Film Menolak Punah Sorot Kompleksnya Permasalahan Lingkungan dan Industri Fashion
Pernah terbayang bahwa di dalam tubuhmu terdapat plastik? Tepatnya partikel mikroplastik yang ternyata salah satu sumbernya, deep breath, bisa berasal dari pakaian yang kita kenakan. But how come? Sebenarnya ini bukanlah fakta baru. Sudah ada banyak penelitian yang mengungkapkan akan peredaran partikel mikroplastik, dari mulai air hingga udara. Saking kecilnya, tentu kita sendiri tidak sadar kalau plastik sudah memasuki tubuh kita.
Pengaruh plastik pada tubuh dan lingkungan juga menjadi salah satu tema dari film dokumenter berjudul Menolak Punah.
Film karya sutradara Dandhy Laksono dan Aji Yahuti ini secara garis besar mengulik mengenai pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh industri fashion, dari hulu ke hilir.
Dalam pengembangannya, keduanya juga bekerja sama dengan Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru, Rumah Tenun Baku Peduli, Sejauh Mata Memandang, dan The Body Shop Indonesia.
Isu Lingkungan di Film Menolak Punah

Pada 22 April 2026 lalu, Cosmo beserta rekan media lain dan para pelaku industri fashion berkesempatan menonton film inspiratif ini di Metro Cinema, Kemang, Jakarta. Di awal, film menyoroti akan pola konsumsi sandang masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif.
Salah satu scene menampilkan dialog antara sejumlah perempuan Ibukota yang mengatakan bahwa adanya dresscode juga membuat ia jadi berbelanja. Membeli baju baru untuk mengikuti dresscode sebuah acara mungkin terdengar lumrah. Namun satu pembelian berujung penambahan baju di lemari yang belum tentu akan dipakai lagi.
Sebuah komunitas penerima donasi baju menyoroti betapa banyak pakaian yang disumbangkan yang tampak terlihat baru, bahkan masih memiliki label harga. Baju bukanlah jenis sampah yang mudah diurai. Banyak sampah pakaian yang menumpuk di sungai, bahkan laut an. Di tempat pembuangan akhir seperti Bantar Gebang, bahkan banyak pemungut yang menjual kembali baju-baju dengan kondisi yang masih layak pakai.
Siklus baju boleh berputar, namun ini juga merupakan hal yang dilematis. Kebanyakan pakaian dibuat dari serat sintetis yang susah terurai dibanding benang alami. Selain itu, pakaian dengan serat sintetis juga melepaskan partikel mikroplastik setiap dicuci.
Krisis Kapas dan Ancaman Punahnya Tradisi Budaya Lokal
Isu lain yang menjadi perhatian film ini adalah krisis kapas. Data menyebutkan bahwa 99 persen kebutuhan kapas Indonesia dipenuhi melalui impor. Kelangkaan kapas juga memengaruhi eksistensi tradisi menenun kapas untuk pembuatan kain tradisional.
Kapas bukan hanya komoditas penting untuk sandang tapi juga bagian dari identitas kita. Tengok lambang negara kita. Pada burung garuda terdapat kapas yang menjadi simbol kelima dari Pancasila. Sejumlah instansi juga menjadikan kapas sebagai bagian dari lambang organisasi mereka.
There’s Always Hope for Better Future
Film Menolak Punah tak hanya menyoroti berbagai isu tapi juga menumbuhkan harapan. Masalah lingkungan memang kompleks. Ada banyak elemen dan kepentingan yang saling terkait. Film ini mengingatkan bahwa sekecil apa pun langkah positif yang kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan punya dampak besar untuk ke depannya.
“Film ini kami buat agar persoalan yang selama ini tidak terlihat bisa mulai dibicarakan bersama," ujar Dandhy Laksono, Sutradara Menolak Punah dalam keterangan pers.
Dari sisi pelaku industri fashion, Chitra Subyakto selaku pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang juga menjelaskan bahwa film ini membantu memetakan akan persoalan lingkungan.
“Sebagai jenama tekstil, kami punya tanggung jawab untuk tidak hanya membuat pakaian, tetapi juga membangun pemahaman tentang dampak dari pilihan-pilihan yang kita buat dalam industri ini. Film 'Menolak Punah' memetakan persoalan yang nyata dan dekat tentang apa yang terjadi sebelum pakaian sampai ke tangan kita, dan setelah kita membuangnya. Kami rasa penting untuk menontonnya bersama, berdiskusi, dan merefleksikannya secara kolektif, karena perubahan yang berarti hanya bisa terjadi jika kita bergerak bersama," jelas Chitra.
Film Menolak Punah masih diputar di sejumlah acara terkait lingkungan. Rencananya Dandhy akan membawanya ke level yang luas lagi.