Zsazsa Caesar

line vector design

Model

Zsazsa Caesar

Apa yang membuat Anda Insecure?

Zsazsa memiliki kondisi kulit bernama vitiligo yang sempat membuatnya tidak percaya diri. ”Kondisi ini menyebabkan warna kulit yang tidak rata, dan dulu saya sempat menutupinya karena merasa malu. Mulai dari kelas 5 SD dibilang seperti sapi oleh teman-teman sekelas, sampai pernah dijauhi oleh pria karena ibunya tidak setuju dia memiliki pasangan yang kulitnya seperti saya,” cerita Zsazsa. Tekanan dari lingkungan sekitarnya telah menumbuhkan rasa ketidakpercayaan diri, bahkan membuatnya insecure dan berpikir bahwa sulit untuk menemukan pasangan hidup.

Zsazsa Caesar Know Your Worth Quotes

Bagaimana Anda mengatasinya?

Menjelang dewasa, Zsazsa menyadari bahwa vitiligo bukanlah sebuah hal yang membuatnya beda, melainkan unik di hadapan orang lain. Zsazsa belajar menerima kondisi tersebut dengan cara mengakui bahwa, “vitiligo adalah bagian dari diri saya yang akan ada selamanya.” Setelah menerima fakta tersebut, Zsazsa pun perlahan mulai berhenti menyembunyikan kondisi ini dan mencoba membuka diri. Zsazsa juga mempraktikkan banyak aksi self-care dan merawat tubuhnya, mulai dari diet sehat hingga menerapkan rutinitas skincare. “Pemikiran saya sekarang: jika seseorang tidak dapat menerima keadaan kulit saya yang seperti ini, then you don’t deserve me.” Ya, bukankah ini adalah kekuatan yang seharusnya dimiliki oleh setiap perempuan?

Zsazsa Caesar Quotes The day you plant the seed is not the day you eat the fruit

Experts said…

Vitiligo merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel imun dalam tubuh merusak melanosit (sel penghasil pigmen pewarna kulit). Kondisi ini menimbulkan gejala berupa bercak berwarna putih seperti susu atau kapur di kulit. Menurut Dr. Imelda Pardede, M.Gizi, SpKK, ada beberapa faktor yang memengaruhi vitiligo, mulai dari faktor genetik hingga lingkungan. Penyakit ini bisa muncul di usia berapa pun, dan kondisinya dapat memburuk bila penderita mengalami tekanan baik secara fisik dan psikis. Meski prevalensinya hanya sekitar 0,5 – 1 persen di seluruh dunia, ketahuilah bahwa penyakit ini tidak menular.

Lesson learned from Zsazsa

The day you plant the seed is not the day you eat the fruit.” Kepercayaan diri adalah sebuah karakter yang perlu dibangun, dan Zsazsa percaya bahwa suatu hari ia tidak akan menganggap vitiligo sebagai suatu kekurangan, namun sebagai kelebihan yang ia punya.