Celebrity

Cosmo 23rd Anniversary: Ringgo Agus Berbagi Pelajaran Hidup

  by: Givania Diwiya Citta       22/9/2020
    • Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-23 bulan ini, Cosmopolitan Indonesia mengajak beberapa selebriti untuk berbagi pesan positif di tengah situasi yang tidak menentu ini.
    • Ringgo Agus Rahman membeberkan cerita tentang pembelajaran hidup, pilihan karier, sampai membagikan pesan positif dalam menghadapi pandemi untuk kita semua.


    Apa yang membuat Anda bertahan dan merasa bahagia dengan pilihan karier Anda?

    Sebenarnya karier ini tidak disengaja, karena saat itu ada yang menawarkan saya untuk main film. Bahkan sampai sekarang, ada saja yang masih menawarkannya. Mengapa saya bertahan? Selama masih ada yang menawarkannya, dan jika ceritanya bagus, saya akan senang sekali untuk menjalankannya! Saya akan mengambil kesempatan apapun yang terbuka untuk saya. Mungkin sekarang adalah untuk berakting di film, tapi mungkin saja nanti saya bisa mencoba karier yang lain. Siapa tahu!  

    Saya merasa hidup itu untuk mencoba banyak hal. Jadi setiap ada kesempatan yang belum pernah saya tahu muncul, meskipun belum tahu apakah itu akan membuat saya bahagia atau tidak, saya akan mencobanya. Namun biasanya, di setiap hal yang saya lakukan, saya harus selalu berusaha untuk bahagia! Toh, tidak ada buruknya menjadi apapun. Semisal sekarang jadi pegawai, banyak orang yang bilang ‘Mau sampai kapan jadi pegawai? Berbisnis, dong!’ Padahal, tidak salah juga untuk menjadi pegawai. Saya tidak pernah melihat salah atau benar, apapun posisi saya pada saat itu, saya berusaha sebaik mungkin menjalaninya dan saya tidak mencoba untuk membenci keadaan saya di titik hidup mana pun. Jadi saya mencoba untuk bahagia saja! 




    Saya merasa hidup itu untuk mencoba banyak hal. Jadi setiap ada kesempatan yang belum pernah saya tahu muncul, saya akan mencobanya.


    Pelajaran hidup terbaik apa yang Anda dapatkan sejauh ini?

    Pelajaran hidup pertama: Saya adalah orang yang pemalas dan lelah berkompetisi, karena menurut saya, memang hidup ini hanya tentang berkompetisi saja? Kalau saya punya pikiran lain untuk tidak berkompetisi, boleh, dong. Saya hanya mau menikmati diri saya dan keluarga saya saja. 

    Pelajaran hidup kedua: Segila-gilanya saya bekerja menghasilkan sesuatu, namun kalau ternyata itu bukanlah milik saya, maka hal itu akan dihilangkan dengan begitu mudahnya. Maksudnya, saya dulu pernah merasakan bekerja gila-gilaan, namun tiba-tiba semudah itu hasilnya hilang, bahkan tertipu oleh hal yang tidak saya sadari. Semua materi yang sudah saya kumpulkan hilang begitu saja. Akhirnya saya sadar, hidup itu bukan hanya sekadar tentang mengumpulkan dan menjaga sesuatu seerat mungkin, karena jika ia harus hilang, maka ia akan hilang. 




    Apa yang harus saya lakukan saat itu? Mencoba menerima keadaan. Memang sulit, tapi saya coba terima dan saya harus menjalani hidup dengan sekecil apapun titik kebahagiaan yang bisa saya temukan di kondisi tersebut. Susah memang, tapi dicoba saja. Menurut saya, akan lebih mudah dilalui juga ketika Anda tidak sendirian, baik itu dengan kehadiran pasangan, ataupun anak, mereka membuatnya lebih mudah untuk dijalani.




    Saya harus menjalani hidup dengan sekecil apapun titik kebahagiaan yang bisa saya temukan.


    Ketika sedang tidak bekerja, hal apa yang biasa Anda lakukan untuk melepas penat dan menghibur diri?

    Saat pandemi ini, mental luar biasa teruji. Tidak bekerja, tidak melakukan apapun, sampai menghibur diri pun susah. Tapi biasanya saya mendekatkan diri dengan musik. Saya selalu membawa speaker ke mana pun, dan mengajak orang untuk mendengarkan musik yang sesuai dengan situasi, semisal lagu yang menyenangkan atau yang bisa membuat bernyanyi bareng, bahkan musik-musik di zaman saat kita lebih muda dari sekarang! Lalu saya juga senang fotografi. Meskipun saya tak jago, tapi saya senang menghasilkan foto-foto yang saya suka, seperti memotret kelakuan istri dan anak saya. Terakhir, tentu saja main game saat sudah stuck!



    Baca juga: Ringgo Agus Rahman Berbagi Pesan Positif untuk Masa Pandemi


    (Givania Diwiya / FT / Image: Dok. Ringgo Agus Rahman / Layout: Rhani Shakurani)