Cara Merawat Diri Saat Waktu dan Tenaga Sama-Sama Terbatas

Redaksi 2 07 Feb 2026

Ada fase hidup di mana waktu terasa sempit dan tenaga cepat habis. Kamu bangun dengan daftar tanggung jawab, menjalani hari sambil menahan lelah, lalu menutup malam tanpa benar-benar sempat bernapas. Di kondisi seperti ini, self-care sering terasa seperti kemewahan. Yups, sesuatu yang ingin dilakukan, tapi selalu kalah oleh tuntutan.

Padahal, merawat diri tidak selalu berarti ritual panjang atau waktu khusus yang sulit disisihkan. Justru saat waktu dan tenaga sama-sama terbatas, perawatan diri perlu disesuaikan agar tetap mungkin dilakukan.

Berikut cara merawat diri saat waktu dan tenaga sama-sama terbatas, dengan pendekatan psikologis yang lebih realistis dan berkelanjutan.

1. Ubah Definisi Merawat Diri

Banyak orang gagal merawat diri karena standar self-care terlalu tinggi. Menurut Journal of Health Psychology (2019), self-care yang efektif adalah yang sesuai kapasitas individu, bukan yang ideal secara sosial. Jika kamu sedang lelah, merawat diri bisa sesederhana makan tepat waktu atau berhenti sejenak tanpa merasa bersalah.

2. Prioritaskan yang Paling Menguras Energi

Saat energi terbatas, tidak semua hal perlu ditangani dengan intensitas yang sama. Penelitian dalam Journal of Occupational Health Psychology (2020) menunjukkan bahwa memilih prioritas secara sadar membantu menurunkan kelelahan mental. Dengan mengenali satu atau dua hal yang paling menguras tenaga, kamu bisa menghemat energi untuk hal lain yang lebih penting, termasuk dirimu sendiri.

3. Manfaatkan Micro-Rest yang Konsisten

Istirahat tidak harus panjang untuk berdampak. Studi dalam Applied Psychology (2018) menyebutkan bahwa jeda singkat namun rutin, seperti menarik napas dalam selama satu menit atau meregangkan tubuh mampu menurunkan stres secara signifikan. Micro-rest ini adalah bagian penting dari cara merawat diri saat waktu dan tenaga sama-sama terbatas.

4. Kurangi Beban Mental, Bukan Hanya Aktivitas

Sering kali yang membuatmu lelah bukan aktivitas fisik, melainkan pikiran yang terus bekerja. Menurut Clinical Psychology Review (2021), menulis singkat, membuat daftar sederhana, atau menyelesaikan satu hal kecil bisa mengurangi beban kognitif. Dengan pikiran yang lebih ringan, sisa energimu tidak habis untuk overthinking.

5. Bersikap Lebih Lembut pada Diri Sendiri

Saat kamu tidak mampu melakukan semuanya, suara batin sering menjadi paling keras. Padahal, penelitian di Journal of Positive Psychology (2020) menunjukkan bahwa self-compassion berhubungan dengan daya tahan emosional yang lebih baik. Mengakui keterbatasan tanpa menghakimi diri adalah bentuk perawatan diri yang paling mendasar dan paling dibutuhkan.

Merawat diri bukan tentang melakukan lebih banyak, tapi kamu bisa memilih dengan lebih sadar. Ketika waktu dan tenaga sama-sama terbatas, kamu tidak gagal jika hanya bisa melakukan sedikit. Justru di sanalah inti cara merawat diri, yaitu memberi dirimu izin untuk cukup, bernapas, dan tetap hadir, tanpa harus sempurna.