Berencana Liburan ke Bhutan? Ini 3 Kota yang Wajib Kamu Kunjungi
Babes, pernah membayangkan seperti apa rasanya berlibur di negara yang tidak memiliki lampu lalu lintas, dikelilingi pegunungan Himalaya, dan masih menjaga tradisi di tengah modernisasi? Jika belum, mungkin ini saatnya memasukkan Bhutan ke dalam bucket list perjalananmu.
Terletak di lereng timur Pegunungan Himalaya, Bhutan menawarkan perpaduan lanskap pegunungan, lembah hijau, serta budaya yang masih terjaga. Meski baru membuka diri bagi wisatawan internasional pada 1974, negara ini tetap konsisten menerapkan kebijakan High Value, Low Volume Tourism. Setiap wisatawan dikenakan Sustainable Development Fee (SDF) sebesar USD100 per hari yang digunakan untuk mendukung konservasi lingkungan, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan populasi kurang dari 800 ribu jiwa dan luas sekitar 38.000 kilometer persegi, Bhutan berhasil mempertahankan alam dan tradisinya sehingga setiap perjalanan terasa lebih tenang, autentik, dan jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata pada umumnya.
Dan, jika ini adalah kunjungan pertamamu ke Bhutan, ada tiga kota yang menurut Cosmo wajib masuk dalam itinerary: Thimphu, Punakha, dan Paro.
Selamat Datang di Bhutan!
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Cosmo Babes saat mendengar Bhutan? Himalaya? Tiger’s Nest? Atau negara paling bahagia di dunia? Bagi Cosmo, jawabannya justru dimulai dari perjalanan menuju ke sana.
Perjalanan menuju Bhutan bisa dimulai dengan memilih penerbangan yang transit semalam di Bangkok, lalu melanjutkan penerbangan pagi menuju Paro. Sekitar empat jam kemudian, pesawat akan mendarat di Paro International Airport, salah satu bandara paling menantang di dunia. Menjelang mendarat, jangan lupa melirik ke balik jendela. Deretan puncak Himalaya perlahan muncul di sela awan, sementara lembah hijau membentang sejauh mata memandang. Hanya satu kata yang akan terucap: indah!
So, bisa bayangkan jika perjalanan menuju Bhutan saja sudah menyuguhkan panorama seindah ini, bagaimana dengan pengalaman yang menanti setelah mendarat? Begitu menginjakkan kaki di Paro, kamu akan langsung disambut udara pegunungan yang sejuk, lingkungan yang begitu bersih, serta suasana tenang yang menjadi ciri khas negeri ini.
Sebelum berangkat, ada satu hal yang perlu kamu siapkan selain akomodasi. Bhutan mewajibkan setiap wisatawan didampingi pemandu resmi selama perjalanan. Tak hanya membantu urusan perjalanan, mereka juga akan membagikan cerita tentang budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat setempat yang membuat pengalaman menjelajahi Bhutan terasa jauh lebih bermakna.
Ok, perjalanan kini resmi dimulai!
'.Dan, siapa tahu, destinasi yang selama ini hanya ada di layar ponselmu akan menjadi perjalanan berikutnya yang benar-benar kamu alami. .