Opening Image Niki Nicole Zefanya

NIKI, seorang penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser asal Jakarta yang kini tinggal di Los Angeles, adalah salah satu sosok pengharum bangsa Indonesia di panggung musik internasional. Meski popularitasnya melangit, namun berbincang dengannya justru membuatnya terasa seperti seorang teman dekat yang sangat menyenangkan: Ia punya puppy yang membuatnya sibuk, hobi memasak selama karantina, dan sedang kangen dengan opor ayam buatan rumah. You’ll love this girl even more.

Image e-magazine Niki Nicole Zefanya

Hai NIKI, bagaimana kabar Anda? Saya baik-baik saja, terima kasih! Cosmo yakin Anda sedang punya jadwal super padat untuk peluncuran album di bulan September. Cosmo tak sabar menanti! Bagaimana cara Anda mempersiapkan diri tetap sehat dan bugar di antara jadwal sibuk tersebut? Jujur, saya harus cari cara kreatif selama pandemi ini agar tetap in shape. Agak menantang, ya, saya tak bohong! Sejauh ini saya banyak berjalan kaki di sekitaran lingkungan rumah, pergi ke taman untuk bermain frisbee, dan tentunya berusaha yang terbaik untuk makan dan memasak di rumah. Karena dengan tahu apa yang akan jadi asupan tubuh, itu akan lebih menyehatkan ketimbang pesan makanan siap saji! Jika ada waktu luang, apa hal favorit yang akan Anda lakukan untuk relaksasi? Saya akan membuat teh panas, mandi lavender, dan menyalakan diffuser sebelum saya tidur! Saya juga selalu melayangkan doa setiap malam. Itu membantu saya untuk tenang dan berserah diri.

Image Niki Nicole Zefanya

Mari bicarakan tentang karier Anda, bagaimana awalnya Anda mengembangkan karier dalam musik, apakah Anda telah ingin jadi seniman sejak kecil? Tidak, saya tidak pernah berpikir akan menjadi seniman. Saya hanya tahu bahwa saya cinta dengan musik dan menulis, tapi saya tak tahu apa yang harus dilakukan dengan kesukaan itu. Percaya atau tidak, saya bukanlah tipe orang yang senang berada di depan kamera! Saya pikir saya akan melakukan pekerjaan yang lebih lowkey dan berada di balik layar, tapi tetap dalam bidang kreatif. Tapi Tuhan punya rencana berbeda untuk saya. Dan saya amat bersyukur dianugerahi dengan platform dan kesempatan untuk melakukan apa yang saya cintai, hingga bisa menghubungkan orang-orang di dunia ini lewat musik. Dari mana Anda belajar bernyanyi dan menulis lagu? Jujur, saya hanya bernyanyi saja sepanjang hidup ini! Saya tak pernah “belajar” sungguhan. Ibu saya dulunya adalah seorang penyanyi di gereja, dan hampir semua orang yang berada dalam lingkungan saya bertumbuh merupakan orang-orang musikal. Secara alami, saya mulai bernyanyi sedari usia belia sekali dan mempelajari musik lewat telinga saja. Saya baru menemukan cara menulis lagu di kelas 4 SD, ketika Ibu membelikan saya gitar akustik pertama. Hari itu juga, saya menulis lagu pertama saya! Waktu itu saya umur sembilan tahun. Spoiler alert: Lagu itu tak terlalu bagus. [No way! Cosmo tak percaya jika lagunya tak bagus!]

Image Niki Nicole Zefanya

Ingatkah Anda dengan gig menyanyi perdana Anda? Seperti apa tantangan terbesarnya saat itu? Gugup sekali! Saya bahkan masih berkutat dengan rasa gugup hingga hari ini. Saya adalah seorang perfeksionis dan yang saya inginkan hanyalah memberi pertunjukan bagus untuk semua orang. Jadi demam panggung adalah salah satu produk dari keinginan saya untuk sukses, dan meski saya benci merasakannya, tapi saya bersyukur masih bisa merasakannya! Karena rasa gugup dan adrenalin adalah yang membuat saya mengerahkan performa terbaik saya. Apa nasihat terbaik yang pernah Anda terima saat membangun karier di industri musik dan hiburan ini? Stay humble, stay sharp. Sebagai seniman, Anda tersohor – juga dicintai – oleh banyak penggemar di Indonesia dan Amerika, belum lagi di negara-negara lainnya. Bagaimana rasanya memiliki penggemar yang begitu banyak sekarang? Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata! Rasanya sangat menghangatkan hati dan memotivasi saya, ketika tahu bahwa banyak orang di dunia bisa relate dengan musik saya, dan menikmati karya dari kerja keras serta kreativitas saya. Ini adalah kehormatan bagi seorang seniman bisa menyuguhkan common ground bagi setiap orang.

Popularitas Anda kian bertumbuh hari demi hari. Bagaimana Anda melihat hal ini? Apakah ini membuat pekerjaan jadi lebih menyenangkan, atau dalam beberapa waktu, justru memberikan tekanan bagi Anda untuk menyajikan yang terbaik? Jelas keduanya berbarengan! Di satu sisi, saya merasa sangat diberkati karena platform saya terus berkembang, dan saya bisa menjangkau lebih banyak orang lewat musik saya. Di sisi lainnya, hal ini memang memberi tambahan tekanan. Akhirnya, saya mencoba untuk fokus pada sisi positifnya sambil mengingatkan diri sendiri bahwa mustahil bagi setiap manusia untuk bisa sempurna selama 24/7. Saya mengerahkan yang terbaik, dan itulah yang akan saya terus lakukan! Mari bicarakan hal lain. Seperti apa rutinitas harian Anda? Sejujurnya itu bergantung pada seberapa sibuknya saya. Ketika sedang sibuk, saya bisa lompat dari satu tempat ke tempat lainnya seperti jangkrik! Meeting, ke studio, meeting lagi, syuting video, dan lainnya. Saat saya libur, saya senang bersantai dan mencoba yang terbaik untuk merawat diri. Saya menonton acara dan film favorit, membersihkan rumah, memasak, mengajak anjing jalan-jalan ke taman, dan lainnya. Normal, kok!

Anda pun SANGAT stylish di Instagram. Jika boleh jujur, apakah Anda bisa melihat bahwa diri Anda adalah tipe yang stylish? Apakah Anda mengerahkan effort banyak untuk penampilan Anda, meski untuk sehari-hari? Haha terima kasih! Saya sangat menghargainya. Tapi jujur, untuk sehari-hari, saya tak pernah dress up. Saya hanya akan pakai makeup saat saya harus melakukan sesuatu atau harus berada di suatu tempat. Jika tidak, saya hanya akan bareface saja, mengenakan kaus oversize dan celana sweat. Saya senang dengan rasa nyaman. Itulah filosofi gaya saya. Ketika Anda merasa nyaman terhadap apa yang dikenakan, itulah saat Anda merasa paling percaya diri. Apa hal-hal kecil yang bisa membuat Anda bahagia secara instan? Orang-orang yang baik, anjing yang baik, makanan yang sehat, wangi yang enak, rumah yang bersih, kasur yang rapi, mandi air panas, menyetir panjang, pemandangan cantik. Apalagi yang kita butuhkan!

Apa satu hal yang orang-orang belum tahu tentang Anda? Saat saya membuat teh, saya tak menyingkirkan kantung tehnya dari mug sampai saya selesai meminumnya, lho! Di awal tahun 2020, Anda sempat direncanakan tampil di Jakarta. Apa yang paling Anda nanti-nantikan saat nanti bisa tampil (dan pulang!) ke Indonesia? Saya sangat berharap bisa tampil ASAP di sana (tentunya ketika dunia sudah sembuh). Selain itu, saya sangat tak sabar ingin bertemu keluarga dan makan opor ayam buatan rumah!

Terakhir, apa pesan yang ingin Anda sampaikan untuk penggemar Anda di Indonesia? Terima kasih banyak untuk semua penggemar saya di Indonesia. Saya sangat diberkati bisa mengenal kalian dan bisa memiliki dukungan dari kalian. Saya harap saya bisa membuat kalian bangga, dan saya akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk mewakili bangsa kita di skala global! Lalu, tetap pastikan juga kalian mengenakan masker, sering cuci tangan, melakukan social distance, stay safe. Mari kita bekerja bersama untuk memperlambat penyebaran pandemi ini. I love you, guys!

eyelash vector design