Farillah Tiara

line vector design

Model

Farillah Tiara qoutes you deserve to be in society

Apa yang membuat Anda Insecure?

“Saya memiliki fat tummy, lengan yang bergelambir, dan dark armpits,” ujar plus-size model ini secara terus terang. Farillah Tiara pun mengaku bahwa itu semua adalah hal yang normal. Tapi lagi-lagi, komentar negatif dari orang lain, bahkan keluarga dekat, membuatnya semakin sulit untuk meningkatkan rasa percaya diri. Perkataan body shaming ini juga telah berdampak besar terhadap kesehatan mentalnya. “Dulu, saya sampai overthinking dan depresi sehingga saya mulai mempraktikkan self-harm,” ungkap Farillah. “Kenapa saya tidak bisa memenuhi standar kecantikan? Kenapa saya harus terlahir seperti ini?” Dan karena beauty standard itulah, satu perempuan menjadi korban self-harm.

Farillah Tiara qoutes you deserve to be in society

Bagaimana Anda mengatasinya?

Farillah mengakui bahwa mindset ini tidak terbentuk secara instan. Ya, membutuhkan proses yang juga tidaklah mudah. “Berkat dukungan positif dari inner circle, saya mencoba untuk menerima diri secara pelan-pelan dan mementingkan self-development. I’m learning to accept my imperfections, embrace my uniqueness, and upgrade my inner self,” jelasnya. Farillah berpesan untuk para perempuan yang melampiaskan emosi dengan cara self-harm untuk berani bercerita ke orang yang tepat. Carilah sosok yang memiliki empati dan mau mencoba untuk mengerti kondisi Anda, bukan orang yang menganggap sepele masalah Anda atau bahkan menganggap perilaku Anda aneh. Jika tidak menemukan sosok yang tepat, segeralah cari bantuan profesional dari psikiater.

Farillah Tiara Quotes I’m learning to accept my imperfections, embrace my uniqueness, and upgrade my inner self

Experts said…

Self-harm, alias perilaku menyakiti diri sendiri sebagai cara untuk mengatasi pikiran dan perasaan menyusahkan disebabkan oleh berbagai macam alasan. Menurut Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, “Orang dapat melakukan aksi self-harm untuk mengatasi perasaan stres; membutuhkan pengaruh interpersonal seperti mendapatkan perhatian dan kasih sayang; menghukum diri sendiri; mengurangi disosiasi atau perasaan hampa; hingga alasan eksperimental.” Begitu Anda memasuki siklus self-harm, kemungkinan besar sulit untuk berhenti. Karena itu, mendapat dukungan profesional dari psikiater dan psikolog klinis dapat membantu membuat perubahan, juga dengan kombinasi self-help technique.

Lesson learned from Farillah

Sesulit apapun kondisi yang Anda alami, selalu ada energi positif yang dapat membantu. “Ingat bahwa Anda kuat. You deserve everything that you get. Trust the progress, and trust yourself. Tanamkan mindset bahwa kamu itu berharga,” ungkapnya.