Image mike lewis

Model, aktor, produser, broker, hingga pemilik bisnis kuliner, Mike Lewis sepertinya selalu tahu cara terbaik untuk menikmati hidupnya. Dan setelah hampir 20 tahun sejak foto pertamanya bersama Cosmo (yang fenomenal!), ia kembali dengan vibes positif tak terkalahkan dan pelajaran hidup yang membuatnya jauh lebih dewasa. Welcome back, Mike!

Hai Mike, apa kabar? Apa kesibukan kamu akhir-akhir ini? I'm fantastic, thank you very much Cosmo! Saat ini saya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan saya. Sebenarnya saya sudah melamar tunangan saya sejak tahun 2019, tetapi karena pandemi kami tidak bisa melangsungkan prosesi karena keluarga pasangan saya ada yang tinggal di luar negeri. Jadi memang cukup complicated bagi kami berdua untuk melangsungkan pernikahan. Tapi di dua tahun momen tunangan ini, kami menjadi semakin dekat satu sama lain. Sekarang saya juga memiliki beberapa pekerjaan, tidak hanya aktor, model, tetapi juga seorang broker di sebuah finance firm. Saya juga sedang mempersiapkan diri untuk masa depan karena semakin bertambah usia, saya jelas harus lebih bertanggung jawab kepada keluarga saya. Anak saya Kenzo juga sudah menuju fase remaja sekarang, so yeah saya harus memikirikan masa depannya juga.

Kamu adalah model, aktor, produser, broker, dan seorang businessman. Bagaimana cara kamu menghadapi segala jadwal pekerjaan yang padat tersebut? Saya tipe yang orang yang sangat suka mengambil semua hal yang datang dan ditawarkan kepada saya. Terkadang semua itu mungkin terkesan membuat saya drop, haha... But so far so good! Saya beruntung bisa memiliki banyak energi untuk melakukan semua hal tersebut. Saya juga termasuk tipe orang yang tidak mudah bosan. Saya tidak tahu, namun saya memang tidak suka menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ketika melihat sebuah kesempatan yang ada di hadapan saya, maka saya pasti akan mengambilnya.


Lantas bagaimana cara seorang Mike Lewis menjaga kesehatannya? Sangat penting untuk saya menjaga life-balance. Orang-orang yang mengenal saya tahu saya termasuk tipe yang rileks, easy going, sangat suka hangout dan wine. Tapi di balik itu saya juga selalu hidup seimbang dengan cara pergi ke gym dan workout yang maksimal setelah makan terlalu banyak. Lucunya, saat awal pandemi saya sempat meninggalkan kebiasaan saya tersebut, haha.. Saya benar-benar hanya di rumah, duduk di sofa, makan, dan tidak pergi gym karena saat itu gym ditutup. Itu membuat berat badan saya naik! Tapi sekarang waktunya kembali ke kebiasaan saya yang seperti dulu. Holiday is over!

Apa workout favorit kamu saat ini? Well, karena saya pernah memiliki cedera leher jadi workout yang saya lakukan memang sedikit berbeda dari orang lain. Tujuannya agar tidak membuat leher saya semakin cedera. Meski begitu, workout ini tetap terasa seperti gym yang sesungguhnya karena melibatkan sejumlah gerakan angkat beban. Saya memang sangat menyukai olahraga. Bahkan saat liburan pun saya akan pergi main golf atau berusaha tetap bergerak setiap harinya. Satu hal yang ingin saya sampaikan ke semua orang, terkadang kita sering melihat sebuah workout yang berhasil ke satu orang dan itu membuat kita tertarik untuk mengikutinya. Padahal kita harus menemukan mana workout yang memang cocok untuk diri kita sendiri. Ini penting karena setiap orang jelas memiliki kondisi dan kemampuan fisik yang berbeda-beda.


Cosmo mengenal kamu sejak awal karier modelling di Indonesia. And now you're back! Apakah kamu masih mengingat momen pertama kali pemotretan bersama Cosmo?Saya masih ingat betul saat saya masuk Cosmo untuk artikel Man Manual di tahun 2002 silam. Saat itu pun pemotretannya bersama Michael Pondaag dan ia bilang, "Mike, berani tidak foto agak terbuka hanya pakai bola rugby?" Karena saat itu passion saya memang ada di olahraga rugby. Tapi karena saya membawa sejarah dan pengalaman modelling dari luar negeri seperti New York, dll. Di mana di sana foto seperti itu adalah hal yang normal tapi mungkin di Indonesia sangat berbeda, maka saya pikir kenapa tidak? Lucunya saat itu saya mengambil foto tersebut karena berpikir bahwa saya tidak akan tinggal lama di Indonesia dan akan pindah ke negara lain, haha... Tapi ternyata saya sangat cinta Indonesia! Jadi saya kembali ke sini dan beruntungnya zaman itu belum ada media sosial yang mungkin akan mengekspos saya. Tapi saya bersyukur bisa memiliki sebuah momen di mana saya bisa mendobrak sejumlah barrier dalam hal modelling yang ada di sini dengan memiliki style foto yang lebih beragam. Semoga foto saya saat itu bisa membuat para model, stylist, dan tim majalah untuk lebih percaya diri dan berani. Sangat menyenangkan mengingat momen tersebut. Lalu saat saya kembali ke Indonesia, sepertinya sudah banyak orang yang melihat foto saya di Cosmo saat itu. Bahkan sampai sekarang masih ada saja orang yang bilang, "Mike, kamu berani ya foto cuma menggunakan bola rugby di majalah Cosmo!" Pengalaman yang memorable sekali!

Apa hal yang paling berubah dari sejak debut karier kamu sebagai seorang model hingga saat ini? Meski banyak yang bilang saya terlihat tetap awet muda dan fresh, haha.. Tapi saat ini saya merasa semakin bisa membuat keputusan dengan lebih baik dan bijak. Ada lebih banyak pengalaman pula di dunia karier yang membuat saya belajar soal hidup. Saya juga lebih perhatian pada kondisi kesehatan saya. Saat saya memulai karier modelling, saya tidak terlalu memerhatikan hal seperti soal kesehatan. Tapi karena sekarang saya memiliki tunangan dan anak, saya lebih banyak berpikir tidak hanya untuk diri saya sendiri tapi untuk orang di sekitar. Saya juga jadi belajar soal bisnis. Banyak hal yang berubah dalam diri saya.


Image mike lewis

Mike Lewis selalu terlihat begitu positif di mana pun ia berada. Bagaimana cara kamu menjaga spirit positif tersebut? Pasti tidak mudah bukan? Saya rasa spirit positif tersebut datang dari ibu saya yang amazing. Saya juga beruntung memiliki masa kecil yang bahagia. Sebenarnya saya selalu berpikir tidak peduli betapa banyaknya tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi dalam hidup, saya selalu percaya bahwa saya akan baik-baik saja. Saya juga belajar untuk menghargai hal-hal kecil yang ada dalam hidup saya. Saya berusaha hidup dengan sebaik mungkin setiap harinya. Dengan cara itulah saya merasa gembira. Jadi mari kita mulai belajar menghargai apa yang ada di sekitar kita. Appreciate the moment! Jangan terlalu fokus pada masa depan saja. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Pelajaran hidup ini saya dapatkan ketika saya mematahkan leher saya di usia 21 tahun. Saat itu saya hampir kehilangan nyawa. Setelah berhasil sembuh, hidup saya semuanya terasa seperti sebuah gift. Itulah yang membuat saya selalu bersyukur masih bisa hidup sampai hari ini.

So deep! Jika kamu bisa bertemu kembali dengan Mike Lewis di masa muda, apa yang ingin kamu katakan padanya? Versi muda diri saya sangat percaya bahwa tidak ada batasan dan saya bisa melakukan apa saja. Sebenarnya meletakkan diri saya di posisi tersebut cukup sulit, karena saya pikir saya bisa meng-handle semuanya. Bisa dibilang dulu saya terlalu overconfident haha... Saya akan mengatakan pada diri saya di masa lalu, "Mike... please buatlah hidup kamu menjadi lebih mudah! Jangan berpikir bahwa karena kamu bisa melakukan suatu hal maka kamu HARUS melakukannya! Kamu harus lebih berpikir apa yang bisa membuat hidup kamu lebih mudah dan baik." Lalu saya akan bilang, "Mike... kamu juga harus lebih bijak." Tapi pasti nasihat ini akan cukup sulit dan menantang bagi sosok Mike Lewis di masa muda.


Jika harus memilih salah satu di antara menjadi aktor, model, broker, produser, dan businessman, mana yang akan kamu pilih? Wow, interesting! Tapi saya tetap harus memilih semuanya. Mereka semua adalah bagian dari hidup saya. Sangat sulit untuk memilh karena saya pasti akan merasa hidup tidak akan utuh jika hanya harus menjalani salah satunya saja. Pasti ada bagian hal yang hilang jika tidak melakukan semuanya. Hidup akan terasa membosankan dan tidak puas apabila hanya memilih salah satunya.

Mari berbicara sedikit tentang bisnis kuliner terbaru kamu yaitu LA Galbi. Dari mana awal ide membangun bisnis kuliner terutama kuliner Korean food? Jadi sebenarnya sebelum LA Galbi saya sudah membuka beberapa restoran. Restoran itu sebenarnya bisnis yang sulit karena ia seperti bayi Anda, di mana Anda harus ada 24 jam untuknya. Jika Anda tidak melakukannya, maka tidak akan berjalan baik. Saya pun sempat vakum selama tiga tahun juga dari dunia bisnis kuliner. Tapi saat karantina saya dan teman-teman saya tidak bisa bertemu, padahal biasanya saya merayakan semua hal yang positif di restoran Korea. Ini adalah kebiasaan yang sudah saya lakukan sejak tahun 2017 saat saya dan teman baik saya trip ke Korea. Sejak saat itu saya suka Korean BBQ atau pergi ke restoran Korea karena memiliki atmosfer yang hangat. Karena pandemi dan tidak bisa ke mana-mana, saya dan teman saya memutuskan untuk membuat satu bisnis kuliner yaitu LA Galbi, di mana ini adalah masakan Korea yang gayanya lebih mengarah Amerika Utara. Saya sangat suka dengan LA Galbi dan menu-menunya. Saya pun ikut merasa gembira bisa membawa perasaan hangat tersebut kepada para customer.


Apakan itu artinya kamu juga terlibat penuh dalam urusan pemilhan menu yang ada di LA Galbi? Tentu saja! Setiap food testing saya adalah orang yang mencoba dan menyetujui semua menunya. Jadi saya tidak hanya sekadar menjadi modelnya, tetapi juga benar-benar serius berada di balik bisnis ini. Sepertinya tidak banyak yang tahu hal ini, tapi sebenarnya waktu kecil saya pernah tinggal di Korea Selatan selama empat tahun. Jadi masakan Korea juga membawa nostalgia tersendiri bagi hidup saya.

Cosmo sangat menyukai vibes kamu bersama Janisaa. Bagaimana kamu menggambarkan sosoknya sebagai pasangan? Ya, saya pun sangat menyukai vibes pasangan saya. Setiap hari kami seperti saling mempelajari satu sama lain. It's funny! Tadi pagi sebelum saya berangkat pemotretan, pasangan saya sempat bertanya "Are you my best friend?" dan saya membalas "Ya, dan kamu adalah sahabat baik saya." Hubungan ini memang terasa begitu berbeda. Bagi saya, Janisaa adalah sosok yang sempurna dan menjadi penyeimbang dari apa yang ada di diri saya. Dan kami memiliki banyak kesamaan, she is great! Ia membuat hidup saya menjadi lebih baik.


Image mike lewis

Apa hal yang membuat kalian mirip satu sama lain sebagai pasangan? Kami sangat suka good wine, makanan, cara kami memandang cinta, sama-sama ceria, pecinta anjing, dan suka pada anak kecil. Pasangan saya memiliki aura yang begitu positif. Ia sangat charming, tapi di sisi lain ia juga memiliki sisi serius daripada saya. Saya rasa itu yang membuat hubungan kami berjalan dengan baik. Meski ia lebih muda dibanding saya. Tapi sebenarnya pasangan saya terbilang old soul, sedangkan saya yang sangat berjiwa muda. Untuk itu kami pun bertemu di tengah. Bisa dibilang kami juga sangat jarang bertengkar, tapi saat bertengkar kami mencoba untuk menyelesaikannya dengan lebih cepat ketimbang ngambek lama-lama. Kami berusaha mengatasi konflik dengan membicarakannya bersama, ketimbang menyimpannya dalam hati. Saya rasa sangat nyaman memiliki hubungan yang seperti ini.

Cosmo penasaran, apa love language kamu? Saya suka memberikan quality time. Saya juga suka menunjukkan sejumlah action kepada orang yang saya sayangi misalnya: dengan menjemputnya, menghabiskan waktu bersama, memasak, dan melakukan berbagai hal lainnya untuknya. Saya rasa itu adalah love language saya.


Terakhir, apa harapan terbesar kamu di tahun 2022 ini? Menikah! It's been two years, haha.. Saya pikir saya juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi ayah lagi karena itu menjadi salah satu resolusi saya di tahun 2022. Sejauh ini saya memiliki Kenzo yang membuat hidup saya begitu bahagia. Tapi saya harus menyiapkan diri saya untuk memberikan pasangan saya sesuatu yang spesial.




eyelash vector design


On cover: Underwear, milik Mike/stylist.