Better You

Apakah Beras Coklat Lebih Sehat dari Beras Putih? Ini Jawabannya!

  by: Giovani Untari       16/9/2021
  • Kalau kamu sering bingung memilih antara nasi dari beras putih atau beras coklat untuk dikonsumsi, maka kamu tidak sendiri babes!

    Ada banyak kesalahan persepsi dari dua jenis beras tersebut, termasuk urusan mana tipe beras yang sebenarnya paling sehat.

    Untuk membantumu menemukan pilihan yang lebih sehat, Cosmo menghubungi Mugdha Pradhan, seorang nutrisionis dan founder dari i Thrive di India demi mengungkap manfaat dari beras coklat dan beras putih.




    “Di India sendiri, nasi memegang peranan penting dalam sejarah budaya dan telah menjadi warisan tradisi. Sementara sebenarnya, beras sendiri terdiri dari berbagai jenis, bentuk, dan tekstur. Mereka semua memiliki kandungan nutrisi dan rasa yang berbeda-beda pula. Ada banyak pertanyaan, mana sebenarnya yang lebih sehat di antara beras putih dan beras merah. Jawabannya bisa dilihat dari beberapa faktor tertentu,” ujar Mugdha.



    BERAS PUTIH VS BERAS COKLAT

    Sebelum berbagai tren diet mewarnai lifestyle saat ini, kita sudah turun temurun mengonsumsi beras putih sebagai pilihan utama untuk diolah sebagai nasi, sumber karbohidrat. 

    “Tidak hanya di India, nasi dari beras putih juga begitu disukai oleh banyak negara di Asia sejak dahulu kala. Bisa dibilang, nenek moyang kita selalu tahu mana yang terbaik dibanding kita,” tukas Mugdha.


    Sang nutrisionis lalu menjelaskan, “Beras coklat mengandung zat phytates dan lektin yang bisa menghambat penyerapan nutrisi. Phytates pada dasarnya adalah anti-nutrisi yang sering ditemukan pada sejumlah biji-bijian dan kacang-kacangan. Zat ini terkenal menempel pada mineral seperti kalsium, magnesium, zinc, zat besi, tembaga, niasin, dll. Mereka juga menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh. Mengonsumsinya dalam jangka panjang bisa menyebabkan tubuh kekurangan sejumlah zat besi.”



    Sederhananya, meski beras coklat memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lebih tinggi dibanding beras putih biasa, namun itu justru justru bisa membuat tubuh kesulitan dalam menyerap segala nutrisinya. Sementara itu dedak dan germ dari beras coklat yang tetap utuh selama proses pengolahan juga membuatnya sulit dicerna. “Tidak hanya itu, dedak juga germ yang ada di beras merah juga berpotensi mengiritasi saluran pencernaan,” tambahnya.




    “Di samping anti-nutrisi, beras coklat juga mengandung arsenik, sebuah zat beracun yang berasal dari alam namun bisa berbahaya apabila dikonsumsi dalan jumlah tinggi. Kadar arsenik tersebut bisa berasal dari meningkatnya polusi industri dan keberadaannya kerap ditemukan dalam beras coklat serta makanan turunannya. Perlu diingat juga apabila arsenik adalah bahan kimia beracun. Apabila zat tersebut mengendap dalam jangka waktu lama di tubuh bisa meningkatkan potensi seseorang untuk terkena sejumlah penyakit seperti kanker, diabetes tipe 2, dan komplikasi jantung,” tukas Mugdha.


    Di sisi lain, beras putih mengandung sejumlah manfaat kesehatan. Jenis beras tersebut mengandung jenis glukosa alami yang mudah diserap dan merupakan pilihan baik untuk orang dengan kadar gula darah tinggi dan resistensi insulin. “Meski begitu, tetap penting agar kita memantau dan menjaga jumlah konsumsi nasi dari beras putih. Terutama apabila Anda juga mengalami resistensi insulin,” saran Mugdha.



    THE FINAL VERDICT

    “Mengonsumsi nasi dari beras putih adalah pilihan yang lebih baik dibanding beras coklat karena bebas dari kandungan fiktat serta lebih mudah dicerna usus. Ternyata ada alasan mengapa nenek moyang kita secara turun temurun menjadikan beras putih sebagai makanan pokok,” tutup sang nutrisionis.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Pille R. Priske on Unsplash, Kawin Harasai on Unsplash, Mgg Vitchakorn on Unsplash)