Nicky Clara

line vector design

Disability Womenpreneur

Nicky Clara

Apa yang membuat Anda Insecure?

Seperti banyak perempuan Indonesia lainnya, bagian tubuh yang paling membuat Nicky Clara insecure adalah perut. “Ada seorang sahabat yang memanggil saya ‘bun’, dari kata ‘buncit’, hahaha!” kata sang pebisnis kepada Cosmo. Sebagai seorang disabilitas, Nicky menganggap bullying seperti ‘makanan sehari-hari’. “Saat SD dulu saya memiliki julukan sendiri: Nicky si kaki boneka.” Hebatnya, hal ini sudah tidak lagi menimbulkan rasa insecure dalam dirinya. Nicky membuktikan bahwa menjadi seorang disabilitas bukanlah sebuah kekurangan selama ia dapat terus menggali hal-hal positif dari dalam dirinya. Cosmo salute!

Nicky Clara

Bagaimana Anda mengatasinya?

Menurut Nicky, self-love adalah sebuah proses melihat diri dan situasinya masing-masing. “Pertama, yang saya lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri—dengan keadaan saya, dengan kekurangan saya. Kedua, saya berusaha menemukan value dalam diri saya,” ungkapnya. Nicky selalu ingat bahwa kekurangan yang ada dalam dirinya juga merupakan pemberian dari Tuhan. Maka dari itu, ia ingin fokus meningkatkan kemampuan lain agar bisa menunjukan kelebihan, alih-alih berlarut dengan kekurangan. Selain itu, Nicky juga memiliki rutinitas self-care yang terbilang unik. Sebelum pergi ke luar rumah, ia meluangkan dua sampai tiga menit di depan cermin untuk mengucapkan hal-hal positif kepada dirinya sendiri, seperti ‘You’re beautiful’, ‘You’re great’, dan apapun yang membuatnya senang. Alasannya? “Kita tidak tahu negative thoughts dan kata-kata buruk apa yang akan orang ucapkan pada kita di luar, jadi saya siap-siap membentengi diri sendiri dari rumah.” Hmm… patut dicoba!

Nicky Clara

Experts said…

Mungkin selama ini Anda memiliki prioritas yang sama dengan Nicky untuk meningkatkan kemampuan lain agar bisa menunjukan kelebihan. Namun pernahkah Anda berpikir, “bukankah memaksa diri agar menjadi lebih produktif tergolong toxic positivity?”. Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog, menjelaskan tentang perbedaan positivity dengan toxic positivity. “Toxic positivity adalah memahami sesuatu yang tidak nyata dan menghambat perkembangan diri,” jelasnya. Biasanya, mindset toxic positivity hanya mengutamakan kesenangan sesaat, bukan perasaan nyaman akan kondisi yang sebenarnya. Jadi, lihatlah lebih jauh ke dalam diri dan pahami apa yang Anda miliki dan apa yang Anda butuhkan, bukan sekadar diinginkan.

Lesson learned from Nicky

Bahwa keterbatasan hanyalah pikiran saja. Menurut Nicky, ketika seseorang merasa tubuh atau kemampuannya terbatas, maka itulah yang membuatnya terhambat. “You are the greatest person for everything that you have been through. Sayang sekali jika Anda tidak bisa menyayangi diri sendiri.”