Lifestyle

Bikin Lapar! 5 Serial Jepang Bertema Kuliner di Netflix

  by: Alexander Kusumapradja       7/9/2021
  • Sebagai salah satu bangsa dengan nilai filosofis yang kental pada setiap aspek kehidupannya, bukan hal mengherankan kalau tradisi kuliner punya nilai filosofi mendalam di kehidupan masyarakat Jepang selain tentu saja cita rasanya yang menggugah selera. Banyak orang pergi berlibur ke Jepang dengan tujuan utama berwisata kuliner, namun dalam kondisi pandemi seperti sekarang, keinginan itu mungkin sebaiknya ditunda dulu. Tapi sebagai gantinya, kita bisa menonton beberapa serial Jepang bertema kuliner di Netflix yang tak hanya membuat kita lapar tapi juga punya pesan tersendiri soal menjalani hidup. Psst… Jangan tonton dalam kondisi perut kosong ya Cosmo babes karena kamu nanti malah nggak konsen karena ikut lapar, hehehe.


    1. Midnight Diner: Tokyo Stories




    Disadur dari serial manga berjudul sama karya Yaro Abe, Midnight Diner adalah serial antologi garapan Joji Matsuoka yang bercerita tentang sebuah kedai makanan kecil (izakaya) yang berada di Shinjuku, Tokyo. Hanya buka dari tengah malam sampai jam 7 pagi, pemilik kedai ini adalah seorang chef misterius (Kaoru Kobayashi) yang dipanggil “Master" oleh para pelanggannya yang datang dari berbagai kalangan: mulai dari pekerja kantoran, sopir taksi, hingga anggota yakuza dan wanita tunasusila. Di setiap episodenya biasanya berfokus pada satu pelanggan tertentu dan masalah pribadinya. Sambil memasak menu pesanan si pelanggan, sang Master akan memberikan saran atau berbagi pendapat soal masalah tersebut dari yang ringan hingga yang menyayat hati. Peran makanan pun bukan cuma props saja tapi seringkali menjadi simbol yang berkaitan dengan inti cerita dan di setiap akhir episodenya, Master akan menunjukkan cara memasak menu tersebut yang bisa diikuti oleh penonton di rumah. Rata-rata resepnya pun tergolong makanan yang cepat dan mudah diolah serta ditemukan bahan-bahannya, jadi pas banget sih kalau kamu mau mulai mencoba masak menu-menu Jepang yang lezat for late night craving.



    2. What Did You Eat Yesterday?

    Shiro Kakei (Hidetoshi Nishijima) adalah seorang pengacara yang terlihat seperti karyawan Jepang biasa yang terlihat lurus-lurus saja. Namun, ia punya satu rahasia yang tak ia ungkapkan di kantornya: bahwa ia adalah seorang gay dan tinggal bersama pacarnya, Kenji Yabuki (Seiyo Uchino), seorang penata rambut yang lebih bebas dan terbuka pada orientasinya. Rutinitas Shiro sepulang kerja adalah membeli bahan masakan di toko langganan dengan bujet bulanan yang sudah ia tetapkan dengan cermat dan kemudian pulang untuk memasak makan malam bersama Kenji. Di siang hari, keduanya sibuk bekerja masing-masing sehingga makan malam bersama di rumah sambil bercerita soal hari mereka adalah waktu berharga untuk keduanya. Masalah mulai muncul ketika keduanya pergi ke luar dan seorang pelanggan Kenji menyapa mereka dan tahu soal hubungan keduanya. Hal ini membuat Shiro tak nyaman dan mempertanyakan soal prinsip mereka yang berbeda. Diangkat dari manga berjudul sama karya Fumi Yoshinaga, walaupun ada bumbu BL(Boys Love)-nya namun serial ini lebih merupakan slice of life pasangan gay paruh baya di Jepang dan isu realistis tentang keluarga, penerimaan jati diri, dan keberanian menjadi diri sendiri. Dan tak lupa, resep-resep makanan rumahan yang mudah dibuat dengan harga bahan yang terjangkau.


    3. The Road to Red Restaurant List


    Kamu termasuk yang suka “me time” kulineran setiap akhir pekan baik bersama teman atau seorang diri? Kalau iya, kamu pasti suka serial ini deh. Tamio Suda (Takayuki Hamatsu yang sebelumnya dikenal di film One Cut of the Dead) adalah seorang karyawan kantoran biasa yang setiap harinya sibuk dengan urusan kantor yang bikin stres. Namun, ia punya cara tersendiri untuk melepas jenuh di akhir pekan. Di Jumat malam selepas bekerja, ia akan pulang untuk berganti baju dan langsung pergi menyetir mobil seorang diri mengunjungi berbagai kedai makan di berbagai penjuru Jepang. Kedai makanan yang ia kunjungi adalah kedai-kedai legendaris namun hampir bangkrut yang menawarkan menu “Zetsumashi” atau kuliner lokal yang terancam punah. Melihat Suda menikmati “me time”-nya dengan cara sederhana namun punya makna yang mendalam membuat kita jadi ikut merasa healing, dan uniknya, kedai makanan yang dikunjungi Suda di setiap episodenya memang betulan ada di Jepang dan bisa jadi bucket list untuk kuliner trip ke Jepang kalau kondisinya sudah memungkinkan nanti.




    4. The Way Of the Hot & Spicy


    Kenta Sarukawa (Akito Kiriyama) yang bekerja sebagai tim sales di sebuah perusahaan minuman di Osaka dipindahtugaskan ke kantor cabang Tokyo. Dalam outing kantor pertama bersama koleganya ke sebuah restoran, Kenta terkejut saat mencicipi menu bercita rasa super pedas (gekira/super spicy). Namun menurut bosnya, mampu menyantap makanan pedas adalah salah satu kunci kesuksesan dalam karier dan Kenta pun akhirnya ikut penasaran tentang hal tersebut. Cara Kenta menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan kariernya ikut terefleksi dalam usahanya menaklukkan menu-menu super pedas lainnya yang mouthwatering. Untuk pecinta kuliner pedas, kamu pasti ikutan menahan air liur yang muncul saat menonton serial berjumlah 12 episode ini.


    5. Samurai Gourmet


    Seorang pria 60 tahun bernama Takeshi Kasumi (Naoto Takenaka) menjalani masa pensiunnya dengan berkeliling Tokyo untuk mengeksplorasi kuliner lezat yang belum pernah ia coba setiap harinya dan tanpa sadar menghidupkan persona lain dalam dirinya: seorang samurai pengelana di Jepang masa feodal. Dalam setiap episode yang berdurasi 20 menit, kita bersama Takeshi akan diingatkan kembali betapa menyenangkannya mencoba hal baru sekaligus mengenang kembali semangat masa muda kita yang dulu pernah ada namun tertimbun oleh kecemasan dan keraguan saat terjebak pada kehidupan usia dewasa.


    (Alexander Kusumapradja/Image: Dok. Netflix)