamu lakukan bersama teman-teman meski dengan peraturan social distancing. Bawa raket tenis, sepatu trekking, speaker – semua yang kamu butuhkan untuk membuat sesi bertemu teman secara jaga jarak tetap menyenangkan.


    10. Bicaralah jika kamu merasa tak aman

    Mungkin kamu merasa sudah terlalu banyak orang yang menggunakan kamar mandi sharing di rumah kos kamu dalam satu periode waktu. Atau mungkin jika dapur sudah ramai dengan banyak orang. Jangan takut untuk berbicara dan memberi gagasan solusi jika keadaan di kos membuatmu tak nyaman, ujar Dr. Lahey.


    Bicaralah pada pengurus atau pemilik kos, atau minta tolong pada salah satu anak kos lain yang mungkin bisa membantumu untuk membuat rencana tentang bagaimana membuat keadaan kos menjadi lebih nyaman, seperti punya sistem untuk ruangan bersama tentang kapan saja ruang itu bisa digunakan. Kalau kamu merasa tak nyaman, kemungkinan bukan kamu sendiri yang merasakannya.


    Begitu pula, jangan takut untuk bicara jika teman satu rumah kos kamu ada yang tidak mematuhi peraturan jaga jarak atau seseorang dalam gelembung tak menerapkan batasan yang sudah disepakati bersama. Coba minta orang tersebut untuk mengubah perilakunya, dan jika tak berhasil, maka batasi diri kamu agar tak terpapar dengannya. Bisa jadi artinya kamu meminta untuk pindah kamar atau meminta dengan baik agar orang tersebut meninggalkan gelembung kamu, tergantung dari seberapa berisikonya perilaku mereka menurutmu.


    11. Jika kamu punya gejala sakit, segera lakukan tes ASAP (dan ingatkan yang lain untuk melakukannya juga)

    Mengikuti protokol kesehatan dan mengambil tes ketika kamu merasa punya gejala adalah salah satu cara terbaik untuk menekan penyebaran virus.



    Gejala ringan seperti hidung tersumbat, pusing, atau apapun yang terasa seperti alergi bisa saja adalah COVID-19, jadi sebaiknya kamu melakukan tes meski hasilnya negatif, ujar Dr. Doron. Dan pastikan untuk tetap berada di area yang dirujuk dari tes sampai kamu mendapatkan hasilnya, tambah Dr. Doron. Dengan begitu, kamu tak akan memaparkan diri ke orang lain ketika di kos, apalagi jika kamu benar-benar terjangkit. Stay safe and healthy, girls!


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Vlada Karpovich from Pexels / Kara Cuzzone)