Better You

7 Hal yang Vagina Tunjukkan Soal Kondisi Kesehatanmu

  by: Giovani Untari       27/9/2021
  • Listen up: vaginas are FABULOUS.

    Bukan hanya memegang peranan penting saat sesi orgasme dan siklus reproduksi, tetapi ternyata vagina juga bisa menunjukkan perihal kondisi kesehatanmu. Ada beberapa hal yang sebenarnya vagina coba untuk memberi tahu kita soal kondisi kesehatan yang kita tengah alami. Penasaran apa saja? Ini dia jawabannya:


    1. Kamu membersihkannya terlalu berlebihan

    Cosmo paham kalau kamu pasti ingin area vagina selalu bersih dan wangi. Tapi please, berhenti untuk membersihkannya terlalu berlebihan karena itu bisa menimbulkan iritasi, infeksi, dan membuat kondisi vagina yang terlalu kering.



    Satu hal yang magical dari vagina kita adalah 'ia' bisa membersihkan dirinya sendiri. Jadi seluruh shower gel mahal yang sering kamu gunakan untuk membersihkan vagina sebenarnya hanya membuang uangmu saja, dear~ Sebab sabun-sabun tersebut justru bisa membawa dampak negatif bagi vagina. Kamu bisa menggunakan produk pembersih area kewanitaan yang bebas parfum jika memang harus membersihkan vaginamu (atau lebih tepatnya area vulva).



    2. Adanya infeksi

    Adanya cairan yang keluar dari vagina setiap harinya adalah sesuatu yang normal dan sehat. Tetapi apabila kamu menemukan cairan tersebut berubah drastis dari segi warna, konsistensi, bahkan berbau menyengat, ada kemungkinan vagina tengah berusaha memberitahu ada sesuatu yang terjadi di tubuhmu.

    Infeksi vagina biasanya disebabkan oleh dua hal yaitu jamur yang menimbulkan keputihan berwarna putih dan rasa gatal serta bacterial vaginosis yang membuat cairan vagina bertekstur encer dan berbau menyengat, terutama setelah seks.

    Dua infeksi vagina tersebut merupakan kondisi serius dan kamu perlu pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan, seperti lewat pemberian antibiotik atau obat oles berbentuk krim / gel. Tetapi yang terpenting pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah gejala tersebut menunjukkan sesuatu yang membutuhkan perhatian lebih seperti misalnya kehamilan.


    3. Terkena penyakit infeksi menular seksual (IMS)

    Sering mengalami keputihan tetapi bukan disebabkan karena infeksi? Mungkin penyakit infeksi menular seksual bisa jadi salah satu faktornya penyebabnya. Beberapa penyakit IMS seperti infeksi klamidia tidak memiliki gejala tertentu tetapi bisa menular secara seksual. Salah satu gejalanya adalah vagina yang mengeluarkan cairan tidak normal dan berbau. 


    Ada pula gonore dan herpes kelamis (herspes genital) yang memiliki gejala nyaris sama, seperti luka melepuh di area tertentu dan pendarahan tak terduga. Kamu bisa mencegah tertular infeksi menular seksual (IMS) dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Namun jika gejala yang kamu rasakan terlalu menyakitkan dan membuatmu tidak nyaman, ini saatnya untuk mengunjungi dokter atau pusat kesehatan untuk mendapat pengobatan yang tepat.



    4. Alergi kondom

    In a real 'life's a bitch' moment, tetapi ternyata produk kontrasepsi juga bisa menyebabkan beberapa masalah bagi sejumlah perempuan yang alergi terhadap bahan lateks di kondom. Secara mengejutkan hal ini terjadi pada 6% populasi di dunia dan menyebabkan rasa gatal, ruam, dan melepuh pada organ intim karena penggunaan kondom. Gejala alergi tersebut umumnya dirasakan setelah seks.

    Cobalah untuk mengganti kondom yang bisa digunakan dengan brand yang latex-free. Mereka juga menawarkan perlindungan yang sama tanpa adanya efek samping untuk area vagina.






    5. Menggunakan celana dalam yang salah

    Ada kalanya kita pasti lebih senang menggunakan thong, tetapi jenis underwear tersebut nyatanya juga berdampak buruk bagi kesehatan vagina apabila terlalu sering digunakan dalam jangka waktu yang lama.

    Underwear berbentuk tiny memang tidak secara langsung membawa masalah di vagina, tetapi jika menggunakannya secara terus menerus tentu bisa memicu terjadinya infeksi. So, salah satu cara terbaik adalah dengan menghindari pemakaiannya, babes

    Bukan hanya sekadar bentuk underwear yang harus diperhatikan, pemilihan serat sintetik di bahan underwear dan ukuran yang tidak sesuai juga bisa ikut menganggu kesehatan vagina. Sebaiknya pilihlah bahan katun yang membuat vagina lebih bisa "bernapas" dan hanya gunakan underwear bahan renda atau silk untuk waktu yang singkat.


    6. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat

    Pizza, woo! Donuts, woo! Roti, bagels dan pasta, woo! Infeksi jamur vagina!

    Ah.. boo.. dan kabar buruknya infeksi ini berkaitan dengan jumlah kita mengonsumsi tepung putih dan gula. Jadi tidak hanya berat badan saja yang ikut terkena imbasnya, tetapi juga kondisi vagina kita! Okaaay~

    Kondisi jamur di vagina adalah hal yang cukup rumit sebenarnya. Banyak pakar kesehatan yang berargumen melalui sains bahwa mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dapat memengaruhi terjadinya infeksi di vagina. Meski sebenarnya ada beberapa faktor lainnya yang juga menimbulkan hal tersebut. Tetapi jika kamu mendadak mengalami infeksi jamur di vagina, membatasi konsumsi gula adalah salah satu cara terbaik dan bebas efek samping yang bisa kamu coba.




    7. Kamu sedang stres

    Stres juga bisa ikut menyebabkan banyak masalah di aea vagina, mulai dari vaginal dryness, keputihan, sampai kemungkinan tinggi terjadinya infeksi. Penyebabnya adalah saat stres tubuh mengeluarkan hormon bernama kortisol yang melemahkan sistem imun dan membuat kamu lebih mudah terserang penyakit.

    Mengatur kadar stres sebenarnya adalah hal yang sangat penting untuk semua area tubuh dan juga kesehatan mental. Bonusnya, kondisi vagina juga yang akan ikut sehat.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Cliff Booth from Pexels, Deon Black from Pexels, Masha Raymers from Pexels, Lisa from Pexels).