Love & Sex

Ini 9 Tanda Kamu Masih Cinta dengan Mantan

  by: Giovani Untari       15/9/2021
  • Putus cinta adalah suatu hal yang berat dan rumit. Period!

    Sisi emosional dan hati kita seolah begitu rapuh hingga terkadang membuat kita kesulitan untuk makan dan tidur, bahkan sampai ikut merasa putus asa karenanya. 




    Perpisahan juga kerap menimbulkan konflik antara batin dan logika dalam diri seseorang; di mana otak mendorong kita untuk move on, sementara di sisi lain hati tidak ingin merelakan begitu saja segala kenangan bersama mantan. Inilah yang membuat jatuh cinta tidak selalu berjalan menyenangkan, karena perpisahan adalah sesuatu yang sulit.

    Jadi, jika saat ini kamu masih memikirkan tentang mantan-bahkan ketika kini kamu sedang berada dalam hubungan baru- ada kemungkinan kamu sedang mencari 'pelarian' rasa patah hatimu dengan sang mantan.


    Niyati Kapadia, seorang psikolog dan terapis REBT (perilaku rasional emotif) sekaligus konsultan di Practo, India, menjelaskan 9 tanda yang menunjukkan kalau kamu masih cinta dengan mantanmu:


    1. Selalu memikirkan mantan

    Kalau kamu selalu memikirkan mantan (bahkan sampai menghabiskan banyak waktu) dan berharap adanya kemungkinan untuk kalian kembali bersama, ini jelas merupakan sebuah red flag

    Sering merenungkan dan memikirkan mantan mengindikasikan bahwa ia masih menempati posisi spesial di hatimu. Saat berada dalam hubungan, kamu dan si dia umumnya akan saling memberikan dukungan emosional satu sama lain. Dan setelah putus, banyak orang yang sulit untuk menemukan lagi sumber dukungan emosional mereka. Inilah yang membuat seseorang sulit untuk move on dari sang mantan.


    2. Kamu juga sering men-stalking mantanmu di media sosial

    Sering melihat akun media sosial mantan atau mengecek postingan teman-temannya jelas merupakan tanda selanjutnya kamu masih cinta dengan mantan!

    Meski aktivitas ini dianggap tidak berbahaya, namun riset menunjukkan bahwa sering men-stalking akun mantan membuat seseorang lebih sulit untuk beradaptasi menerima keadaan di sekitarnya. Hal ini bisa menimbulkan stres setelah putus cinta, meningkatkan perasaan negatif, hasrat seksual, dan akhirnya membuat seseorang rindu kepadan mantannya.


    3. Mencoba untuk kembali mendekati mantan

    Ada banyak skenario yang kamu siapkan untuk bisa kembali dekat dengan mantan. Seperti kamu selalu mencari celah untuk bisa mengobrol bersama si dia, menanyakan apakah mungkin jika sesekali kalian pergi makan bersama, kamu juga jadi pergi ke tempat-tempat yang sering dikunjungi mantan, atau senang jika bisa berada berada dekat dangan si dia. Okay sudah jelas bukan, ini merupakan indikator kamu masih menaruh perasaan kepada mantan.

    But babes, ada kalanya mengejar masa lalu bisa saja menjadi suatu hal yang sia-sia. Pada akhirnya, ingatlah kembali alasan mengapa kamu sang mantan tidak bisa bertahan dan akhirnya berpisah.



    4. Selalu melihat positif mantan

    Jika kamu selalu memandang setiap hal yang dilakukan mantanmu sebagai suatu hal yang positif, bahkan menganggap perpisahan kalian adalah sepenuhnya kesalahanmu (dan itu membuatmu selalu menyalahkan dirimu sendiri) maka jelas ada sesuatu hal yang salah di sini.

    Tidak mengekspresikan kesedihan, rasa sakit hati, atau kemarahan ternyata justru akan mempersulit proses healing dari patah hatimu. Riset pun mengatakan bahwa jika seseorang terlalu menyembunyikan perasan dan emosinya, itu akan membuat kondisi pikiran dan fisik seseorang terluka. Padahal dengan kamu menyuarakan isi hatimu yang sebenarnya ini akan membantu kondisi mental dan fisik jadi lebih baik, dear!


    5. Merasa kesepian dan seolah tidak memiliki masa depan

    Kesepian sering kali datang dari kurangnya momen kebersamaan bersama dengan seseorang. Hal inilah yang membuat banyak orang mencari dan cara agar jiwa mereka terpenuhi kembali.

    Terkadang hal tersebutlah yang membuat seseorang sering beranggapan bahwa tidak ada orang yang mau menerima dan mencintai mereka, seperti apa yang dilakukan oleh mantan pasangan mereka. Come on girls! Ini adalah sebuah jebakan emosional yang bisa menimbulkan rasa putus asa. Hindari berpikir seperti ini, karena ini akan membuatmu sulit move on dari mantan. 



    6. Merasa iri dan cemas dengan calon / pacar mantanmu saat ini

    Kamu juga menjadi parno akan kemungkinan mantanmu kini sudah menemukan pasangan barunya. Ini membuat kamu marah dan kesal saat melihat aktivitas mantanmu dengan pasangannya (atau calonnya).  Dan jika mantanmu memutuskan untuk mulai mencari pasangan baru, kamu akhirnya merasa kesal dan iri karena sulit untuk membayangkan mantan bersama dengan orang lain.


    7. Membandingkan calon pasangan / pasanganmu sekarang dengan si mantan

    Kamu menerapkan mantan sebagai standarmu dalam mencari pasangan baru. Kamu bahkan berharap pasanganmu selanjutnya juga seseorang yang sempurna atau mirip dengan mantanmu.



    Kerap membandingkan calon pasangan / pasanganmu sekarang dengan mantan merupakan tanda kamu tidak puas dengan apa yang kamu miliki saat ini. Dan tentu saja ini pertanda kamu masih mencintai mantanmu dan tidak bisa melepaskannya.


    8. Masih sering membaca pesan, melihat foto bersama si mantan tanpa ada keinginan untuk menghapusnya

    Pikiranmu selalu mengulang apa yang hati kita tidak bisa hapus, dear~

    Inilah yang membuat kamu kesulitan untuk menghapus pesan, foto, dan hal apapun yang berhubungan dengan mantan. Kamu masih menginginkan ia selalu ada di sekitarmu, apapun bentuknya. Sebenarnya ini merupakan sebuah red flag! Terus mencoba mempertahankan kenangan bersama mantan akan membuat proses healing dan move on kamu terasa lebih sulit. Ini juga akan membuat kamu selalu terjebak secara emosional dengan perasaanmu pada mantan.




    9. Terlalu fokus pada hubungan hingga melupakan untuk menggembangkan diri

    Menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan mantan dan mengulang kenangan bersama si dia saat sudah putus adalah tanda selanjutnyakamu masih cinta pada mantan. 

    Padahal akan lebih baik jika kamu menggunakan waktu untuk healing dan menemukan fokus baru dalam hidupmu. Ingat, sebuah hubungan harus berjalan dua arah dan membagi perasaan mereka. 

    Jadi sebaiknya isi bagian yang "hilang" setelah putus dengan mencari aktivitas yang bisa mengasah kemampuan dirimu agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Misalnya dengan mencoba hobi baru, mengikuti kelas bahasa, atau melakukan aktivitas self-care.


    TAKE A NOTE

    Rasa sedih setelah putus adalah hal yang wajar. Sebab jelas bukan hal yang mudah berpisah dari orang yang kita sayangi. Namun jika kamu mengalami kesedihan yang berkepanjangan bahkan sampai merasa depresi, maka ini saatnya untuk mencari bantuan dari pihak profesional. Ini tanda-tanda kalau kamu membutuhkannya:

    1. Adanya perubahaan signifikan pada kondisi tidur, nafsu makan, bertambah berat badan, atau justru kehilangan berat badan.

    2. Merasa sedih yang berkepanjangan.

    3. Mengalami anxiety atau panic attacks.

    4. Memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan mengakhiri hidup.

    5. Ketergantungan pada alkohol atau zat berbahaya lainnya.

    6. Memiliki pikiran obsesif terhadap mantan dan hubungan dalam jangka waktu yang lama.

    7. Kehilangan ketertarikan menjalani aktivitas yang seharusnya menyenangkan.

    8. Mengalami kerinduan yang kuat pada hubungan dengan si mantan.


    Para profesional akan menerapkan beberapa metode selama perawatan agar membantu mengatasi kesedihan dan depresi, serta membuat proses move on lebih mudah untuk dijalani. 



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Ivan Samkov from Pexels, pixabay from Pexels, Alena Darmel from Pexels).