Nadhifa Arundhati

line vector design

Fresh Graduate

Nadhifa Arundhati

Apa yang membuat Anda Insecure?

Sebagian besar rasa insecurity Nadhifa Arundhati tumbuh akibat komentar dari orang-orang di sekitarnya, termasuk teman-teman dekat yang masih menjadikan komentar terkait fisik sebagai lelucon. “Pahanya gede banget sih, jangan duduk di sini, deh!” ungkap Nadhifa bercerita mengenai lelucon teman-temannya. Meski tidak menganggap komentar itu sebagai hal yang serius, tapi tetap sulit untuk membohongi diri sendiri. “Terkadang saya overthinking, memangnya merugikan, ya? Mungkin bagi mereka itu lucu, hanya bercanda. Buat saya, itu tidak lucu. It’s not a joke, you’re just being mean.”

Nadhifa Arundhati

Bagaimana Anda mengatasinya?

“Sejujurnya, saya masih dalam proses mencintai tubuh saya sendiri.” Nadhifa mengaku terkadang ia masih merasa pahanya terlalu besar, atau pipinya terlalu chubby. Dan sayangnya setiap rasa percaya diri Nadhifa mulai bangkit, ia justru dihadapkan dengan komentar-komentar negatif dari orang lain yang membuatnya merasa terkalahkan. “Memang masih susah, tapi saya berusaha untuk menerapkan motto ‘my body, my rules’.”

Nadhifa Arundhati

Experts said…

Pernah menerima komentar negatif tentang tubuh Anda, atau bahkan mendengar lelucon tentang tubuh Anda? Hal tersebut dapat dengan mudah menjatuhkan kepercayaan diri korban, tapi menurut Nuran Abdat, M.Psi, hal itu juga merupakan cara perundung melampiaskan insecurity mereka. “Dalam teori psikologi, perilaku ini muncul karena pelaku telah mengobservasi kebiasaan di lingkungannya. Di Indonesia, kita biasa hidup dengan pemahaman tentang beauty standart dan di situlah terbentuk pemahaman mengenai yang dianggap benar dan salah,” jelas Nuran. Menurutnya, perilaku bully mayoritas dilakukan karena pelaku tidak memiliki kepercayaan diri, tidak mendapat pengakuan, hubungan kurang baik dengan orang tua, atau mungkin mereka ‘membalas’ pengalaman bullying-nya. Jika kasus ini terjadi pada Anda, “tunjukan bahwa Anda memiliki personal boundaries—kenali batas Anda,” ungkap Nuran. “Review. Kalau memang merasa di-bully, beri tahu teman Anda. Jangan terus menghindar dari situasi yang Anda tidak suka. Kalau sudah diberitahu tapi tidak ada perubahan, Anda berhak keluar dari lingkungan tersebut.”

Lesson learned from Nadhifa

Selalu ada pilihan untuk tidak perduli. Ketika mendengar komentar body shaming, Nadhifa akan menanggapinya dengan, “ah, bodo amat!”. Ia merasa respon yang tidak terduga bisa lebih ampuh daripada sekadar diam saja. Lagi pula, terkadang sikap ini dibutuhkan, bukan?