Cara hindari penipuan online

Kita semua pasti pernah mendengar cerita mengenai orang-orang yang kehilangan ratusan ribu hingga jutaan rupiah akibat ulah para penipu yang meraup uang mereka lewat scam, phising atau fraud. Atau mungkin kerabat dekatmu pernah menjadi salah satu korban penipuan online?

Kamu mungkin berpikir, “Ah, hal seperti ini pasti tidak akan pernah terjadi padaku, aku kan tidak mudah lengah!”, atau “Mungkin korbannya orang yang sudah tua dan mudah dikelabui, atau mereka yang rentan karena kurang informasi dari internet, bukan seperti aku.”

Truth is: semua orang rentan tertipu, tanpa terkecuali. Meski begitu, menurut sebuah studi tahun 2016 dari Better Business Bureau, orang-orang berusia antara 25 dan 34 tahun alias milenial justru menjadi generasi yang paling sering mengalami penipuan. Dan, lebih dari separuh orang yang menderita kerugian finansial terkait penipuan memiliki gelar sarjana.

Well, perlu diakui, para penipu tersebut sangatlah cerdas, dan mereka tahu pasti bagaimana caranya memanfaatkan “celah” serta ketakutan orang lain demi keuntungan pribadi. Mengutip dari Jenius.com, salah satu cara yang paling sering digunakan penipu untuk mendapatkan data adalah dengan menggunakan metode social engineering untuk menjalankan aksinya.

Bagi kita yang semakin sering melakukan segala sesuatunya secara daring, seperti melakukan transaksi jual-beli, mengirim uang pada kerabat, atau bahkan menabung—yang kini semudah mengetukkan jari di atas layar ponsel atau laptop—kita harus semakin berhati-hati, karena tak ada yang tahu kapan sang penipu akan melakukan manipulasi psikologi untuk mengelabui kita agar kita memberikan informasi pribadi atau melakukan tindakan tertentu yang menguntungkan pelaku.

Nah, kalau kamu ingin menjauhkan dirimu dari hal-hal tersebut, berikut ini beberapa langkah yang bisa (oke, wajib) kamu lakukan untuk menghindar dari penipuan online, terutama saat menggunakan bank digital:


Cara hindari penipuan online

Hal yang belakangan paling sering menjadi incaran para pelaku kejahatan digital: OTP (one-time password) atau password sekali-pakai. Mengapa mereka mengincarnya? Karena hanya dengan mengetahui kode OTP, sang penipu dapat melakukan account take over dari jarak jauh, membuat keamanan akun bank digitalmu terancam dan dana yang susah payah kamu kumpulkan di dalamnya bisa saja dicuri saat itu juga.

Untuk memaksimalkan fungsi OTP, jangan pernah memberikan nomor OTP. Pasalnya, para penipu tersebut bisa “menyamar” dan berpura-pura menjadi petugas bank digital tempatmu menabung untuk bertanya mengenai detail personal dan – pada akhirnya – OTP yang dikirimkan padamu. Kebanyakan orang percaya dengan tipuan tersebut, karena, penipu tersebut biasa menciptakan “skenario” yang “menyerang” dengan alasan urgensi, yang membuat para korban jatuh pada tipu daya mereka. Metode penipuan ini biasa disebut social engineering, yaitu sebuah rekayasa sosial yang umumnya digunakan untuk memanipulasi korban, agar tanpa disadari korban akan memberikan sesuatu yang diminta oleh pelaku. Pada proses ini, pelaku akan menggunakan berbagai macam cara dan media agar terlihat sangat meyakinkan.

Satu-satunya langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini: Ingatlah bahwa pihak bank tidak akan pernah menanyakan soal informasi pribadi tersebut lewat telepon. Jadi, jika seseorang meneleponmu untuk menanyakan kode OTP, jangan ragu untuk segera menutup teleponnya.


Cara hindari penipuan online

The sad news: Menurut data yang dikumpulkan oleh Truecaller, sebuah aplikasi asal Swedia yang menghitung jumlah call-blocking dan spam-blocking, tercatat Indonesia menjadi negara keenam di dunia dengan jumlah spam terbanyak di tahun 2021, lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya di Asia Tenggara. Tak hanya itu, menurut laporan tersebut, jumlah panggilan spam di Indonesia meningkat sebanyak lebih dari dua kali lipat antara Januari hingga Oktober 2021, dan setengah dari panggilan masuk yang diterima oleh korban ternyata berasal dari nomor yang tidak tersimpan dalam daftar kontak mereka.

Kalau-kalau kamu bertanya, “Dari mana mereka bisa mendapatkan nomor DAN identitas saya?” Well, badan keamanan siber SOCRadar baru-baru ini menerbitkan laporan terhadap lanskap spam di Indonesia. Hasilnya, mereka menemukan bahwa ancaman terhadap Indonesia sedang meningkat karena database jutaan orang Indonesia berhasil diretas dan dijual di dark web dengan informasi lengkap berupa nama, nomor ponsel, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor identitas, hingga gaji bulanan.

Inilah mengapa, ketika kamu menerima telepon dari nomor yang tak dikenal, berusahalah untuk lebih selektif dalam mengangkat panggilan tersebut. Semisal, ketika menerima telepon dari nomor yang menggunakan kode area luar negeri (+1) atau nomor telepon biasa yang mengaku dari pihak bank, kamu perlu mewaspadai hal tersebut. Kenali channel komunikasi dari bank digital yang kamu pakai, termasuk nomor telepon yang biasa mereka gunakan.

Begitu juga ketika kamu menerima e-mail. Kebanyakan kasus scam lewat e-mail cenderung mendorong korbannya untuk mengklik tautan, semisal, untuk mengklaim voucer. Isi pesan scam ini juga telah dibuat sedemikian rupa untuk membuat para korbannya mudah percaya, dengan menyebutkan produk yang terakhir kali kamu beli, atau produk yang belakangan sangat populer, yang membuatnya tampak meyakinkan.

Jika kamu menerima pesan seperti ini, perhatikan apakah ada kesalahan dalam ejaan, karena jika ya, maka kemungkinan pesan tersebut adalah palsu. Lihat kembali apakah mereka mengirimkan e-mail dari alamat e-mail yang biasa kamu terima, atau apakah domainnya sama. Jika berbeda, maka hapus langsung e-mail mencurigakan tersebut.

Inilah mengapa, penting untuk mengenali channel komunikasi resmi lainnya seperti media sosial, website, e-mail, dan WhatsApp dari bank digital yang dipakai agar kamu bisa lebih waspada dan bisa membedakannya dengan para penipu.


Cara hindari penipuan online

Seiring dengan pertumbuhan transaksi online shopping di Indonesia, sayangnya kasus fraud pun ikut bertambah. Berdasarkan laporan Global Payment Trends Report 2019 yang dirilis oleh J.P. Morgan, setidaknya 26% konsumen di Indonesia pernah menjadi korban dari online fraud.

Salah satu alasan mengapa kasus ini marak terjadi adalah karena banyak orang tidak mengaktifkan notifikasi real-time pada ponsel mereka, sehingga mereka tidak menyadari adanya fraud sampai bukti tagihan keluar. Kabar baiknya, salah satu keuntungan dari menggunakan bank digital adalah kamu akan selalu menerima notifikasi untuk setiap transaksi yang kamu lakukan. Semisal, kalau kamu menggunakan bank digital seperti Jenius, ada fitur pengaturan notifikasi di mana kamu bisa mencentang notifikasi transaksi apa saja yang ingin kamu terima dari aplikasi Jenius. Dengan begitu, kamu bisa lebih waspada dan bisa dengan cepat mengetahui kalau ada transaksi mencurigakan yang terjadi.


Cara hindari penipuan online

Ingin membuka rekening baru di bank digital yang kini semakin populer? Sebelum melakukannya, ada baiknya kamu baca dulu ulasan bank digital tersebut. Dengan itu, kamu bisa mengetahui apa saja fitur yang mereka berikan dan bagaimana tingkat keamanannya. Salah satu opsi terbaik bank digital di Indonesia yang saat ini menggunakan teknologi keamanan terkini, serta memungkinkanmu untuk menyimpan uangmu dan melakukan transaksi sehari-hari dengan aman adalah Jenius.

Jenius menggunakan teknologi standar kelas dunia dengan sistem keamanan terkini dan berlapis yang melindungi data-datamu termasuk di antaranya OTP, PIN, Password, dan CVV. Selain itu, Jenius juga terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan seluruh data pribadimu terproteksi dengan aman. Sistem keamanan berlapis serta fitur-fitur keamanan dari Jenius membuat Jenius Aman digunakan dan ramah bagi para penggunanya.

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menghindarkan dirimu dari upaya penipuan online. Untuk tips dan edukasi mengenai keamanan dalam beraktivitas perbankan lainnya, kamu bisa menemukannya lewat laman Jenius Aman.

Nah, untuk kamu yang ingin membuka akun Jenius yang bisa membantu menyimpan uangmu dan bertransaksi dengan segala fitur yang dimiliki, caranya gampang banget! Kamu cukup mengunduh aplikasi Jenius di ponselmu, lalu gunakan kode referral JENIUSXMRA, dan kamu bisa mendapatkan saldo OVO senilai Rp100.000,-! Menarik bukan? Segera download dan aktivasi Jenius sekarang!



eyelash vector design