Butuh waktu beberapa lama bagi kami untuk duduk dan berbincang lagi dengan sosok Mahalini. Mungkin sekitar tiga tahun lamanya sejak digital cover Cosmopolitan bersama Mahalini berlalu.
Dengan selang waktu tersebut, tentu saja ada banyak hal baru yang dibawa oleh Mahalini.
Statusnya yang kini berganti sebagai seorang istri dan ibu untuk seorang balita menggemaskan, angka streaming yang terus bertambah,
sebuah album baru yang penuh filosofi, serta konser KOMA yang menjadi titik comeback-nya.
Kami pun banyak berbincang tentang konser yang mendapat banyak pujian terkait visual stage dan penampilan sang penyanyi.
Ada berbagai trivia seru yang perempuan berdarah Bali tersebut bagikan yang rasanya sulit kami percaya.
Entah karena Mahalini menceritakannya dengan begitu santai atau karena faktor jam terbang yang membuatnya bisa menangani segala obstacles di konsernya secara flawless.
“Saya sebenarnya takut ketinggian, tapi adrenalin saya saat konser lebih tinggi. Jadi itu semua mengalahkan rasa takut saya! Bahkan awalnya,
saya mau sling yang dipakai untuk mengangkat saya tersebut bisa berputar mengelilingi area konser,”
ujarnya dengan mata berbinar saat kami membahas tentang stage act-nya untuk lagu Kemarilah Tenang pada KOMA LIVE IN CONCERT JAKARTA. Scene ini terasa memorable
dan mengundang decak kagum karena membawa penyanyi kelahiran 4 Maret 2000 tersebut harus bernyanyi dalam posisi digantung di atas ketinggian.
See? Mahalini bukan hanya sekadar penyanyi yang menerima semuanya secara jadi.
Ia jelas punya berbagai visi dan misi yang besar untuk semua hal yang dikerjakan.
Perempuan berdarah Bali tersebut aktif dan in charge di setiap hal yang dikerjakan! Dari dulu sampai sekarang, Mahalini selalu konsisten akan hal tersebut.
“Saya sendiri memang tipe yang suka bekerja. Dan kalau sudah urusan kerja serta menyanyi,
saya memang suka sekali turun tangan di balik prosesnya.
Saya suka berpikir makanya saya menjalani pekerjaan dan berbagai proses kreatif ini pun dengan perasaan happy,” terangnya.
Mahalini memang cukup berbanding terbalik dengan image lagu-lagunya yang dipenuhi nuansa ballad dan emosional.
Ia punya spirit positivity yang besar dengan sinar mata yang jelas dengan visi misinya. Terlebih kini ia juga menggenggam gadget yang bisa mewujudkan sisi kreativitasnya,
baik sebagai penyanyi, founder dan creative director dari brand parfumnya, LÉNOTES atau untuk urusan pribadinya. Thanks to Samsung Galaxy S26 Ultra.
And no girls' day is complete without a little secret-spilling!
Seperti layaknya teman lama yang tidak hanya bercerita mengenai update kehidupan dan hal seru dalam karier,
Mahalini juga membagikan satu fitur favoritnya dari Samsung Galaxy S26 Ultra pada Cosmo yaitu Circle to Search with Google! Fitur ini ternyata begitu banyak membantu Lini -
panggilan akrab sang penyanyi dalam mengeksekusi berbagai hal kreatif hingga tampilan gayanya baik di atas panggung atau sehari-hari.
“Ini benar-benar pelengkap dan game changer buat saya! Sekarang, kalau lihat inspirasi style fashion dari manapun, termasuk di social media,
saya tinggal tekan tombol home agak lama, lalu lingkari objeknya dan tekan Find the Look untuk eksplor detail yang diinginkan. Detik itu juga info brand, harga, sampai tempat belinya langsung keluar. It's so seamless and fast!” tukasnya dengan ceria.
A good story, light atmosphere and powerful gadgets.We couldn't ask for more. Jadi agar kamu bisa ikut merasakan keseruan ini, simak interview Cosmo bersama Mahalini berikut:
Hai Mahalini, sudah lama rasanya kita tidak duduk mengobrol bersama.
Mari kita mulai dengan membahas album Koma, yang dirilis tahun lalu.
Apa perbedaan terbesar yang kamu rasakan dari album ini dibanding album sebelumnya?
Di album Koma ini sebenarnya saya merasa jauh lebih dewasa dibanding album sebelumnya. Mulai dari pemilihan lagu hingga cerita yang ingin disampaikan.
Di sini saya lebih banyak bercerita tentang kehidupan saya. Percintaannya memang tetap ada, tetapi porsinya jauh lebih balance dibanding sebelumnya.
Saat berbicara tentang Mahalini, sulit memisahkan dari momen KOMA LIVE IN CONCERT baik di Jakarta maupun di Kuala Lumpur.
Konser ini seperti memiliki makna besar bagi perjalanan karier kamu serta menjadi momen comeback paska melahirkan.
Seperti apa konser ini membentuk karier dan diri Mahalini sebagai solois?
Menurut saya selain album, pencapaian saya di karier adalah dengan menggelar konser ini. Saya juga sangat bersyukur konser ini sold out.
Seperti yang disebut, KOMA LIVE IN CONCERT JAKARTA memang menjadi panggung comeback saya.
Saya memang merancang bagaimana caranya agar tetap ditunggu oleh pendengar dan tidak menghilang. Saya ingin tetap dikenang.
Itu yang membuat saya memutar otak bagaimana cara mempertahankan hal tersebut? Jadi konser ini rasanya seperti sebuah mimpi dan pencapaian dalam hidup saya
Konser ini begitu detail dan memiliki visual yang outstanding. Saya tebak pasti cukup lama Mahalini dan tim mempersiapkannya?
Benar, saya cukup lama mempersiapkan konser ini. Yang membuat lama karena saya orangnya detail dalam memikirkan banyak hal. Mulai dari opening visual,
kostum, sampai musik yang ingin dibawakan. Meski sudah ada music director konser ini yaitu Ronald Steven yang membantu menangani semuanya, tetapi saya juga ingin ikut turun tangan langsung untuk konser ini.
Opening visualnya juga kita buat dengan visual effects (VFX), sehingga itu memakan waktu cukup lama. Lalu saya juga cukup peka dengan berbagai hal detail seperti ketukan dan detiknya yang harus sama, jadi prosesnya memang panjang.
Di konser KOMA kamu juga membuat banyak cerita seru. Seperti Mahalini yang belajar dance di lagu Buru-Buru. Apakah dari sini membuat kamu tertarik untuk mencoba lagu yang upbeat + memiliki koreografi ke depannya?
Dari dulu banyak bertanya, kenapa sih Mahalini kok terlihat jarang dance? Di konten media sosial pun juga begitu. Tapi saya memang membangun diri bahwa Mahalini adalah penyanyi yang tampil flawless di atas panggung.
Jadi ketika saya menampilkan dance tersebut, hanya untuk spesial show saja salah satunya di konser KOMA ini. Tujuannya juga agar orang melihatnya dan menunggu, haha..
Saya ingin agar scene dance ini menjadi sesuatu yang spesial dan memang proper untuk ditampilkan.
Dan ada banyak musisi yang terlibat dan berpartisipasi untuk berduet dengan Mahalini di konser ini. Siapa musisi yang paling kamu tidak sangka bisa berkolaborasi dengan sosoknya?
Kaka SLANK. Saya benar-benar tidak menyangka waktu manager saya bilang Kaka Slank mau berpartisipasi di konser ini.
Maka terjadilah kami berduet lagu Sial dalam versi pop rock.
Beliau baik sekali, sehabis manggung mas Kaka pun mengirim pesan, “Lini, saya rasa kamu butuh venue yang lebih besar.”
Itu membuat saya terharu, apalagi kami berdua juga sama-sama Pisces. Saya juga bahagia bisa berkolaborasi dengan begitu banyak penyanyi ternama dan senior di konser ini.
Salah satu impian saya juga bisa tampil bersama Kris Dayanti lalu juga bersama Sal Priadi.
Berada di atas panggung yang besar dan memiliki banyak audiens, apakah kamu juga memiliki pre-performance routine or ritual before going on stage?
Tidak ada sih. Tapi buat saya yang terpenting adalah tidur yang cukup. Karena saat bertemu dengan banyak orang,
itu membuat energi saya seperti melemah, haha... Makanya karena saya tahu saat hari konser saya akan bertemu dengan banyak sekali orang, saya menyimpan energi lewat tidur.
Tapi saat gladi resik saya tidak ada menyimpan suara, karena saya harus pemanasan kan.
Dan tahu tidak, untuk KOMA LIVE CONCERT IN JAKARTA dan KUALA LUMPUR, itu menjadi suara ter-fit saya selama 26 tahun!
Dari sekian banyak lagu-lagu kamu yang punya nuansa ballad dan lirik emosional, mana lagu kamu yang yang sejauh ini paling sulit emosinya untuk diekspresikan?
Kemarilah Tenang. Lagu ini menceritakan tentang saya di saat menjadi publik figur yang pasti memiliki masa-masa stressful. Terlebih setelah saya memiliki anak.
Menyanyikan lagu ini seperti saya bercerita kepada orang lain. Untuk mengungkapkan itu semua, saya seperti belum bisa mengontrol emosinya sampai saat ini. Saya sadar menjadi seorang penyanyi kita harus mengontrol diri, agar tidak pitchy atau cepat lelah di lagu berikutnya.
Lagu ini adalah pengecualian karena seperti saya curhat dan 100% bercerita kepada penonton.
Setelah sekian lama menekuni karier sebagai penyanyi solo, apa yang industri ini ajarkan kepada kamu?
Untuk saya yang tipe sulit bercerita ke orang, industri musik ini menjadi tempat saya untuk bercerita, berproses dan berubah. Berubah dari segi dari cara pandang terhadap banyak hal.
Lantas apa hal yang membuat kamu tetap humble dalam menjalani kehidupan ini?
Saya menjalani semua dengan go with the flow. Menjalani semua dengan bersyukur, apapun yang terjadi biarkanlah terjadi dan lebih positif berpikir.
Fans Mahalini aka MyLinz begitu setia mendukung Mahalini dalam setiap perjalanan kariernya. How do you take that in without losing yourself?
Saya bersyukur dari awal MyLinz adalah tipe fans yang tidak pernah menuntut saya seperti apa yang diinginkan. Itu yang membuat saya sayang pada mereka.
Sejak awal debut, saya sudah bilang ke mereka bahwa saya memang seperti ini. Mereka benar-benar mendukung apapun yang saya Mereka aku banget, karena tipe serunya pun sama!
Apa kisah atau pesan selanjutnya yang ingin kamu ceritakan melalui musik?
Saya ingin tetap bisa mengangkat tentang budaya. Tetapi saya juga ingin mempunyai lagu yang santai dan effortless. Kadang orang melihat saya,
pasti ada pikiran seperti, “Kira-kira Mahalini berhasil gak ya high notes-nya?”. Saya juga pernah sebenarnya merilis lagu yang effortless,
seperti lagu Sampai Menutup Mata. Tapi sepertinya netizen tetap berharap sesuatu yang wah dari lagu-lagu saya, haha..
Kamu juga dikenal sebagai musisi yang stylish dan eksploratif urusan style. Dan itu adalah sesuatu yang menarik karena kamu selalu totalitas atas hal ini. Darimana biasanya kamu mendapat inspirasi dari fashion yang digunakan?
Dari diri saya sendiri sebenarnya. Sejak kecil mama saya adalah sosok yang stylish,
jadi terbawa sampai sekarang termasuk dalam hal belajar memadukan warna. Kalau sekarang saya banyak mencari inspirasi dari Pinterest,
karena saya senang mengulik dan mencari tahu hal apa yang sedang tren saat ini.
Sebagai seorang penyanyi, Cosmo penasaran bagaimana Mahalini melihat hubungan antara musik yang kamu bawakan dengan fashion?
Bagi saya, musik dan fashion itu satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Apalagi fashion di atas panggung adalah cara saya memperkuat emosi dan pesan dari lagu yang dinyanyikan.
Jadi, selain suara, look saya juga harus bisa 'bercerita' ke penonton.
Dengan jadwal manggung yang padat, pernah tidak kamu merasa kesulitan atau gemas sendiri saat mencari inspirasi outfit di stage yang unik?
Sering banget! Apalagi kalau sedang menonton video klip musisi luar atau scroll media sosial,
terus lihat baju atau aksesori yang keren banget tetapi tidak ada tag atau info brand-nya. Lucunya, dulu saya sampai harus ketik deskripsi panjang banget di browser! Dan seringnya tidak ketemu.
Itu membuat saya geregetan karena momentum idenya jadi hilang.
Sesuai dengan tema kita "Music & Fashion", bagaimana fitur Circle to Search membantu unlock kreativitas kamu?
Fitur Circle to Search di Galaxy S26 Ultra benar-benar unlock my passion points. Proses berburu referensi gaya untuk project musik saya menjadi jauh lebih instan.
Saya tidak perlu ribet bergonta-ganti aplikasi atau screenshot sana-sini lagi. Semua inspirasi mode dan musik bisa langsung dieksekusi hanya dalam satu lingkaran mudah.
Selain fiturnya yang canggih, bagaimana desain Samsung Galaxy S26 Ultra ini melengkapi penampilan Mahalini sebagai musisi muda yang stylish?
Smartphone ini fungsional sekaligus jadi fashion statement yang wajib dibawa. Desainnya sleek, tipis, dan terlihat premium. Pilihan warnanya juga stylish,
jadi gampang buat di-mix-and-match dengan gaya baju saya. Mau itu street style kasual saat latihan, atau gaya glamor di atas panggung.
Tentu tidak mudah untuk selalu menjadi kreatif,
bagaimana cara kamu mengatasi momen-momen creative stuck?
Justru setiap hari itu kepala saya selalu penuh dengan banyak hal dan ide.
Setiap hari saya buka Pinterest dan melihat berbagai koleksi dari baju, rumah,
furniture, visual stage, dll. Saya juga suka men-direct visual lalu mencari dan mengulik banyak hal.
Saya ingin sesuatu yang dikenang dan akan jadi memori tersendiri.
Malah sepertinya kamu kelebihan ide ya?
Betul! Karena saya punya banyak ide namun sayangnya ada juga banyak hal yang tidak bisa dieksekusikan.
Akhirnya ada banyak hal yang di tone down. Itu hal yang challenging. Semuanya sudah saya keluarkan seperti yang ada di konser KOMA.
Negatifnya karena semua idenya sudah dijalankan, saya jadi ikut bertanya, “Selanjutnya bikin apa lagi ya?”
Pasti ada momen-momen di mana kamu merasa dunia berputar begitu cepat dan sibuk.
Bagaimana cara kamu tetap stay insane dan bisa terus positif melangkah dalam menjalani hidup?
Nah itu caranya kembali lagi dengan menyibukkan diri, haha.. Tidak lupa juga untuk terus melangkah fokus pada diri sendiri.
If there were no cameras and no one recognised you, and we could trade places for 24 hours, what would you do?
Ke Bali sih, pulang ke rumah lama saya.
Apa rencana atau hal seru yang kamu nantikan di tahun ini?
Akan ada Mahalini Live Concert in Singapore di bulan Oktober mendatang dan beberapa proyek lagu juga ke depannya.
Apa pesan yang impactful dari Mahalini untuk pembaca Cosmopolitan yang ingin terus mengeksplorasi passion mereka?
Cosmo Babes, jangan pernah ragu buat berekspresi dan memuaskan rasa penasaranmu,
baik lewat musik, gaya berpakaian, atau mimpi-mimpimu yang lain. Dunia ini penuh dengan inspirasi keren.
Memaksimalkan teknologi canggih yang selalu ada sama kamu, seperti Samsung Galaxy S26 Series. Trust me, tantangan itu bukan lagi hambatan.
Kejar apa yang kamu suka, karena semua inspirasi itu sebenarnya cuma sejauh satu lingkaran mudah untuk kamu buka! Circle it, That’s all.
CREDITS
Photographer: Ifan Hartanto (Wave Studio).
Videographer: Agung Kurniawan.
Retoucher: Haka.
Fashion Stylist: Dheniel Algamar.
Asst. Fashion Stylist: Elizabeth Alicia & Aurel Naila.
Asst. Photographer: Geraldy Jasson & Tegar.
Text: Giovani Untari / FT.
Cosmopolitan Digital Editor: Kissi Aprilia.
Layout Cover: Rhani Shakurani, Lingga Adhinagara.
Makeup: Dhirman Putra.
Hairdo: Rury Padwa.
Microphone : Melodia Musik.
© 2026 Cosmopolitan Indonesia