Love & Sex

7 Tips Agar Hubunganmu Bersama Pasangan Selalu Awet & Bahagia

  by: Giovani Untari       3/9/2021
  • Mari kita mulai dengan kumpulan best-love-advices dari para pakar relationship. Meski belum ada yang bisa menjamin hubungan akan selalu berjalan sempurna, paling tidak kamu sudah punya sejumlah cheat sheat terbaiknya!


    Entah apakah status kamu saat ini adalah seorang single, memiliki teman kencan, atau terikat dalam sebuah hubungan, terkadang rasanya ada begitu banyak ‘rules’ yang harus diikuti, bukan? Mulai dari urusan menavigasi media sosial (apakah kamu mengunggah foto selfie berikut dengan tagar #CoupleGoals atau waktu posting yang terlalu cepat?), berlanjut ke perasaan bimbang haruskah kamu menjadi pihak yang mengirim pesan WhatsApp pada si dia terlebih dulu atau lebih memilih menunggu tiga hari setelahnya? Yang mana pada akhirnya setiap orang juga memiliki opini berbeda atas sebuah konsep hubungan yang bertahap ataupun cepat. 



    Tetapi selagi belum ada short cut bergaransi dan trusted dalam urusan menemukan sosok partner impian atau juga sesuatu yang dapat membuat hubungan semakin kuat, Cosmo berbicara dengan beberapa pakar love and relationship untuk membocorkan saran cinta terbaik yang pernah mereka berikan kepada klien mereka. Girls, siapkan catatanmu...



    1. Jangan lupa self-love!

    Sebelum “berinvestasi” dalam sebuah hubungan dan berharap segala teori yang ada bekerja secara otomatis, sangat krusial untuk mencintai dan menerima dirimu terlebih dahulu. Ini untuk memastikan bahwa kamu tidak akan berubah menjadi sosok yang toxic dalam hubungan, dengan bersikap mengharapkan pasangan dapat memenuhi segala kebutuhan pribadi kamu. After all, sebuah hubungan yang sehat terjadi ketika kamu dapat bertanggung jawab atas emosi diri sendiri. 

    Bharti Jatti Varma, seorang Clinical Hypnotherapist and Holistic Facilitator di Illuminations Wellbeing Centre, Dubai, menjelaskan: “Sebuah hubungan tidak seharusnya menjadi penopang—atas sesuatu yang Anda butuhkan untuk melengkapi hidup. Jika Anda mencari hubungan untuk mengisi kekosongan atau hanya berlandas rasa kebutuhan, hubungan tersebut tidak akan memenuhi apa yang Anda cari. Sebaliknya, suatu hubungan seharusnya mampu meningkatkan perasaan yang telah dimiliki dan membuat Anda merasa utuh dan lengkap.”


    TIPS:

    Meski sangat penting untuk belajar tentang self-love, Dr. Vassiliki Simoglou, Counseling Psychologist at the Maple Tree Center, Dubai sekaligus Assistant Professor di Zayed University, UAE, mengingatkan kita untuk menghindari bersikap terlalu self-centerd atau justru terlalu mengorbankan diri. “Sebuah hubungan akan berubah menjadi penderitaan ketika Anda tidak dapat menemukan cara untuk menyeimbangkannya.”



    2. Jangan menunggu prince charming datang

    Rasanya terlalu naif untuk mengasumsikan orang yang dicintai akan membawa kamu pada kehidupan yang bahagia-selamanya. Tetapi mitos ini dapat menjaga kamu ketika menerima sebuah pernyataan cinta dan menyadari bahwa cinta tidak selamanya seindah dongeng.

    Menurut Ava Khan, seorang life and spiritual coach di Dubai mengatakan, "Anda tidak bisa mengharapkan seseorang secara ajaib ‘mendobrak dinding kastil’ dan menyelamatkan Anda. Hanya diri Anda sendiri yang dapat melakukannya terlebih dahulu dengan cara membuka hati dan mempersilahkan orang lain untuk ke dalamnya. Anda pun harus memberikan mereka kesempatan untuk mengerti kepribadian dan berada di sana untuk Anda.”


    3. Hindari terlalu posesif pada pasangan

    Sure, menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan memang sangat penting, tetapi ingat jangan menjadi terlalu posesif!

    Sebagai gantinya, biarkan pasanganmu tetap memiliki ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Di mana hal ini juga akan membuat hubungan menjadi lebih erat. Reenu Sahore, seorang relationship expert and life stress coach asal Dubai pun mengibaratkan sebuah hubungan layaknya menggenggam pasir di telapak tangan.

    “Genggam dengan tangan terbuka, maka pasir tersebut akan tetap berada ada di tempatnya. Tetapi ketika Anda menutup tangan dan menggenggamnya terlalu erat, pasir tersebut akan berjatuhan bahkan tumpah. Sama halnya dengan hubungan, jika Anda melonggarkan hubungan dengan tetap memberi rasa respek dan kebebasan bagi satu sama lain, maka berpeluang membuat hubungan yang dijalani tetap utuh. Tetapi saat Anda mencoba mengikatnya terlalu kuat dan posesif, hubungan lebih potensial menjadi kandas.”


    TIPS:  

    Menjalani kehidupan yang terpisah dengan perbedaan hobi dan minat tidak hanya memberikan kamu kesempatan untuk menjaga kebebasan dan menikmati waktu pribadi masing-masing. Hal ini juga akan membuat kamu serta pasangan lebih excited untuk bertemu satu sama lain. Seperti pepatah yang menyatakan: jarak dapat membuat rasa cinta tumbuh menjadi lebih besar



    4. Tetapkan batasan dalam hubungan

    Sangat mudah untuk kehilangan diri sendiri dalam sebuah hubungan dan hanya terfokus pada apa yang pasangan inginkan, ketimbang menghargai apa yang dibutuhkan serta tujuan pribadi. Tetapi ini artinya kamu juga berpotensi mengorbankan kebahagiaan pribadi berikut segala cita-citamu. Reenu merekomendasikan untuk membuat peraturan dasar dalam sebuah hubungan.

    “Peraturan ini akan membuat keduanya merasa nyaman dan membangun self-esteem yang lebih positif.” Ia pun menyarankan setiap pasangan berdiskusi mengenai batasan dan membicarakan hal tersebut di titik awal hubungan yang mereka jalani. Mulai dari hal-hal seperti apakah kamu dan pasangan merasa nyaman atau tidak dalam urusan mengecek handphone masing-masing, hingga diskusi mengenai “tuntutan” memberi kabar dan keberadaan satu sama lain dalam sehari.



    “Buatlah diskusi yang jelas bersama pasangan tentang apa yang Anda inginkan dan poin apa yang berpotensi membuat kalian jenuh. Kita terkadang cenderung lebih fokus pada orang lain, tetapi melupakan apa hal penting yang benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.”


    5. Bangun kedekatan fisik bersama si dia

    Cosy up! Salah satu kunci hubungan yang sukses datang dari prioritas tentang sebuah keintiman fisik. Studi menemukan fakta bahwa pasangan yang telah bersama selama lebih dari 10 tahun dan mendeskripsikan diri mereka tetap memiliki intensitas cinta adalah mereka yang menunjukkan afeksi besar satu sama lain. Jadi siapa bilang cerita rom-coms tidak realistis?


    TIPS:

    Bergandengan tangan secara reguler dapat membantu membangun dan memperkuat perasaan serta kedekatan dengan pasangan. “Hasrat manusia atas sentuhan akan terus diperlukan sepanjang hidupnya,” tambah Reenu.


    6. 'Berinvestasilah' dalam hubungan yang dijalani

    Segala hal baik membutuhkan waktu—dan dalam hubungan pun juga berlaku hal tersebut. Resha Erheim, konselor Life Works Foundation di Dubai, menuturkan: “Hubungan layaknya tanaman, Anda harus merawatnya dan menginvestasikan cinta di dalamnya, maka hubungan akan tumbuh. Sebaliknya jika Anda mengabaikannnya, maka ‘mereka’ akan mati.”

    Ini juga berlaku apabila kamu seorang single— di mana, apa yang kamu cari adalah apa yang akan didapatkan, seperti sebuah nasihat dari Khaled Ghorab, sosok coach dan relationship expert. Ia menganjurkan kliennya untuk mengimajinasikan seperti apa hubungan yang mereka inginkan, ketimbang tenggelam pada rasa frustasi belum menemukan partner yang tepat. “Jika standar kita rendah, maka kita pun akan mendapatkan cinta berdasarkan standar tersebut.”


    TIPS:

    Bersabarlah dengan kesalahan yang dibuat oleh pasangan, serta berilah waktu untuk membuat hubungan kalian berkembang. Tetapi jika hubungan yang kamu jalani tidak berjalan dengan baik, bersantailah sebab paling tidak kamu telah berusaha yang terbaik dalam hubungan tersebut. Daripada kamu menyesal karena menyerah begitu cepat.



    7. Ingat, kebahagiaanmu adalah tanggung jawab pribadimu dear!

    Pada akhirnya, sebuah hubungan dapat menjadi terasa menarik dan menyenangkan, bila pasangan tidak selalu bertugas menjadi pihak yang membuat kamu bahagia. Sebab pasangan pun ada kalanya akan memiliki titik up and downs dalam hidupnya, seperti halnya orang lain.


    Anne Jackson, certified relationship and development coach di Dubai menegaskan satu hal: “Bila Anda mencari seseorang hanya untuk ‘melengkapi hidup’, Anda mencari ke arah yang salah atas untuk sebuah konsep kebahagiaan sejati. Sangat mudah untuk merasa senang ketika pasangan melakukan hal yang sesuai dengan keinginan Anda—di mana ini sangat mungkin terjadi pada fase honeymoon, tetapi pada akhirnya adalah suatu hal yang impossible untuk terus mempertahankan mood baik dan kasih sayang langsung hanya untuk satu orang sepanjang waktu, selamanya."





    (Artikel pernah dimuat di Cosmopolitan India July 2019 dengan judul "Your Cheat Sheat to The Perfect Relationship?" / Penulis asli: Layla Haidrani / Alih bahasa: Giovani Untari / Images:  Dok. Sharon McCutcheon on Unsplash, Joanna Nix-Walkup on Unsplash, Alvin Mahmudov on Unsplash)