Menilik Seni Kontemporer Lintas Generasi di ARTJOG 2026
Calling all art lovers! Seni memang indah untuk dipandang, tetapi bagaimana jika sebuah karya juga bisa membuatmu berhenti sejenak, berpikir lebih dalam, dan melihat dunia dari perspektif yang berbeda? Ini alasan ARTJOG 2026 wajib ada di bucketlist kamu babes!
ARTJOG tahun ini hadir dengan tema ARS LONGA: GENERATIO, bagian pertama dari trilogi Ars Longa Trilogia yang dirancang oleh kurator tamu Farah Wardani, dengan fokus pada dialog antargenerasi. Melalui karya-karya yang dihadirkan, pameran ini mengeksplorasi bagaimana pengetahuan, tradisi, pengalaman sekaligus mempertanyakan peran seni di tengah perubahan sosial, politik, teknologi, dan isu ekologis.

Salah satu highlight ARTJOG 2026 adalah karya commissioned artist Roby Dwi Antono bersama Museum of Toys, GENERATIO: CYCLUS VITAE. Terbagi dalam tiga bagian, instalasi ini mengeksplorasi hubungan antargenerasi, transformasi, dan siklus kehidupan. Dimulai dari Vulnera: Bekas Luka Antargenerasi, perjalanan berlanjut ke Rahim Kolektif dan Generasi Alien yang menghadirkan figur asing serta rekaman ultrasonografi janin.
Instalasi ditutup dengan Generatio Continua, karya tiga wajah terinspirasi filsafat Aztec yang memaknai kematian sebagai bagian dari siklus kelahiran kembali. Tak hanya menarik secara visual, karya ini juga menghadirkan pengalaman emosional bagi pengunjung, termasuk penyanyi Astrid Sartiasari yang mengaku tersentuh saat memasuki ruang instalasi.

Selain karya Roby, instalasi Intan Anggita Pratiwie, Leuweung Salira, juga menjadi salah satu karya yang menarik perhatian. Berada dalam segmen Prāctica, karya ini mengeksplorasi pengetahuan ekologis sebagai cara untuk kembali terhubung dengan diri sendiri dan alam.Terinspirasi dari ajaran Sunda Patanjala yang membahas sistem perairan dan sungai, Intan menghadirkan simulasi hutan suci lengkap dengan dedaunan dan pepohonan yang dibuat dari berbagai limbah tekstil. Salah satunya berasal dari studio desainer Ivan Gunawan.
Sementara itu, segmen Dialogus menghadirkan karya-karya kolaboratif yang secara khusus membahas persoalan generasional. Dalam karya Ditanggoeng Tida Loentoer, seniman sekaligus desainer Hermawan Tanzil menghadirkan ruang presentasi yang mengeksplorasi perjalanan bahasa visual dan design thinking Indonesia melalui 750 artefak dan arsip visual dari 75 kota. Beragam arsip seperti label tekstil, kemasan, kop surat, hingga materi promosi dirangkai dalam ruang yang memadukan elemen visual era 1920an hingga 1960an dengan pendekatan yang lebih modern.

ARTJOG 2026 juga turut menghadirkan 52 karya dari anak-anak dan remaja lewat program ARTJOG Kids. Dilengkapi Exhibition Tour, Meet the Artist, ARTJOG Perform, Love ARTJOG, ARTCARE Indonesia, hingga Merchandise Project, rangkaian ini menawarkan pengalaman seni yang lebih beragam bagi pengunjung.
Jika Cosmo babes ingin melihat seni indah, unik dan menawarkan perspektif baru, kunjungi ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, hingga 30 Agustus 2026.