Love & Sex

Hubungan Tidak Sehat, Ini 10 Tanda Pasangan Kamu Toxic!

  by: Kezia Calesta       17/9/2020
  • Saat kamu berada dalam sebuah hubungan yang sehat, kamu mendukung satu sama lain dan menjadi orang yang lebih baik dan bahagia. Meskipun konflik itu pasti ada dalam sebuah hubungan, kalian akan mengambil waktu untuk berdiskusi, menuntaskan masalah tersebut, dan menganggapnya sebagai pelajaran untuk mengenal satu sama lain secara lebih dalam.


    Namun, beda halnya dengan toxic relationship. Jika hubungan kamu sering membuatmu merasa lelah dan tidak bahagia, dan harga diri kamu terus menurun… those are bad signs. Hubungan bisa tampak sehat di awal, namun seiring waktu, emosi yang terpendam atau sifat-sifat negatif yang bermunculan dapat mengubah hubungan menjadi toxic.




    Berikut tanda-tanda hubungan toxic yang wajib kamu perhatikan.


    1. Kamu kurang merasa didukung

    Saat kamu berada dalam hubungan sehat, kamu selalu mendukung karier pasanganmu, dan ia sepatutnya melakukan hal yang sama. You should be supportive of each other’s goals.


    2. Kamu yang selalu mengalah

    Dalam sebuah hubungan, kedua pihak harus bekerjasama. Jangan pikir kalau kamu yang terus bekerja, terus mengalah, terus menunjukkan kasih sayang, bahwa ia akan berubah untukmu. It’s not worth the effort.


    3. Ia tidak menunjukkan usaha

    Apakah ia jarang mau meluangkan waktu atau usaha demi kamu? Atau… sekalinya ia menunjukkan effort, ia mengungkitnya berkali-kali untuk mengingatkan kamu bahwa ia seorang pasangan yang baik? No, thanks.


    4. Ia selalu berbohong

    Ia pikir bahwa berbohong kepada pasangannya itu hal yang wajar, dan sepatutnya dimaklumi. Where did that come from?


    5. Kamu selalu dibandingkan dengan orang lain

    Apakah kamu selalu dibandingkan dengan orang lain, seperti pasangan temannya… atau mantannya yang lebih cantik, pintar, sukses? That feeling of never being good enough really sucks.




    6. Ia menghitung kesalahanmu

    Apakah kamu merasa bahwa ia selalu membuat mental note saat kamu mengecewakannya, sehingga ia bisa selalu menggunakan kesalahan tersebut sebagai senjata untuk lain waktu? Akibatnya, kamu akan selalu merasa takut dengannya dan was-was setiap ingin bertindak.


    7. Tidak ada masalah yang terselesaikan dengan baik.

    Apakah ia jarang meminta maaf saat melakukan kesalahan? Atau, ia hanya mendiamkan kamu sampai kamu menyerah dan pura-pura melupakan masalah tersebut? You need to be able to resolve conflict in a healthy relationship. Jika tidak, emosi negatif tersebut akan terus terpendam dan membusuk dalam diri kalian.


    8. Ia posesif dan tidak memercayaimu.

    Ia memiliki trust issues, alias tidak bisa percaya denganmu 100%. Ia menuduh kamu sebagai pembohong, tukang manipulasi, atau suka selingkuh. Padahal, kamu tidak pernah melakukan apapun! Karena itu, ia tidak mau kamu meninggalkan sisinya, dan ia tidak senang jika kamu mau menghabiskan waktu sendiri atau dengan orang lain tanpanya.


    9. Ia tidak menyukai keluarga atau teman-temanmu.

    Ia tidak pernah mau meluangkan waktu ataupun usaha untuk berkenalan dengan keluargamu, karena “ayahmu tidak menyukai saya” atau “saya tidak merasa nyaman saja”. Ditambah lagi, ia tidak menyukai teman-temanmu dan tidak senang jika kamu ingin menghabiskan waktu dengan mereka, karena “mereka memberikan pengaruh buruk untukmu”. Well, that’s for you to decide, not his!


    10. Ia menyakiti kamu secara fisik atau verbal.

    You know these are deal-breakers, right? Lebih baik berstatus single daripada harus menghabiskan waktu dan energi dalam sebuah hubungan toxic.


    LANJUT BACA: Cara Mengakhiri Hubungan Toxic dan Mencintai Diri Sendiri


    (Image: doc. @cookie_studio via Freepik)