Love & Sex

Cemburu Itu Normal! Ini Cara Mengatasi Rasa Cemburu

  by: Kissy Aprilia       15/9/2021
  • Kita semua mengenal perasaan marah dan sakit hati saat cemburu. Hal ini seringkali dialami dalam hubungan percintaan, baik itu dengan status resmi ataupun tidak. Rasa cemburu bisa menjadi sumber ketidakbahagiaan, tapi yang perlu kamu tahu: ini adalah perasaan yang normal. Dan sejujurnya, rasa cemburu tidak bisa dihapus begitu saja. Yup, kita tidak bisa menyingkirkan perasaan yang membuat kita ‘terpuruk’ begitu saja, karena emosi—baik atau buruk—adalah bagian dari diri kita.

    Tidak ada terapis di planet manapun yang bisa memberitahu kita bagaimana cara menghentikan rasa cemburu. Akan tetapi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa cemburu dan merefleksikan apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam hubunganmu.




    Pertama, mengapa kita merasa cemburu?

    Rasa cemburu umumnya bermula dari ketakutan akan kehilangan sesuatu atau seseorang. Meskipun secara logika kita tidak berpikir bahwa si dia akan pergi meninggalkan kita, ada beberapa situasi (seperti tidak mendapatkan perhatian yang cukup atau melihatnya sedang bersama orang lain) yang menimbulkan kecemburuan—dan hal ini terepresentasikan oleh amarah, kesedihan, dendam, malu, atau bahkan merasa jijik.

    “Saya mendeskripsikan cemburu sebagai kategori ‘spicy emotions’ yang dialami saat seseorang merasa insecure,” ungkap seorang edukator sex and relationship, Sam Cat. “Cara seseorang memproses kecemburuan itu pun berbeda-beda, tergantung situasi dan indvidu.”


    Pengalaman buruk seperti pernah diselingkuhi, adalah salah satu hal yang membuat seseorang merasa lebih insecure dan memicu kecemburuan. Kabar baiknya, jika kita sudah memahami hal ini, kita dapat mengatasinya dengan melepaskan kekesalan dari pengalaman tersebut.

    Meskipun kecemburuan dapat membuat kita merasa sangat terpuruk, kondisi ini tidak perlu menjadi sumber rasa malu. Menurut Sam, tujuannya adalah untuk mencapai titik di mana kita dapat mengatakan pada pasangan bahwa “aku sedang merasa cemburu” atau dengan kata lain “aku stress” dan “aku kecewa”. Jika kita sudah melihat kecemburuan sebagai respons emosional, bukan sebagai kekurangan, kita dapat mulai menemukan cara yang sehat untuk memproses perasaan ini.


    Apakah cemburu adalah hal yang buruk?

    Bukan kecemburuan yang mendatangkan malapetaka, melainkan perilaku seseorang saat cemburulah yang seringkali membuat situasinya semakin buruk. Sam mengatakan bahwa rasa cemburu membantu kita memahami kebutuhan emosional, mengatasi rasa insecure, dan menjadi penanda jika ada hal yang tidak beres dalam suatu hubungan. Jika rasa cemburu dijadikan alat untuk membalas dendam atau mengendalikan pasangan, ini adalah perilaku yang sangat toxic. 

    “Seperti emosi lainnya, cemburu tidak dapat dikategorikan sebagai perilaku yang baik atau buruk. Hal itu terlihat berdasarkan bagaimana cara seseorang mengatasinya,” ungkap Sam. “Jika kamu dapat menenangkan diri dan merenungkan penyebab kecemburuan, lalu kemudian mengkomunikasikannya dengan diri sendiri atau pasangan, ini adalah hal yang baik. Tapi jika seseorang merefleksikannya dengan tindak kasar, we have to argue that jealousy is bad”.

    Normal kok, kalau kita merasa sedih jika si dia mengatakan bahwa dia bertemu dengan mantannya. Tapi menyindir pasanganmu dengan komentar pasif-agresif sampai seminggu ke depan berpotensi menimbulkan masalah besar. “Kecemburuan itu sendiri tidak bersifat destruktif (penghancur), tapi seringkali kemampuan kita berkomunikasi saat sedang cemburu menimbulkan dampak negatif dalam hubungan,” jelas Sam.




    Bagaimana cara menghentikan rasa cemburu?

    This.. Kita perlu mengalihkan fokus dari ‘mencoba menghindari rasa cemburu’ menjadi ‘mencoba mengatasi rasa cemburu’. Langkah pertama yang disarankan oleh Sam? Bernapas.

    “Biarkan emosimu berlalu sebelum membahas masalah ini dengan pasangan. Banyak sekali orang yang ‘meledak’ sebelum ia benar-benar menenangkan diri. Saya sendiri melakukan journaling saat merasa cemburu. Saya menuliskan semua hal yang saya rasakan. Dan begitu saya menemukan keseimbangan emosional, saya menemukan beberapa hal yang tidak benar saat membacanya kembali. Dengan begitu, saya bisa melihat hal-hal yang benar dan mencari jalan keluar.”


    Bagaimana cara mengkomunikasikan dengan pasangan?

    Setelah merasa lebih tenang, komunikasikan secara netral. Menurut Sam, kamu bisa mengatakan “kamu nggak salah kok bergaul dengan orang-orang itu, tapi aku merasa cemburu", lalu ungkapkan apa kebutuhanmu. Bisa jadi sebenarnya kamu hanya mencari kepastian atau kamu cemburu karena sudah lama tidak menjalin hubungan ekslusif dengan seseorang. Cara ini juga dapat menyadarkanmu bahwa kamu belum mengenal pasangan secara detail, sehingga mudah merasa insecure.

    Ingatlah bahwa ini adalah komunikasi dua arah. Jadi bersiaplah untuk mendengarkan respons dari pasanganmu. Diskusikan mengenai batasan, kesepakatan, harapan, dan hal-hal lain yang diinginkan dari kalian berdua, termasuk apa yang harus kalian lakukan untuk satu sama lain. 

    Pasanganmu bukan musuhmu. Kalian berada di tim yang sama. Pada dasarnya, kesalahan belum tentu berpihak pada pasanganmu karena telah menyebabkan kecemburuan, melainkan kita yang justru tidak dapat mengelola kecemburuan. It’s all about compassionae and empathic. You are in this together!


    (Artikel ini disadur dari www.cosmopolitan.uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Kissy Aprilia / Image: Freepik/ Cookle Studio)