Lifestyle

5 Rekomendasi Novel Young Adult Terpopuler di TikTok #BookTok

  by: Alexander Kusumapradja       13/9/2021
  • Tidak cuma video humor receh atau orang joget-joget saja, semakin ke sini konten yang ada di TikTok memang makin beragam. Sejak dirilis internasional di September 2017, aplikasi video platform dari Tiongkok ini kini telah mengumpulkan sekitar 689 juta pengguna aktif setiap bulannya. Dengan makin banyaknya pengguna, makin bervariasi juga konten yang spesifik pada minat atau hobi tertentu, termasuk membaca buku. Dengan hashtag #BookTok yang saat artikel ini ditulis telah menghasilkan 20,1 miliar views, banyak pecinta buku yang membuat video untuk resensi atau merekomendasikan buku yang sedang mereka baca.



    Seperti halnya musik, resep, atau tren lain yang sukses viral berkat TikTok, banyak buku yang ditampilkan dalam video #BookTok juga meraup eksposur luas dan membuat banyak orang tertarik mencarinya. Bahkan tak sedikit yang mengaku kalau berkat #BookTok lah mereka jadi tertarik untuk membeli dan membaca buku fisik lagi. Menyadari hal ini, beberapa jaringan toko buku pun menangkap peluang tersebut dan membuat satu kategori etalase baru yang merekomendasikan buku-buku yang populer di TikTok dan kebanyakan memang didominasi oleh genre Young Adults. Tinggal menunggu waktu sampai konsep serupa diterapkan di toko buku lokal. Mau tahu judul buku apa saja yang populer di TikTok? Kita simak bareng-bareng, yuk!



    1. It Ends with Us - Colleen Hover (2016)


    (Image: Dok. Instagram @thebookishvirgo)


    Berasal dari sebuah kota kecil di daerah Maine, Lily Bloom berniat mengubah jalan hidupnya dengan pindah ke Boston untuk membuka usahanya sendiri. Di kota besar tersebut, Lily bertemu dan jatuh cinta dengan seorang dokter bedah ganteng bernama Ryle Kincaid yang membuat hidupnya kian berwarna. Sayangnya, Ryle tidak mau terikat dengan komitmen dan walaupun Lily menjadi pengecualian dari aturan “no dating” pria tersebut, Lily masih bertanya-tanya apa yang membuat Ryle begitu menolak komitmen percintaan. Keadaan semakin runyam ketika cinta pertama Lily yang bernama Atlas Corrigan tiba-tiba muncul kembali di hidupnya dan menjadi ganjalan dalam hubungan Lily dengan Ryle. Walaupun sekilas terdengar cheesy, namun novel ini juga mengungkap tentang hubungan abusif tanpa kesan menghakimi, terutama untuk kaum perempuan yang kerap dilabeli sebagai “bodoh” atau “lemah” karena memilih bertahan di hubungan yang tidak sehat.


    2. People We Meet on Vacation - Emily Henry (2021)


    (Image: Dok. Instagram @bibliobakerist)


    Poppy dan Alex adalah sahabat karib yang dipertemukan saat mereka masih kuliah. Keduanya sebetulnya tidak punya persamaan apapun. Poppy adalah gadis petualang yang aktif sementara Alex adalah pria yang lebih suka membaca buku di rumah. Keduanya pun tinggal berjauhan. Poppy di New York City sementara Alex menetap di kampung halaman mereka. Namun setiap musim panas, selama satu dekade terakhir, mereka selalu menghabiskan satu minggu penuh untuk liburan bersama. Sayangnya, ada satu kejadian dalam musim panas dua tahun lalu yang merusak persahabatan dan memutus komunikasi di antara keduanya. Tidak tahan perang dingin selama dua tahun, Poppy akhirnya berinisiatif untuk mengajak Alex liburan satu kali lagi untuk membahas semuanya sampai jelas. Di luar dugaan, Alex bersedia dan kini Poppy cuma punya waktu satu minggu untuk meluruskan masalah di antara mereka dan memutuskan mau dibawa ke mana hubungan mereka.


    3. The Spanish Love Deception - Elena Armas (2021)


    (Image: Dok. Instagram @acourtofwineandfiction)




    Bosan ditanya kapan nikah oleh keluarga besarnya di Spanyol, Catalina Martin yang bekerja di New York City membuat perjanjian dengan koleganya yang bernama Aaron Blackford untuk saling berpura-pura menjadi kekasih di acara keluarga masing-masing. Hubungan mereka sendiri sebetulnya diwarnai pertengkaran karena omongan pedas Aaron selalu bisa membuat Catalina naik darah. Tapi agar tidak menjadi sasaran empuk di pernikahan kakak perempuannya, akhirnya Catalina pun harus menahan ego dan menerima usul Aaron yang akan menjadi pacar bohongannya di acara tersebut. Plot dari benci jadi cinta dan hubungan yang dimulai dari fake relationship jelas bukan hal baru, tapi novel ini sukses mengemas ceritanya dengan menarik lengkap dengan bumbu kehidupan dan budaya kota kecil di Spanyol.


    4. Writers & Lovers - Lily King (2020)


    (Image: Dok. Instagram @pinotandprose)


    Mantan pemain golf cilik berbakat bernama Casey Peabody pulang ke Massachusetts di musim panas tahun 1997 setelah kabar kematian mendadak ibunya dan hubungan percintaan yang kandas. Kini di usianya yang menginjak 31 tahun, Casey bekerja sebagai pramusaji dan tinggal di ruangan kecil di samping garasi. Ketika teman-temannya sudah settle down dalam karier dan pernikahan, Casey masih berharap untuk mewujudkan bakat kreatifnya dengan berusaha menyelesaikan sebuah novel yang ia tulis selama enam tahun terakhir. Seolah itu tak cukup, Casey pun menyadari bahwa dirinya jatuh cinta kepada dua orang pria yang sama sekali bertolak belakang di waktu yang sama. Bagaimana cara Casey menyeimbangkan antara ambisi kreatif dan realita hidup yang penuh tuntutan membuat novel ini terasa hangat dan menyenangkan untuk dibaca sampai akhir.


    5. They Both Die at the End - Adam Silvera (2017)


    (Image: Dok. Instagram @the7thvolume)


    Bayangkan kalau kamu tahu kamu hanya punya sisa waktu 24 jam dalam hidupmu, apa yang akan kamu lakukan? Berlatar di sebuah masa di mana ada satu perusahaan bernama Death-Cast yang bisa memprediksi kapan seseorang akan meninggal dan memberitahu mereka sehari sebelumnya, seorang pemuda bernama Mateo Torrez mendapat telepon dari perusahaan tersebut tentang sisa hidupnya yang hanya sehari penuh. Awalnya ia berencana menghabisi hari terakhirnya di kamarnya saja, namun akhirnya ia mengunduh aplikasi Last Friend di mana seseorang bisa mencari teman yang juga cuma punya sisa waktu sehari. Aplikasi itu mempertemukannya dengan Rufus Emeterio, pemuda berandal dengan masa lalu kelam yang tinggal di rumah asuh. Keduanya sepakat untuk menjalani hari terakhir dalam hidup mereka dengan berpamitan dengan orang-orang berharga bagi mereka, mewujudkan impian-impian kecil yang belum terlaksana, dan untuk jujur pada diri mereka sendiri.


    (Alexander Kusumapradja / Image: Laura Chouette on Unsplash)