Shilla Dipo

line vector design

Creative Executive

Shilla Dipo Be Loud and Proud Quotes

Apa yang membuat Anda Insecure?

“Saya merasa orang gendut selalu menjadi lelucon dan hal itu terjadi pada saya saat remaja,” ungkap Shilla Dipo memulai kisahnya tentang body issue. Kalau anak seusianya menangis karena di-bully, Shilla berani membalas mereka dengan kekerasan. “Waktu itu saya langsung melampiaskan emosi dengan membalas perilaku mereka, tapi lama-lama saya sadar bahwa sikap itu salah. Jadi kalau sedang merasa kesal, saya suka meluapkannya dengan melukai diri sendiri,” lanjutnya. Lebih parah lagi, perasaan insecure ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri, bahkan keberanian untuk bertemu dengan orang baru.

Shilla Dipo Be Loud and Proud Quotes

Bagaimana Anda mengatasinya?

Memulai dari diri sendiri. Shilla yakin bahwa jika ia bisa menerima diri sendiri, maka orang lain juga dapat menerima dirinya. Bagi Shilla, percaya diri adalah konsep ‘percaya pada diri sendiri’, dan artinya kita harus mulai mempraktikannya untuk bisa membentuk self-love. “Boleh saja diet, tapi lakukan untuk diri kita sendiri,” katanya. Shilla pun mengaku bahwa saat ini ia sedang berupaya menurunkan berat badan. Bukan demi mendapatkan bentuk tubuh yang kurus. Ini adalah bentuk self-love dari belajar mensyukuri apa yang bisa dilakukan oleh tubuh—apa pun bentuknya. “Saya sedang suka lari dan karena ini saya sadar bahwa kemampuan tubuh ini tidak terbatas oleh ukuran. Saya juga semakin percaya jika kita sudah menerima diri sendiri, kita bisa menjadi apa pun yang kita inginkan.”

Shilla Dipo Be Loud and Proud Quotes

Experts said…

Kasus insecurity ini sudah mencapat level self-harm, perilaku menyakiti diri sendiri sebagai upaya mengatasi emosi yang menyulitkan. Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ (Psikiater di Ciputra Medical Center, Secretary General Asian Federation of Psychiatric Associations, dan juga Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta) menjelaskan bahwa kondisi ini disadari oleh pelaku karena menimbulkan kepuasan, namun setelahnya cenderung merasa bersalah akan tindakan tersebut. Ia juga menjelaskan sejumlah langkah awal pencegahan self-harm, yaitu dengan menangis untuk meluapkan emosi, menggenggam sesuatu di tangan, banyak bergerak seperti stretching atau melakukan pekerjaan rumah, memeluk sesuatu, dan bicara dengan seseorang yang dipercaya.

Lesson learned from Shilla

Ada sebuah filosofi hidup yang Shilla terapkan: memandang hidup seperti lambang Ying and Yang. “Semuanya itu netral, ada yang positif dan ada yang negatif, tergantung bagaimana perspektif kita.” Meski banyak orang membicarakan hal-hal buruk tentang Anda, selalu ada titik fokus kebaikan yang bisa disebarkan. “Kita tidak bisa berbagi kebahagiaan sebelum kita memenuhi diri dengan titik fokus positif itu, right?” Definitely!