Love & Sex

Simak! Ini 5 Tanda Pasangan Kamu Butuh Waktu Sendiri

  by: Kezia Calesta       4/9/2020
  • Meskipun kamu sudah terjalin dalam hubungan asmara yang serius, terkadang ada masanya di mana kamu atau pasangan ingin mencari me-time, alias menghabiskan lebih banyak waktu sendiri. Ingat, ini tidak berarti perasaan cinta tersebut sudah hilang. Timbulnya keinginan untuk me-time biasanya disebabkan oleh kejenuhan, stres akibat berbagai macam faktor seperti karier atau masalah keluarga, hingga kekurangan quality time dengan teman-teman. Berikut tanda bahwa pasanganmu sedang membutuhkan waktu sendiri, dan cara terbaik untuk menanggapinya!


    1. Ia sedang bad mood

    Ada dua hal yang bisa kamu lakukan saat suasana hati si dia sedang buruk: coba untuk menghiburnya, atau memberikannya waktu sendiri. Ada banyak faktor yang bisa membuatnya bad mood dan malas meladenimu: mulai dari alasan sederhana seperti lapar atau lelah, banyak beban pikiran, hingga kelakuanmu yang mengesalkannya. Meskipun kamu sangat menyayangi pasanganmu, ingat bahwa setiap orang butuh waktu pribadinya sendiri. Jika kamu tidak bisa menghargai fakta tersebut, pasanganmu pun akan mulai mencari cara dan alasan untuk me-time, dan ia pun akan mulai berbohong. So, let your partner focus on themselves, and use this time to focus on yourself too!




    2. Ia mencari keributan tanpa alasan jelas

    Terkadang, pertengkaran dengan pasangan dapat membetulkan masalah dan membantu kamu mengerti cara pikir satu sama lain. Namun, ada juga tipe argumen tidak penting yang pointless dan hanya membuang waktu.

    Saat pasanganmu membutuhkan waktu sendiri, cara termudah untuk mendapatkan kebebasan tanpa harus meminta izin adalah dengan memulai pertengkaran yang tidak jelas…hanya supaya ia mendapat alasan untuk menghabiskan waktu tanpamu. Jika kamu merasa bahwa ia sering melakukan ini, saatnya mengadakan diskusi yang serius tentang apa yang dia inginkan dari hubungan ini.


    3. Ia lebih stres dari biasanya

    Stres tidak hanya bisa memperburuk kesehatan fisik dan mental, tetapi juga bisa merusak hubungan jika tidak dibicarakan dengan baik. Jika pasanganmu sedang stres akibat masalah finansial, keluarga, karier, atau kesehatan, kamu perlu sadar bahwa inilah yang menjadi prioritas di pikirannya sekarang. Sebagai pasangan yang suportif, berikan dukungan saat ia memerlukannya, dan jangan menuntut terlalu banyak darinya. Percayalah, sang pasangan akan semakin mengapresiasi kamu!




    4. Ia terlalu banyak menghabiskan waktu denganmu

    Apakah kalian bertemu hampir setiap hari, atau mungkin rutinitas hubunganmu terlalu monoton? Meskipun kalian menyayangi satu sama lain, lambat laun kejenuhan dapat muncul, dan perasaan ini dapat memicu pertengkaran. Untung menghindari ini, cobalah untuk mengurangi frekuensi bertemu dengan memperbanyak alone time untuk menekuni hobi masing-masing. Atau, biarkan si dia menghabiskan waktu dengan teman-temannya, dan kamu sendiri juga dapat melakukan hal yang sama. When spending time together, look for fun activities! Kalian bisa bermain game baru, mengunjungi suatu tempat menarik, atau pergi road trip bersama teman-teman.


    5. Ia sudah tidak merasakan koneksi denganmu

    Here’s the worst case scenario. Seorang pasangan akan membutuhkan waktu sendiri jika ia sudah tidak menyayangimu seperti dulu, bila ia tertarik dengan orang lain, jika ia tidak melihat masa depan denganmu, atau saat ia merasa bahwa hubungan ini sudah tidak baik untuknya. Sometimes, they just want to be single again.

    Namun sebelum kamu berasumsi dan melabrak si dia, ingat untuk mencari waktu yang terbaik agar kalian bisa membicarakan hal ini terlebih dahulu dan menyampaikan isi hati satu sama lain. Communication is key!


    (Image: doc. Unsplash)