Celebrity

Exclusive Interview: Reza Chandika, Sang Internet Darling

  by: Giovani Untari       27/9/2020
    • Host dan content creator Reza Chandika berbagi bersama Cosmopolitan Indonesia seputar karier serta filosofi hidupnya yang ternyata begitu mendalam dan anti toxic positivity.
    • Simak perbincangan spesial antara Cosmpolitan dengan Reza Chandika berikut ini.


    Ketika banyak orang berlomba dan mengatur strategi untuk menuai popularitas di media sosial, pria satu ini justru mengaku bahwa ia sama sekali tidak memiliki formulasi tertentu atas segala pencapaian kariernya yang begitu bersinar.

    Well, mungkin inilah alasan mengapa Reza Chandika menjadi persona yang begitu dicintai oleh warganet.



    Ia adalah pribadi yang lucu, penuh spontanitas, cerdas, dan punya banyak karya serta prestasi yang sampai saat ini ia sendiri pun sering tidak pernah menyangka bisa meraihnya. Satu yang pasti, pria berzodiak Virgo ini juga memiliki prinsip kerja dan hidup yang akan membuat kita semua mengerti mengapa ia adalah sang internet darling yang begitu istimewa di generasi saat ini.

    Simak interview menyenangkan (dan penuh makna!) antara Cosmopolitan Indonesia bersama Reza Chandika berikut ini:


    Karir Reza Chandika dimulai dari ranah radio. Sebenarnya apa mimpi awal kamu dalam dunia karier? Apakah mejadi penyiar radio memang masuk dalam mimpi, dalam daftar mimpi Reza?

    Sebenarnya menjadi penyiar radio itu memang menjadi salah satu dari mimpi saya. Dan sepertinya memang pada akhirnya diarahkan ke arah sana pula sejak saya SMA. Tapi kalau ditanya, mimpi saya memang tidak cuma satu. Saya waktu sempat ingin jadi seorang desainer, karena saya sering kali kesulitan menemukan pakaian dan celana yang pas. Bisa dibilang mimpi saya cukup ramai, karena.. kebetulan mimpi itu kan gratis ya. Saya juga sempat bermimpi menjadi seorang penyanyi. Ehh... siapa sangka jika ketiganya saat ini bisa menjadi realita.


    Apa hal terbaik yang Reza dapatkan selama berkarier di dunia radio dan penyiaran?

    Bisa bertemu dengan orang-orang yang baik. Entah itu dari kolega kerja, bos, narasumber, pokoknya dengan semua orang yang sempat saya temui ketika menjadi seorang produser ataupun penyiar radio. Karena menurut saya setiap pertemua baik itu pertemuan yang menyenangkan atau sebaliknya, hal tersebutlah yang membuat etos kerja saya terbentuk sampai saat ini. Jadi bagaimana, enak kerjasama saya? Enak kan?


    Darimana ide awal kamu membuat podcast RAPOT bersama Ankatama, Nastasha Abigail, dan Radhini yang sampai sekarang ini bisa memiliki begitu banyak penggemar?

    Nah lucunya saya, Abigail, Anka, dan Radhini memang sudah sahabatan kan sebelumnya. Sebelum ada RAPOT kita sempat sama-sama menjadi penyiar radio di dua perusahaan yang berbeda. Ketika satu persatu dari kita resign, kita semua sempat berpikir “Kok sudah lama sekali ya tidak saling ketemuan? Kangen ya rasanya.” Padahal biasanya kita setiap hari bertemu di kantor. Abigail lah yang saat itu menginisiasi untuk membuat podcast bareng. Saya pikir kenapa tidak, karena niat awalnya supaya bisa bertemu dengan sahabat-sahabat saya. Ehh nggak tahunya yang mendengar podcast RAPOT ini banyak ya. Terima kasih sekali pemirsa yang sudah mendukung RAPOT!




    Cosmo cukup penasaran, bagaimana caranya menyatukan karakteristik kalian ber-empat yang semuanya begitu berbeda untuk podcast ini?

    Bisa dibilang RAPOT itu sebenarnya agak curang ya, haha.. Karena kebetulan kita ber-empat sahabatan lalu sama-sama datang dari dunia penyiaran. Jadi kalau membahas sebuah topik, agar obrolannya kita tidak “nabrak” itu kita seperti sudah tahu formulasinya. Seperti bermain games, kita sudah tahu cheat-nya. Tapi karena karakteristik kita yang berbeda ini jugalah yang menurut saya akhirnya menyatukan kita ber-empat. Sebenernya podcast RAPOT sendiri isinya seperti oborolan pertemanan yang kita rekam, lalu jadilah RAPOT.



    Reza Chandika selalu berhasil membawa banyak hal-hal baru untuk kariernya. Salah satunya adalah single "Sampai Kapan" yang merupakan kerjasama Reza, Rendha Rais dengan Laleilmanino. Seperti apa perasaannya saat pertama kali ditawarkan proyek lagu tersebut?

    Ini adalah sesuatu yang saya sendiri sungguh tidak menyangka karena awalnya saya dan Gamal sedang main ke studionya Organic Records. Ketika itu di sana ada Laleilmanino dan Nino sempat bilang “Eh coba deh lo nyiptain lagu.” Terus ya sudah saya iseng-iseng coba buat lagu dan disempurnakan kembali lagunya oleh Nino. Akhirnya juga sempat direkam karena saya pikir hanya untuk iseng-iseng saja. Sampai suatu hari Nino menelpon saya dan mengajak saya untuk menyanyikan lagu tersebut. Jujur saya sempat terkejut karena lagu tersebut saya buat untuk iseng saja. Tapi ya saya pikir ini adalah sebuah keberuntungan, bukan? Banyak sekali orang diluar sana yang ingin lagunya diciptakan oleh Laleilmanino. Saya juga sangat senang bisa berduet dengan Rendha Rais yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Meski kita berdua di sini dibilang suara dan teknik tidak jago seperti penyanyi lainnya, tapi ya saya ingin menuntaskan kepercayaan yang sudah diberikan oleh Laleilmanino. Semoga berfaedah bagi para pendengarnya. Ehh ternyata banyak yang bilang berfaedah. Terima kasih sekali lagi.



    Berarti ke depannya, ada kemungkinan besar kita bisa melihat lagi Reza Chandika sebagai seorang penyanyi?

    Takut!!! Tapi sejauh ini saya dan Rendha merasa bahwa apa yang kita buat dan kerjakan untuk lagu ini, mood-nya seperti sedang bermain. Jadi kalau ditanya apakah masih mau jika ada tawaran lain? Ya kenapa tidak. Tapi bukan berarti kita berdua akhirnya jadi terlalu ambisius dan mengejar karya lagi di bidang musik. Bagi saya kalau ada tawaran lagi ayo. Tapi kalau belum ada, ya tidak masalah. Yang pasti kita berdua sama-sama enjoy dengan proses pengerjaan lagu ini. Bagi saya ini semacam proyek yang tertidak menyangka di dunia. Karena biasanya kita tahu Rendha fokus di dunia fotografi, saya nge-host. Tiba-tiba kita berdua malah disatukan dan menyanyi. Jadi vibes-nya seperti sedang bermain dan bekerja. Doakan? Amin.


    Pernahkan kamu menemukan titik stuck dalam karier? Dan bagaimana cara Reza akhirnya berhasil melaluinya?

    Saya itu orangnya ternyata lumayan cepat bosan. Jadi kalau dibilang stuck mungkin itu adalah titik di mana sudah merasa “Harus ngapain lagi ya biar beda dan tidak monoton?” seperti itu. Makanya kalau saya sedang stres, biasanya saya lebih memilih lari ke gambar. Dulu awal-awal saya membuat Snapchat dengan gambar-gambar, itu sebenarnya karena saya sedang merasa sangat stuck. Terus menggambar menjadi salah satu hobi yang therapeutic untuk sayaYa dari sana saya mulai menggambar. Terus terkadang saya suka ditanya “Eh kak mana, kok sekarang gambarnya hilang?” Ya padahal niatnya saya gambar, tetapi jadi banyak yang menantikan. Sampai akhirnya saya tidak mau menggambar lagi haha.. Tapi akhirnya akhir-akhir ini saya sedang mulai menggambar lagi. Jadi apakah saya sedang stres? Tentukan sendiri.




    Apa milestone terbesar yang berhasil Reza capai di tahun 2020 ini dari sisi karier? 

    Nah begini, saya itu bukan orang yang menaruh ambisi saya ke depan. Jadi dulu saya termasuk orang yang kalau mau A, saya akan bekerja keras supaya mendapat si A tersebut. Dan ketika saya tidak bisa mendapat si A ini, wow saya merasa sedih dan gagal total! Walaupun sebenarnya orang jatuh kan seharusnya bisa bangkit lagi ya. Jadi sekarang saya percaya dan berprinsip bahwa saya harus mengerjakannya sesuatu dengan benar. Benar di sini itu maksudnya jangan melakukan hal yang menyakiti hati orang lain atau curang ya. Bagi saya pada akhirnya yang terpenting adalah kita mengerjakan sesuatu dengan benar, karena itu akan membawa kamu pada sesuatu yang lebih baik lagi ke depannya. Dan saya sudah merasakan betapa bekerjanya prinsip tersebut, di mana saya pun suka terkejut jika mendapat sesuatu yang baik. Maka terkadang saya suka bilang, “Wow kok bisa ya?”

    Contoh ya di tahun 2020 ini, saya tidak menyangka jika yang tadinya Instagram LIVE saya sama Vidi Aldiano untuk karaokean bareng dan iseng itu, ternyata bisa membuat kita karaokean bersama tiga gubernur dan mba Najwa Shihab. Jadi lagi-lagi menurut saya 2020 lucu sih. Karena kita semua tahun ini sedang sama-sama dalam mood berjuang ya. Bukan hanya saya atau 100 orang, tapi satu dunia. Terus tiba-tiba ada kejadian yang lucu seperti itu di hidup saya. Saya benar-benar bertanya “Hah kok bisa ya? Itu semua bukan hal yang saya tuju, tapi kok bisa ya?”


    "Bagi saya pada akhirnya yang terpenting adalah kita mengerjakan sesuatu dengan benar, karena itu akan membawa kamu pada sesuatu yang lebih baik lagi ke depannya."

    -Reza Chandika-


    Sebagai seorang content creator yang dikenal memiliki ide-ide out of the box, darimana biasanya kamu mendapatkan ide tersebut?

    Hmm.. saya tuh sebenarnya juga masih deg-degan ya kalau orang memberi title saya sebagai content creator. Sampai kalau mau pergi liburan terus harus mengisi visa yang menuliskan pekerjaan apa, saya jujur sempat bingung. Berbeda jika dulu kan saya masih bisa mantap mengisinya radio producer atau announcer. Sekarang saya suka bingung harus menulis apa. Sampai akhirnya saya berpikir, ya sudah lah ya. Saya kan punya podcast dan podcast itu adalah bentuk sebuah konten. Saya pada akhirnya memang membuat konten juga, create.. lalu menjadi content creator. Akhirnya saya belajar menerima title ini. Tapi kembali ke topik, jujur saya kalau di Instagram, benar-benar tidak memiliki formula apapun. Saya bukan tipe yang “Oh hari ini saya harus nge-post ini, terus nanti di lengkapi sama yang bagian buah-buahan, lalu di sini bagian furniture estetik.” Tidak sama sekali. Apa yang ingin saya unggah ya... saya unggah saja, tidak ada formula tertentu. Apa yang saya buat ya biasanya memang itulah yang sedang saya pikirkan atau mood saya sedang seperti itu. Makanya kadang saya suka bingung jika ada yang bertanya: “Kak bagaimana sih tips biar Instagram.....” Saya bingung harus menjawab apa, karena saya juga cuma rakyat biasa yang bermain Instagram pada umumnya. Cuma ya kebetulan banyak yang melihat ya, saya anggap ini sebagai sebuah berkah.


    Bagaimana sih cara Reza Chandika supaya tetap happy dan mengatasi rasa stres di saat pandemi ini?

    Saya itu anti sekali sama yang namanya toxic positivity. Saya anti ketika kita lagi dalam keadaan hiruk pikuk kebingungan dan anxiety ini, terus saya harus, “Hai geng stay positive!” Padahal setelahnya saya di kasur malah menangis sejadi-jadinya. Jadi di mood di mana kita sama-sama sedang berjuang ini, menurut saya apapun yang kamu rasakan, entah itu senang atau sedih tidak apa-apa untuk merasakannya. Terus nantinya kamu pasti akan tahu bahwa akan ada waktunya ‘Oke sudah cukup rasa sedihnya nah sekarang ayo saatnya saya move on dan coba berjuang lagi’. Ingat kita sama-sama sedang berjuang dan kamu tidak sendirian. 





    Terkadang dalam hidup kita tidak selalu berhasil mendapatkan apa yang diimpikan. Sebagai seorang Virgo yang dikenal perfeksionis, bagaimana cara Reza untuk berdamai dengan hal tersebut?

    Benar! Jadi sedikit cerita di tahun 2012 lalu ada tiga ambisi saya yang gagal total. Nah sejak saat itu saya sudah mulai menjadi orang yang anti ekspektasi atas apa yang saya kerjakan. Tapi saya percaya, lagi-lagi apapun yang saya kerjakan itu, harus saya kerjakan dengan benar, tidak menyakiti orang lain, dan bukan sesuatu yang negatif. Hal itu pasti akan membawa diri kamu kepada sesuatu yang lebih baik. Meski kita tidak tahu kapan, tapi yang terpenting apa yang kamu kerjakan sekarang walau itu bukan passion kamu sekalipun, asalkan kamu mengerjakannya dengan benar nanti pasti ada waktunya kok apa yang kamu inginkan pasti terwujud. Saya orang yang percaya dengan formula seperti itu.


    "Ingat kita sama-sama sedang berjuang dan kamu tidak sendirian."
    -Reza Chandika-


    Ada sebuah quotes yang mengatakan "The most happiest person is the saddest", apakah ini related bagi Reza yang selalu kita kenal terlihat ceria?

    Waktu itu ada yang sempat mengirimkan direct message (DM) saya di Instagram dan bilang begini “Kak iri deh hidupnya kak Reza bahagia terus ya”. Kalau sudah mendengar kata iri itu saya suka, ehh jangan sampai iri. Takutnya nanti dipikir hidup saya itu seperti di dunia kartun. Saya ingin selalu bilang bahwa sebenarnya saya ini ada juga kok sedihnya, marahnya, dan rasa kecewanya. Tetapi kebetulan saya memang lebih nyaman untuk mengeluarkannya kepada teman-teman dan keluarga saya. Jadi saya rasa kita tidak boleh men-judge orang-orang yang mungkin suka curhat dan sedih di media sosial. Karena mungkin mereka merasa nyamannya di situ. Tapi kebetulan kalau saya, menemukan solusinya dari teman-teman dan keluarga saya. Dan bagi saya rasa sedih itu adalah sesuatu yang wajar. Makanya saya sering bilang pura-pura bahagia itu lebih susah lho dibanding pura-pura sedih. Jadi hey, kalau kamu sedang tidak bahagia ya tidak apa-apa merasakan hal itu.


    Satu pelajaran hidup terbaik yang Reza Chandika dapatkan sejauh ini?

    Wow! Jangan menyakiti hati orang, itu aja sih. Simple banget ya? Jangan menyakiti hati orang lain, selalu menjadi orang yang jujur, s jadilah diri sendiri! Mungkin orang-orang akan berpikir “Ya gue juga tau kali!” tapi sungguh menjadi diri sendiri itu adalah kuncinya.



    Apa persepsi yang orang lain sering berikan kepada Reza Chandika, tapi sebenarnya itu tidak sesuai dengan kamu?

    Apa ya? Hmm.. mungkin ada beberapa orang berpikir ya udah Reza itu orang depan kamera ibaratnya. Padahal saya dulu pernah menjadi produser selama tiga tahun dan bersyukur bisa sampai dipercayakan memegang program-program prime time. Jadi saya kalau lagi diberi cue card atau sesuatu, saya suka ‘gatal’ dan bilang “Eh mendingan seperti ini deh... karena...” Jadi seperti, Reza EO? Bukan sih, tapi saya suka greget dan berakhir malah memberi masukan supaya lebih baik. 


    "Jangan menyakiti hati orang lain, selalu menjadi orang yang jujur, dan jadilah diri sendiri."
    -Reza Chandika-


    Apa mimpi terbesar kamu yang belum terwujud?

    Bisa tinggal satu kompleks dengan teman-teman saya sendiri. Coba kalau kita tuan takur ya, pasti saya belikan deh tanah buat teman-teman saya. Sayangnya saya hanya rakyat biasa. Hmmm.. tapi kebayang bukan serunya sekompleks dengan teman-teman kamu?



    Kalau tidak menjadi Reza Chandika seperti yang kita kenal sekarang, kira-kira kamu akan menjadi apa?

    Sejujurnya saya masih ingin kerja di dunia fotografi dan menjadi desainer. Terus saya juga ingin menajdi pelukis, karena saya suka menggambar sejak kecil. Apa saya jadi pelukis saja ya? Ada yang tahu bisa les di mana ya kira-kira? 



    Oke, apakah Reza termasuk tipe yang percaya pada cinta pada pandangan pertama?

    Wah.. mana bisa nih orang-orang Virgo kalau ditanya pertanyaan seperti ini. Bapernya bisa luar biasa! Iya kali ya, tapi saya kebetulan juga belum pernah pacaran, tapi ya cinta dan sayang gitu, haha...


    Satu nasihat yang bisa Reza berikan kepada Cosmo babes yang mungkin saat ini sedang bingung akan mimpinya dan mungkin belum menemukan apa yang menjadi passion-nya?

    Pokoknya apa yang kamu kerjakan sekarang, selama kamu mengerjakannya dengan sebaik mungkin dan tidak menyakitkan hati orang lain lagi-lagi percayalah pasti itu akan membawa kamu ke jenjang yang lebih baik. Seperti itulah konsep hidup saya. Saya bahkan tidak pernah yang “Aduh harus gimana ya cara supaya bisa di-interview oleh Cosmopolitan? Wah apakah saya harus foto-foto dengan barang-barang estetik? Atau saya harus pura-pura ketiduran dengan gaya keren?” Tentu tidak. Bisa-bisa tiba-tiba ada di sini hari ini, menurut saya ya ini salah satu momen “Lho kok bisa ya?” dalam hidup saya lagi. 






    Penulis: Giovani Untari

    Photographer: Hadi Cahyono

    Digital Imaging: Raghamanyu Herlambang

    Fashion Stylist: Astriana Gemiati

    Makeup: Lorita Young @loritayoung_mua

    Wardrobe: MORAL @studiomoral, Rama Dauhan Design Studio @ramadauhandesignstudio

    Ilustrasi: S. Dewantara