Better You

Apakah Normal Vagina Terasa Gatal Setelah Seks? Ini Jawaban Ahli!

  by: Giovani Untari       30/9/2021
  • Apabila kamu pernah merasa vagina gatal setelah aktivitas seks, Cosmo bisa memahami ada kemungkinan kamu panik dan langsung membayangkan segala penyebab dari masalah tersebut. Tetapi girls, stop untuk khawatir karena vagina yang terasa gatal, terutama setelah melakukan seks biasanya terjadi karena sesuatu yang tidak berbahaya dan masih bisa diatasi.

    Jadi apa penyebab sebenarnya vagina gatal setelah seks? Serta apa yang bisa kita lakukan?




    Apa penyebab vagina terasa gatal setelah seks?

    Ada beberapa alasan yang menyebabkan vagina terasa gatal selama sesi seks atau setelahya, dan beberapa di antaranya bukan karena ada sesuatu yang salah melainkan karena:



    1. Iritasi

    Vagina yang gatal merupakan tanda dari Vaginitis, di mana hal tersebut disebabkan karena adanya iritasi di vagina ujar dokter di Health Expert dan NHS, Dr Frankie Jackson-Spence

    Iritasi vagina pun bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti: kurangnya cairan lubrikasi, infeksi, perubahan hormon selama kehamilan dan menyusui, atau menopause, tambah Dr Frankie.

    Iritasi kulit karena eksim atau penggunaan sabun yang mengandung parfum, atau kamu membersihkannya terlalu ekstrem serta melakukan douching di vagina juga bisa menyebabkan vagina kering dan gatal, tambah sang dokter. Dibanding menggunakan sabun yang mengandung parfum, kamu sebaiknya menggunakan sabun pembersih area kewanitaan yang sesuai dengan pH-balanced vagina, saran Dr Frankie.


    2. Gesekan saat seks

    Rasa gatal di vagina saat seks juga bisa disebabkan karena hal yang sederhana seperti gesekan kuat di antara kamu dan pasangan. "Gesekan bisa menimbulkan lecet pada area yang belum terlubrikasi atau terangsang penuh sebelum seks," terang Dr Frankie.

    Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi dengan lebih mudah lewat penggunaan pelumas water-based atau foreplay yang cukup sebelum seks.

    Bila vagina terasa gatal setelah seks dan kamu menyadari itu terjadi karena adanya gesekan yang terlalu kuat, ingat untuk menjaga kondisi kulit dan vaginamu setelahnya, saran Dr Frankie. Sebaiknya kamu tidak membersihkan vagina dengan sabun yang mengandung parfum dan hanya membasuhnya menggunakan air hangat, terutama setelah aktivitas seks.



    3. Adanya infeksi

    Meski penyebab gatal pada area sekitar vagina dan vulva bukanlah sesuatu yang berbahaya, tetapi ada kalanya itu merupakan tanda dari adanya infeksi jamur vagina. Jangan khawatir, hal ini masih bisa ditangani kok!

    "Infeksi jamur vagina adalah salah satu infeksi yang sering dialami oleh para perempuan," jelas Dr Frankie. "Ini disebabkan adanya infeksi jamur yang disebut Candida Albicans, di mana jamur ini membuat area kulit vulva menjadi kering dan terasa nyeri. Hal tersebut bisa membuat seks terasa tidak nyaman dan sakit."


    Selain gatal, gejala lainnya yang disebabkan oleh infeksi jamur vagina meliputi keputihan, sensasi menyengat setelah buang air kecil, dan area vagina yang terasa nyeri dan tidak nyaman, tambah Dr Frankie. Infeksi jamur vagina bisa ditangani dengan sejumlah obat-obatan seperti penggunaan krim, obat yang dimasukkan ke dalam area kewanitaan, dan juga mengonsumsi obat tablet.

    Obat tersebut bisa didapatkan di sejumlah apotek, tetapi tentu saja akan lebih baik jika kamu langsung mengunjungi dokter apabila khawatir dengan kondisi kesehatanmu. Dan ingat, kamu juga sebaiknya menunda seks sampai infeksi jamur vaginamu sembuh.





    4. Penyakit infeksi menular seksual

    "Sangat penting untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi di area vagina," ujar Dr Frankie. Tetapi kamu juga jangan langsung menyimpulkan apa yang sedang terjadi. "Penyebab terbesar terjadinya iritasi saat seks adalah karena lubrikasi yang kurang," tambahnya.

    Sementara itu, infeksi lainnya juga bisa ditimbulkan karena adanya penyakit infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan iritasi, rasa tidak nyaman, dan gatal pada area vagina dan kulit vulva."


    Untuk mencegahnya, kamu sebaiknya menggunakan 'pelindung' saat berhubungan seksual seperti memakai kondom dan juga rutin memeriksakan kondisi kesehatan reproduksi. "Seringkali, beberapa penyakit infeksi menular seksual tidak memiliki gejala tertentu," ujar Dr Frankie. Jadi sebaiknya jangan menunggu adanya gejala baru memeriksakannya.

    "Periksa ke dokter atau klinik kesehatan seksual apabila Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi di area kewanitaan, terlebih jika gejala yang dirasakan tidak hilang setelah satu minggu atau selalu muncul setelah berhubungan seksual," saran sang dokter.  Tanda-tanda yang bisa kamu amati antara lain munculnya keputihan, adanya benjolan, rasa nyeri, sakit saat berhubungan seksual, dan darah yang keluar setelah seks di luar siklus menstruasi.


    Ingat juga jika iritasi bisa disebabkan karena penggunaan kondom atau pelumas itu sendiri, tutur Dr Frankie. Ini juga berdampak bagi kamu yang memiliki alergi tertentu. "Coba untuk mengganti brand yang biasa Anda gunakan dibanding tidak menggunakannya sama sekali," saran Dr Frankie. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah penularan penyakit seksual dan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.



    Apakah saya harus pergi ke dokter apabila vagina gatal setelah seks?

    "Jika gejala masih terus terasa setelah beberapa hari bahkan minggu setelah Anda mencoba memberi pelumas pada area vagina, maka saya menyarankan Anda untuk berkonsultasi hal ini pada dokter," ujar Dr Frankie.

    "Infeksi seperti infeksi jamur atau penyakit menular seksual dapat dengan mudah dikenali dan ditangani. Jadi lebih baik mencegah terjadinya dan selalu melakukan pemeriksaan rutin. Terutama apabila Anda sudah aktif secara seksual. Anda bisa berkonsultasi dahulu kepada dokter atau langsung datang ke pusat kesehatan, atau Anda juga bisa memesan alat pemeriksaan secara online."




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Timothy Meinberg on Unsplash, Ava Sol on Unsplash, Kinga Cichewicz on Unsplash).