Better You

8 Tanda Hubungan Pertemanan yang Merenggang

  by: Alexander Kusumapradja       10/9/2021
  • Cosmo babes, kalian sadar tidak sih kalau seiring bertambahnya umur dan kesibukan, lingkaran pertemanan kita juga cenderung menyempit? Menurut riset yang dilakukan tim peneliti di University of Oxford dan Aalto University, hal ini umumnya terjadi setelah kita menginjak usia 25 tahun. Mereka menganalisa data dari 3 juta pengguna ponsel untuk mengidentifikasi frekuensi dan pola komunikasi lelaki dan perempuan. Hasilnya, rata-rata orang begitu menginjak usia 25 tahun mulai tak seaktif sebelumnya dalam menjaga komunikasi dengan teman dan kontak sosial mereka, dan perempuan ternyata lebih cepat kehilangan pertemanan kasual dibanding lelaki.

    Ada banyak alasan kenapa akhirnya banyak hubungan pertemanan yang merenggang. Nomor satu jelas karena semakin bertambahnya umur, kita juga makin fokus dengan kehidupan pribadi. Ada yang setelah menikah atau punya anak jadi mau tak mau tak bisa sering bertemu dengan temannya, ada juga hubungan pertemanan yang dingin dengan sendirinya. Kalau dulu kita seolah-olah tak terpisahkan, kini jadi sibuk masing-masing dan saat dipaksakan bertemu, bukannya kembali hangat seperti dulu justru malah terasa canggung dan akhirnya makin melebarkan jarak.

    Pandemi COVID-19 yang membuat kita harus menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah jelas punya pengaruh pada hubungan pertemanan kita juga. Sebuah survei yang dilakukan Swinburne University tahun lalu mengungkap bahwa rata-rata orang dewasa mengalami penyusutan hubungan sosial selama pandemi. Tanpa adanya kontak fisik seperti pelukan, banyak yang merasa hubungan mereka jadi kaku dan bahkan banyak pertemanan yang akhirnya tak bisa bertahan.



    Kita juga sebetulnya tak harus berusaha setengah mati mempertahankan semua pertemanan yang ada dan terkadang memang butuh waktu yang tepat agar pertemanan kita terasa cair dan tak kaku lagi. Tapi tak ada salahnya memerhatikan beberapa tanda berikut sebelum hubungan pertemanan kita putus for good:


    1. Semakin jarang menghabiskan waktu bersama

    Dari yang awalnya seminggu sekali bertemu atau setidaknya teleponan, berangsur menjadi dua minggu sekali, sebulan sekali, dan akhirnya lupa kapan kalian terakhir bertemu langsung. Kita memang tak harus memaksakan bertemu setiap saat, tapi di saat kita mulai tak merasa kehilangan atau membuat usaha untuk bertemu, di saat itu lah hubungan telah renggang mungkin tanpa disadari. Jangankan bertemu langsung, sekadar telepon atau chat juga sudah tak sesering dulu. Kalau sebelumnya kalian bisa berjam-jam ngobrol soal apa saja, kini untuk sekadar memberi kabar atau say hi pun bisa dihitung dengan jari.

    2. Sering membatalkan janji

    Kalau dulu bikin janji untuk kumpul dan bertemu rasanya mudah sekali, sekarang kok rasanya susah banget cari waktu dan tempat yang pas untuk janjian ya? Begitu sudah fix, eh salah satu dari kalian ujung-ujungnya membatalkan janji di last minute dengan berbagai alasan. Pertemanan juga bisa dibilang tak terselamatkan bila dari kamu yang justru cenderung mencari alasan untuk menghindari pertemuan tersebut.

    3. Obrolan tak sedalam dulu dan hanya basa-basi

    Kalau dulu kamu merasa bisa cerita apa saja dengannya hingga hal pribadi sekalipun. Kini kamu lebih hati-hati dan berpikir ulang untuk itu dan akhirnya obrolan kalian cuma sekadar basa-basi yang standar. Hal ini sadar atau tidak bisa menjadi tanda kalau kamu sebetulnya tak lagi merasa aman dalam hubungan pertemanan ini.

    4. Tak lagi punya minat yang sama

    Dulu kalian punya hobi atau minat yang sama pada suatu hal dan bisa membahasnya berjam-jam tanpa lelah. Tapi kini kalian sadar kalau kesukaan kalian sudah berbeda dan kalian jadi tak punya bahan obrolan yang nyambung lagi dan berusaha bercanda pun malah terasa "garing" dan awkward.

    5. Bukannya bikin bahagia, malah membuat lelah

    Saat bertemu, coba pikir pertemuan itu membuat kalian pulang dengan perasaan bahagia atau justru lelah? Jika kamu justru merasa kesal atau lelah saat bertemu dengan seorang teman, itu artinya pertemanan kalian memang sudah tak sesehat sebelumnya. Atau bisa juga kamu jadi lebih mudah terganggu atau tersinggung dengan beberapa kebiasaan atau perkataan teman. Tanpa disadari kamu jadi nitpicking memikirkan kebiasaan atau kelakuannya yang membuatmu kesal.

    6. Tak lagi excited mendengar kabar bahagianya

    Saat teman kita mendapat pekerjaan pertamanya atau hal menyenangkan lainnya, dulu kita mungkin akan ikut merasa senang atau bahkan lebih excited dan bahagia mendengarnya. Tapi kini, setelah hubungan renggang, bahkan untuk memberi likes di update media sosial mereka pun rasanya berat sekali. Mereka yang berada dalam pertemanan yang mulai renggang bisa merasakan emosi negatif seperti iri dan cemburu saat melihat kesuksesan atau kabar bahagia dari teman, dan itu tandanya hubungan pertemanan memang mulai toxic.

    7. Merasa tak ada hal positif yang didapat dari pertemanan tersebut

    Hubungan pertemanan bisa merenggang bila kamu merasa tak ada hal positif yang kamu dapat dari pertemanan tersebut. Ada riset yang menyebut hubungan yang sehat punya rasio positif/negatif 5 banding 1, artinya untuk mentolerir satu hal negatif dari sebuah hubungan, kita harus tahu lima hal positif yang membuat kita mau mempertahankan hubungan tersebut. Saat pertemanan justru membuat kita lelah secara emosi, kita jadi menyimpan perasaan frustrasi, risih, atau tekanan yang akhirnya membuat hubungan jadi tak nyaman.

    8. Kamu memilih memendam perasaan dibanding membahasnya secara langsung.

    Kamu tahu hubungan pertemanan telah bubar jalan saat kamu tak punya keinginan untuk memperbaikinya. Kamu lebih memilih memendam semua unek-unek dibanding harus membahasnya dengan teman tersebut karena merasa tak ada gunanya. Di saat kamu merasa tak harus memperbaiki atau menyambung kembali hubungan yang renggang, itu artinya kamu merasa hubungan tersebut memang tak harus dipertahankan.




    Tidak semua hubungan pertemanan ditakdirkan untuk bertahan. Namun, walaupun pada akhirnya hubungan pertemanan dengan seseorang merenggang, bukan berarti hubungan dan memori yang kalian pernah punya sebelumnya jadi kehilangan maknanya. Pada saat seperti ini kita sebetulnya dihadapkan pada pilihan: Apakah kita tetap mau menjaga atau memperbaiki hubungan pertemanan dengan orang ini meskipun harus kita yang effort lebih dulu atau kita justru merasa mungkin ini saat yang tepat untuk melepas pertemanan tersebut setidaknya untuk sekarang.


    (Alexander Kusumapradja / Image: aranprime on Unsplash)