Better You

Ini Dia, 7 Rekomendasi Buku yang Membahas Kesehatan Mental

  by: Nadhifa Arundati       17/9/2021
  • They said “book is our best friends” dan Cosmo sangat setuju – tak cuma ilmu saja yang kamu dapat, kedekatan batin antara kamu dengan sebuah tulisan seakan menyihir pikiran untuk merasakan sesuatu, yang tak bisa diekspresikan oleh kata-kata. The truth is, masa pandemi belum juga berakhir (entah sampai kapan…) dan membaca buku dapat menjadi salah satu proses self-healing yang tepat untuk dilakukan.

    Banyak sekali bacaan buku yang menarik dan menghibur, tetapi kalau saat ini kamu butuh menemukan pencerahan atas kegelisahan dan rasa stres yang sedang kamu alami, membaca buku yang berkaitan dengan kesehatan mental akan menjadi pilihan yang tepat (meski kamu tetap harus mencari bantuan dari ahli, ya!). So don’t worry girls, Cosmo akan memberikan 7 rekomendasi buku yang membahas kesehatan mental!




    I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki (Part 1 & 2)



    Buku asal Korea Selatan ini sempat menjadi perbincangan hangat bagi para ARMY (sebutan untuk fans BTS) lantaran Kim Namjoon a.k.a RM pernah membawa buku 'I Want To Die But I want to Eat Tteokpokki' saat shooting untuk 'Bon Voyage 3' di Malta. Other than that, buku ini termasuk ke jajaran best seller di Korea Selatan, shout out to Baek Se Hee sebagai penulis! Ia menceritakan tentang perjalanannya saat mengalami distimia (depresi jangka panjang) sampai akhirnya ia sembuh, phew… What a journey. Cerita dari 'I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki' dikemas dalam dua bagian buku.

    Bisa dikatakan, tteokpokki telah menjadi pahlawan bagi Baek Se Hee dalam perjalanan distimianya.

    Bahasa: diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

    (Gramedia, Harga: 79.200,-) 


    The Happiness Project


    Merasa familier dengan journaling? Yup, buku 'The Happiness Project' menjadi penggambaran tahap journaling yang dilakukan oleh sang penulis, Gretchen Rubin, dalam melakukan proyek menuju kebahagiaan. Buku yang masuk ke dalam New York Best Seller ini akan mengajarkan kita banyak hal tentang perjalanan hidup – tentu tak mudah – serta bagaimana cara terbaik agar rasa bahagia selalu terselip di setiap harinya. All the good sights that you can get from this book, karena bukan hanya barang saja yang harus dibenahi (hello there, Marie Kondo) tetapi hidupmu juga harus ‘dibersihkan’!

    Bahasa: Inggris

    (Gramedia, harga: 129.000,-) 


    The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma


    Ask yourself, how can you deal with your trauma? Jujur saja, Cosmo pun belum mampu menjawabnya – bahkan tak semua orang dapat menjabarkan apa trigger terbesar mereka, sampai akhirnya trauma itu muncul. Maka peran buku 'The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma' akan membantumu untuk mengenal lebih dalam tentang apa itu trauma, yang ditulis langsung oleh pakarnya, Dr. Van Der Kolk, Bessel. Ia telah melakukan riset kepada para veteran di Amerika Serikat – yang telah melewati kisah traumatis – selama lebih dari tiga dekade. Apakah trauma dapat memengaruhi tubuh dan cara kerja otak? Yes, it definitely can. Berbagai sudut pandang lain dari Dr. Van Der Kolk, Bessel bisa kita eksplorasi di buku ini.

    Bahasa: Inggris

    (Periplus, harga: 396.000) 


    Insecurity Is My Middle Name


    TBH, Insecurity is OUR middle name. Siapa sih yang tak pernah merasa insecure dengan dirinya sendiri? Secara sadar atau tidak, Cosmo rasa semua orang pasti pernah mengalaminya. Segudang pertanyaan tentang insecurity akan terjawab dalam buku 'Insecurity Is My Middle Name' karya penulis asal Indonesia, Alvi Syahrin. Rasa insecure yang kamu alami akan disulap menjadi kekuatan positif, dan jika kamu bertanya, “bagaimana caranya?” Well, hanya buku ini yang bisa menjawab.

    Bahasa: Indonesia

    (Gramedia, harga: 74.400,-)


    Coping with Depression: Jangan Mau Kalah dari Depresi!


    Hari ini bahagia, tiba-tiba besok merasa sedih… Hey! Perasaan seperti itu normal kok. Sama seperti yang ditulis oleh J. Maurus dan Wendy Grant dalam buku 'Coping with Depression: Jangan Mau Kalah dari Depresi!', membahas seputar proses untuk melawan diri sendiri. Sulit memang… Tetapi tak ada salahnya kan untuk mencoba? It’s you versus you, dan Cosmo yakin perjalananmu akan jauh lebih menyenangkan ditemani dengan buku ini.



    Bahasa: diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

    (Gramedia, harga 31.200,-)


    What’s So Wrong About Yourself


    Satu kata yang dapat mendeskripsikan buku ini: overthinking. Yes, dengan terus bertanya-tanya, “Apakah aku dicintai? Haruskah aku melupakan masa lalu?” Sejatinya semua hal ini wajar untuk dipertanyakan, namun jika kita hanya terus berpikir tanpa membuat perubahan, apa esensinya?

    Buku karya Ardhi Mohamad (again, Indonesian author) yang berjudul 'What’s So Wrong About Yourself' perlahan akan membawa kita untuk menganalisa apa saja kesalahan yang sudah kita perbuat dan bagaimana cara untuk memperbaikinya, or we can call a self-reflection. Tanpa banyak keraguan, kamu perlu membaca buku ini agar bisa menuju ke ruang pemikiran yang lebih dalam.

    Bahasa: Indonesia

    (Gramedia, harga 67.000,-)


    Loving The Wounded Soul


    Buku ini cukup overheard di Twitter (in a good way!), karena membahas seputar alasan dan tujuan kehadiran depresi di dalam hidup. Kedengarannya simpel, tetapi sang penulis, Regis Machdy (again and again, Indonesian author!) yang merupakan penyintas depresi dan juga akademisi psikologi, menyajikan buku seputar depresi secara komprehensif – dari segi budaya, faktor internal dan eksternal, makna di balik kehadiran depresi, dan sebagainya. This can be your new best friend.

    Bahasa: Indonesia

    (Gramedia, harga: 70.400,-) 


    (Nadhifa Arundati / Image: Dok. Aline Viana Prado from Pexels, Gramedia, Periplus)