Bagi orang lain, ia mungkin dikenal sebagai ratu patah hati. Tapi saya tahu persis siapa Olivia Rodrigo sebenarnya.
Bagi orang lain, ia mungkin dikenal sebagai ratu patah hati. Tapi saya tahu persis siapa Olivia Rodrigo sebenarnya.
Ketika Cosmopolitan1 meminta saya menulis cover story tentang sahabat saya, Olivia Rodrigo, pertanyaan pertama yang saya ajukan kepadanya adalah, “Bisa bawa satu set kartu?” Sebagian besar waktu, Olivia dan saya2 dihadapkan pada dilema klasik: hampir tak pernah berada di tempat yang sama pada waktu yang sama.3 Biasanya hanya, “Nanti ketemu dua bulan lagi ya saat kamu di kota.” Kapan jeda tur berikutnya? Sebenarnya seberapa jauh Vancouver dari Los Angeles?
Namun, entah bagaimana semesta berpihak pada kami di suatu pagi bulan Februari di New York City. Kami duduk bersama di sebuah kamar hotel, saya masih mengenakan piyama, sementara Olivia tampil dengan trench coat dan flare jeans, mengawali sesi wawancara ini dengan permainan favorit kami, Nertz. Pertandingannya sengit, dan pada akhirnya saya keluar sebagai pemenang. Saya menikmati momen kemenangan itu, sementara seperti biasanya, Olivia justru sibuk memetik pelajaran hidup dari setumpuk kartu.
“Lihat kan, ini alasan kenapa kesabaran itu penting,” katanya, mencoba menenangkan diri. “Nertz adalah guru terbaik saya.” Ia memang bercanda, tentu saja. Namun, saya tahu, ada sedikit keseriusan di balik ucapannya.
Memasuki usia dewasa awal kita mulai sadar bahwa pertanyaan datang lebih banyak dibanding jawaban, bahwa segala hal yang kita kira sudah akan kita pahami hingga titik ini, nyatanya masih menyisakan misteri. Ini adalah kesadaran yang mengintimidasi, tetapi juga yang Olivia pilih untuk hadapi, sambil tetap berpegang pada keinginannya untuk belajar dari apa pun. Saya bisa membuktikan bahwa, sama seperti dalam musiknya, di kehidupan nyata ia menghabiskan banyak waktu untuk mengajukan pertanyaan, baik yang kecil dan sehari-hari, maupun yang rumit dan terasa berat, didorong oleh rasa ingin tahu alami yang telah mengikat persahabatan kami sejak lebih dari satu dekade lalu.4
Kesediaan Olivia Rodrigo untuk mengakui ketidakpastian, serta kegelisahan yang datang bersama proses menemukan jati diri, juga yang menjadikannya suara bagi generasi muda. Semuanya bermula dari single tahun 2021, drivers license, yang ia tulis saat mengalami patah hati di tengah pandemi pada usia 17 tahun, dan berlanjut lewat album yang emosional sekaligus memecahkan rekor, SOUR. Album keduanya, GUTS (2023), debut di posisi nomor satu tangga lagu Billboard 200 dan memberi puluhan juta penggemarnya apa yang mereka butuhkan: ruang untuk menghadapi proses pendewasaan, sekaligus mengurai kompleksitas diri dengan jujur lewat lagu-lagu yang terasa begitu universal namun tetap personal.
Setelah merampungkan dua tur dunia dengan tiket yang selalu terjual habis, tiga Grammy Awards, berbagai festival musik, serta kampanye brand global, Olivia kini bersiap merilis album studio ketiganya, you seem pretty sad for a girl so in love.5 Jika SOUR lahir dari luapan patah hati remaja dan GUTS terbentuk di bawah tekanan ekspektasi, album ini, yang akan dirilis pada 12 Juni, justru bergerak lebih pelan, melalui proses revisi yang terus-menerus. “Kami benar-benar mengulik album ini habis-habisan,” ujarnya tentang karya yang beruntungnya sempat saya dengarkan di berbagai tahap. Ada rasa ringan yang baru, baik dalam lirik maupun warna suaranya, mencerminkan apa yang ia rasakan di kehidupan nyata. “Proses menulisnya terasa jauh lebih menyenangkan,” jelasnya. “Ada lagu-lagu yang memang sedih, tapi ada juga yang benar-benar fun.”
Single pertama dari album ini termasuk yang terakhir, ringan, cerah, dan penuh optimisme,6 hampir menjadi perwujudan nyata dari lirik “happy and healthy”-nya, hanya kali ini terasa lebih tulus untuk dirinya sendiri sekaligus para penggemarnya. Lagu ini adalah sesuatu yang mungkin tak akan tercipta lima tahun lalu, begitu juga dengan keseluruhan album ini. Lagu-lagunya menghadirkan bentuk “interogasi” yang berbeda, meski tidak selalu menawarkan jawaban. Sebab kini, Olivia tidak lagi terlalu terobsesi pada kesimpulan. Sebaliknya, ia tengah mengeksplorasi kesabaran (thank you, Nertz), keterikatan romantis, kebebasan, dan kebahagiaan melalui musik yang terasa jujur dengan dirinya saat ini.
Anda baru saja menginjak usia 23 tahun, dan sempat mengatakan rasanya berbeda dibanding saat 22. Saya merasa jauh lebih tidak takut, dalam arti yang baik. Awal tahun ini juga terasa sangat menyenangkan.7 Meski, di hari ulang tahun ke-23 saya, ada seekor gagak di halaman belakang rumah. 8
Kadang memang hanya ada burung di halaman belakang. Kemarin, saat kita bermain kartu, Anda sempat mengatakan sesuatu. Saya melihat kartu Anda, lalu saya kalah. Saya sempat berkata, “Ini seperti metafora hidup. Jika terlalu sibuk melihat kartu orang lain, Anda jadi lupa melihat kartu sendiri.”
Anda tampaknya bisa mengambil pelajaran dari apa saja. Apa yang ada di benak Anda saat mengerjakan album terbaru ini? Saya sangat bersemangat untuk menulis tentang kebahagiaan, cinta, dan passion dengan cara yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Selama ini, sebagian besar lagu saya justru berangkat dari kesedihan, kemarahan, atau patah hati.
Apakah menulis tentang kebahagiaan terasa lebih sulit? Sebenarnya tidak, terutama saat saya menulis sendiri di kamar. Namun, itu bukan sesuatu yang biasanya saya rilis. Kadang ketika saya mendengarkannya kembali, saya justru merasa cringe.
Lebih cringe mana, bahagia atau sedih? It’s cringier to be happy. Saya merasa cringe, tetapi sekaligus bebas. Lagu-lagu cinta favorit saya selalu memiliki sedikit nuansa sedih, dan justru itu yang membuatnya indah. Lagu cinta yang kuat punya emosi yang bisa mengarah ke dua sisi. Saya ingin membuat lagu cinta yang bisa membuat orang menangis.9
Setelah drivers license, Anda sempat merasakan tekanan untuk terus mengulang kesuksesan tersebut. Bagaimana proses menulis Anda berubah? Saat SOUR, kami tidak memiliki waktu untuk revisi. Semuanya terasa sangat cepat, seolah dunia sedang menyaksikan. Saya menulis, langsung merekam, lalu merilisnya. Saat GUTS, tekanannya jauh lebih besar. Rasanya seperti saya tidak akan pernah bisa membuat lagu bagus lagi. Jadi bukan sekadar membuat musik, tetapi seperti ingin menyenangkan orang lain atau membuktikan sesuatu.
Bagaimana dengan album terbaru ini? Di album ini, saya merasa sudah melewati fase album kedua. Sekarang saya bisa kembali menikmati prosesnya. Saya menulis seperti saat berusia 16 tahun, murni untuk kesenangan. Ada momen-momen indah ketika semuanya terasa mengalir begitu saja, seperti menangkap kupu-kupu.10
Bagaimana Anda melihat perubahan diri Anda saat membuat SOUR lima tahun lalu? Saat itu saya masih sangat muda dan merasa dunia ada di pundak saya, seolah semuanya harus saya kendalikan. Saya punya ambisi, tetapi juga diliputi rasa takut. Sekarang saya jauh lebih percaya diri. Passion dan etos kerja saya datang dari tempat yang lebih positif, bukan dari rasa takut.
Apa yang membawa Anda ke fase ini? Selama lima tahun terakhir, saya berkesempatan berkeliling dunia dan tampil di panggung penghargaan yang dulu hanya menjadi mimpi.11 Semua itu terasa seperti ditempa oleh tekanan. Jika saya bisa melewati situasi dengan tekanan setinggi itu, saya bisa melewati apa pun. Namun yang paling penting, saya tahu ada orang-orang seperti Anda di sekitar saya. Jadi bahkan jika saya salah nada di atas panggung, saya tetap merasa dicintai.
Apakah Anda kini lebih mampu mengelola kecemasan? Sejujurnya, saya akan selalu cemas. Di sepuluh pertunjukan pertama tur GUTS, saya sangat gugup. Sulit berada jauh dari rumah tanpa rasa normal. Saya benar-benar panik saat itu, seperti sistem saraf saya kewalahan. Saya masih merasa cemas sekarang, hanya saja rasanya berbeda dibanding dulu
Anda memiliki cara tersendiri saat gugup di atas panggung. Bisa diceritakan? Saya biasanya memilih satu orang di antara penonton, lalu bernyanyi seolah hanya untuknya. Yang lain menjadi seperti latar. Saat ibu Anda datang ke pertunjukan saya di The Forum, Los Angeles, saya menjalani seluruh pertunjukan itu seolah untuk beliau. Di kepala saya, saya hanya berpikir, Jennifer pasti akan menyukainya.
Apa yang tur GUTS ajarkan tentang diri Anda? Ini mungkin terdengar klise, tetapi tentang kekuatan musik. Saya belum pernah ke Filipina12 sebelumnya, dan bisa untuk datang ke sana dan tampil di arena berkapasitas 55.000 orang terasa begitu luar biasa.13 Saya senang melihat gadis-gadis muda di penonton menyanyikan lagu seperti traitor.14
Mereka masih 12 tahun dan sudah bernyanyi, “You betrayed me.” Setiap kali saya berbicara dengan gadis berusia 12 tahun, mereka selalu punya cerita. Mereka menghampiri saya dan berkata, “Teman saya di sekolah menjauhi saya.” Saat masih muda, kita cenderung mengambil segalanya secara personal. Rasanya seperti, “Ini pasti salah saya.” Ketika bertambah dewasa, perspektif itu berubah.
Batasan apa yang belakangan ini paling Anda banggakan? Dulu saya pikir batasan berarti mengatakan, “Jangan lakukan ini.” Padahal sebenarnya, batasan adalah, “Jika Anda melakukan ini, ini cara saya merespons dan melindungi diri.” Ini bukan soal mengontrol orang lain, melainkan tentang bagaimana Anda merespons. Jika sesuatu terjadi, saya tahu saya akan baik-baik saja karena saya sudah punya cara untuk menghadapinya. Itu memberi rasa percaya diri yang jauh lebih besar. Dan jujur saja, menetapkan batasan pada diri sendiri juga sama pentingnya. Mengatakan akan melakukan sesuatu, lalu benar-benar melakukannya. Bagi saya, urusan dengan ponsel harus dikurangi. Kalau tidak, saya bisa jadi “brain rot person.”15
Lengkapi kalimat ini: Tahun ini akan terasa sukses bagi saya jika… Bahkan jika album saya gagal dan tidak ada yang menyukainya, selama saya merasa ini jujur, ini diri saya, dan saya berada tepat di tempat yang seharusnya,16 itu sudah terasa seperti kesuksesan. Tetapi secara pribadi, saya ingin dikelilingi oleh orang-orang yang saya cintai.
Anda sedang berada di fase cinta yang seperti apa saat ini? Oh my god. Saya sedang berada di fase yang paling penting, yaitu cinta dalam persahabatan, seperti yang ada di depan saya sekarang. Cinta sahabat, cinta komunitas. Hubungan romantis hanya pelengkap.17
Apa hal tentang cinta yang baru Anda pelajari belakangan ini, yang seharusnya Anda tahu lebih awal? Kesabaran. Segala sesuatu terjadi sebagaimana mestinya. Cinta tidak seharusnya terasa seperti menggenggam terlalu erat. Tapi juga, Madison, Anda adalah cinta terpanjang dalam hidup saya selain orang tua saya. Ini seperti buku favorit saya, karya Dolly Alderton, Everything I Know About Love. Saya merasakan itu untuk sahabat-sahabat perempuan saya.18
Kapan Anda sadar bahwa persahabatan kita akan bertahan selamanya? Pertama kali kita mabuk bersama. Sepertinya saat itu kita berusia sekitar 15 tahun dan diam-diam mengambil alkohol dari lemari minuman orang tua seseorang, lalu menuangkannya ke botol air minum.
Kita minum “shots” dari tutup botol. Sejak saat itu, kita seperti terikat selamanya.
Saya rasa cara kita tumbuh, tanpa banyak orang yang terus-menerus memuji, membuat kita justru menghargai kejujuran satu sama lain. Anda mengenal saya luar dalam dan tetap menyayangi saya, sekaligus berani menegur saya. Itu definisi sahabat sejati. Terkadang Anda cukup keras terhadap saya, terutama soal musik.
Bagi saya, kalau terdengar bagus, ya berarti bagus. Saya menulis lagu beberapa waktu lalu yang disukai banyak orang, lalu Anda berkata, “Ini terlalu cheesy. Kenapa kamu menulis ini?”
Saya tidak mengatakannya seperti itu. Saya bilang, “Ini pengalaman mendengar saya yang jujur. Saya suka bagian ini, tapi ada satu lirik yang terasa terlalu cheesy.” Menurut Anda, apakah kita juga cukup keras satu sama lain soal hubungan yang kita jalani? Ini bukan soal menghakimi. Pasangan bukan fokus utamanya. Yang kita lihat adalah, siapa sahabat saya dalam hubungan ini? Bagaimana orang ini membuatnya merasa tentang dirinya sendiri? Apakah dia bahagia?
Dan apakah sahabat saya bisa menjadi dirinya yang paling autentik dalam hubungan itu? Menurut Anda, apakah hubungan kita memengaruhi cara Anda menjalani hubungan romantis? Belum, sejujurnya mungkin seharusnya begitu. Meski begitu, Anda seorang Gemini, dan tiga dari lima pria yang pernah saya kencani juga berzodiak Gemini. 19
Kita sama-sama sangat menghargai humor. Kita bisa tertawa tanpa henti. Itu bahkan jadi salah satu “syarat” saya saat ingin berkencan dengan seseorang. Apakah dia nyaman duduk santai, mengobrol, dan bermain kartu bersama saya dan Anda? Kalau tidak bisa menikmati itu, berarti dia juga tidak bisa bersama saya. Dan pasangan Anda selama ini tidak pernah benar-benar mirip dengan saya.
Tidak sama sekali. Tapi saya mencari rasa nyaman yang sama seperti yang saya rasakan dengan Anda. Dan kesenangan yang saya rasakan saat bersama Anda, itu juga yang ingin saya rasakan dengan pasangan saya. Tapi sejauh ini, belum ada pria yang bisa membuat saya tertawa sekeras Anda. Bahkan tidak sampai seperempatnya.
Apa tujuan pribadi yang tidak berkaitan dengan semua yang sudah kita bicarakan? Sejak kecil, saya sudah terbiasa bekerja keras. Sekarang saya ingin punya lebih banyak hobi, sesuatu yang juga bisa memberi saya passion.20 Saya punya teman-teman,21 saya punya pekerjaan, tetapi rasanya masih ada ruang lain dalam hidup yang ingin saya eksplorasi.
Hobi apa yang ingin Anda tekuni lebih dulu? Saya benar-benar sedang terobsesi dengan yoga. Saya bahkan terus mengajak Anda untuk ikut.22
Dan Anda sudah sangat mahir. Anda bisa melakukan handstand. Dalam menulis lagu, saya selalu ingin berkembang, tetapi tidak ada tolok ukur yang jelas. Sementara dalam yoga, progresnya terasa konkret. Seperti, sekarang saya bisa menyentuh lantai dengan tangan. Senang rasanya melihat hubungan yang jelas antara usaha dan hasil.
Jika Anda bisa kembali ke hari pertama kita bertemu, 23 apa yang akan Anda katakan pada diri Anda saat itu? Yang memakai sweater kuning seperti kain pel. Saya mungkin akan bilang untuk tidak mengenakan beberapa outfit yang pernah saya pakai. Dan mungkin juga soal satu-dua pria, saya akan berkata, “Seharusnya kamu tidak perlu melalui itu.”
Dan Anda ingin fase berikutnya dalam hidup terasa seperti apa? Saya ingin merasa berdaya, memegang kendali atas hidup saya sendiri, dan menentukan arah saya. Saya ingin merasa sangat kreatif. Belakangan ini, saya menemukan kebahagiaan besar hanya dengan berada di sekitar orang-orang yang cerdas dan menarik. Dan Anda adalah nomor satu dalam kategori itu. Jadi, saya ingin lebih banyak momen seperti itu.
Footnote
1 Beberapa minggu setelah wawancara ini, Olivia Rodrigo menghabiskan satu sore bersama pemimpin redaksi Cosmopolitan, Willa Bennett, untuk membayangkan tahun yang akan datang. Ia juga membagikan bahwa judul impiannya untuk cerita ini adalah, “Olivia Rodrigo Does It All and She Looks Really Cool Doing It.” Saksikan mereka membuat vision board bersama di Cosmopolitan.com/olivia-rodrigo-2026.
2 “Saya” dalam konteks ini adalah sahabat Olivia, aktris sekaligus lulusan creative writing dari Columbia University, Madison Hu. Tentang keterlibatannya dalam cerita ini, Olivia kemudian mengatakan kepada Cosmopolitan, “Sepertinya jawaban saya tidak terlalu fasih, tapi dia bisa memahami kekacauan cara berpikir saya. Dia sejuta kali lebih pintar dari saya.”
3 Sepanjang tahun lalu, Olivia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tampil di hampir 100 pertunjukan live yang tiketnya terjual habis, sekaligus merekam album baru. Sementara itu, Madison, yang menjadi salah satu dari sedikit orang di dunia yang telah mendengarkan album tersebut secara utuh, sibuk membintangi film Sparks dan tampil bersama Steve Carell dalam serial komedi HBO Rooster.
4 Olivia dan Madison pertama kali bertemu pada usia 12 tahun saat mengikuti audisi untuk serial Disney Best Friends Whenever. Mereka kemudian terlibat dalam proyek yang sama, Bizaardvark, dan bahkan sempat mengikuti perjalanan dua minggu bersama Disney Cruise Line. “Kami seperti Beyoncé dan Jay-Z di kapal itu,” ujar Olivia sambil tertawa, merujuk pada Beyoncé dan Jay-Z. Persahabatan mereka, yang kerap dibagikan Olivia di Instagram, menjadi favorit para penggemar, dengan unggahan mereka bersama yang secara konsisten meraih lebih dari 3 juta likes.
5 Saat membayangkan bagaimana para penggemarnya menikmati album terbarunya, Olivia memiliki gambaran yang sangat spesifik. Ia mengatakan kepada Cosmopolitan, “Dulu, ketika ada album yang sangat saya dan teman-teman nantikan, kami akan pergi ke drive-through, membeli Taco Bell, lalu duduk di parkiran sambil mendengarkannya. Kalau orang-orang bisa mendengarkan album saya dari awal sampai akhir di dalam mobil bersama teman-teman, sambil minum Baja Blast, itu sudah jadi impian saya.”
6 Olivia juga mengatakan kepada Cosmopolitan bahwa lagu tersebut ditulis setelah sebuah kencan pertama yang berjalan sangat menyenangkan. “Saya ingin menangkap momen interaksi pertama dengan seseorang—perasaan seperti, ini bisa jadi hal terbaik yang pernah ada, saya ingin menceritakannya ke semua teman saya. Lagu ini mengingatkan saya pada perasaan berlari-lari di kota, merasa muda dan bebas. Saya sering merasakan itu saat menulis album ini.”
7 “Hal-hal luar biasa terus terjadi dalam hidup saya,” ujar Olivia Rodrigo kepada Cosmopolitan tentang kehidupannya di usia 23 tahun. “Saya sedang menjalani Lucky Girl Syndrome.”
8 Para penggemar berspekulasi bahwa Olivia menggunakan nuansa pesta ulang tahunnya yang ke-23—mahkota dan palet warna pink muda—sebagai petunjuk untuk musik barunya. Ia juga mengenakan warna serupa di Grammy Awards dan peragaan busana Chloé di Paris Fashion Week. Bahkan saat membuat vision board bersama Cosmopolitan, Olivia beberapa kali menyinggung warna tersebut.
9 Dua lagu cinta favorit Olivia dan Madison untuk didengarkan sambil menangis adalah First Day of My Life milik Bright Eyes dan Into My Arms dari Nick Cave.
10 Kupu-kupu menjadi motif yang kerap digunakan Olivia dalam promosi dua album pertamanya. Logo terbaru di situsnya juga memberi petunjuk ke arah simbol tersebut, membuat penggemar berspekulasi bahwa kupu-kupu akan kembali menjadi bagian penting dari visual album you seem pretty sad for a girl so in love.
11 Beberapa di antaranya termasuk penampilannya membawakan drivers license di Brit Awards 2021, traitor di American Music Awards 2021, drivers license di Grammy Awards 2022, serta vampire dan get him back! di MTV Video Music Awards 2023. Ia juga telah dua kali tampil di Saturday Night Live.
12 Olivia adalah seorang Filipino American. Saat sesi pemotretan global cover Cosmopolitan, ia secara khusus menyempatkan diri menyapa para penggemarnya di Filipina, membagikan lagu karaoke favoritnya Bohemian Rhapsody serta mengatakan, “Setiap kali saya karaoke, saya selalu berpikir, Hell yeah, I’m Filipino!”
13 Konser yang tiketnya terjual habis di Philippine Arena, dekat Manila, ini menjadi salah satu yang terbesar dalam karier Olivia. Konser terbesarnya kemungkinan terjadi di Lollapalooza Argentina tahun lalu, saat ia tampil di hadapan sekitar 150.000 penonton
14 Para Livies masih ingat di mana mereka berada ketika traitor dirilis pada 21 Oktober 2021. Liriknya menyinggung mantan kekasih yang bisa move on hanya dalam waktu dua minggu. Lima tahun kemudian, dengan 2 miliar streaming di Spotify, lagu ini masih menjadi andalan di kantor pusat Cosmopolitan untuk didengarkan saat ingin menangis.
15 Hal ini mungkin menjelaskan mengapa Olivia tidak mengikuti siapa pun di Instagram, meski memiliki lebih dari 39 juta pengikut. Meski begitu, ia beberapa kali memberi petunjuk bahwa ia memiliki akun finsta.
16 Kalimat ini merupakan lirik dari lagu klasik This Is Me yang dibawakan oleh Demi Lovato dan Joe Jonas dalam film Disney Channel Camp Rock.
17 Olivia tidak secara resmi mengomentari status hubungannya. Ia terakhir kali dikaitkan dengan aktor Louis Partridge, yang ia sebut sebagai “pria dari London” yang sangat ia sukai saat tampil di Glastonbury Festival 2025. Saat mengenang momen tersebut kepada Cosmopolitan, Olivia menyebutnya sebagai salah satu hari terbaik dalam hidupnya.
18 Tentang sahabat-sahabatnya, Olivia mengatakan bahwa mereka sangat mengandalkan diskusi di grup chat. “Kalau ada sesuatu yang terjadi dan kami perlu mengambil keputusan, misalnya soal seorang pria, kami akan menulis di grup chat ‘Jury Duty’, lalu semua ‘juri’ akan mulai berdiskusi dan memutuskan.”
19 Olivia dikenal menyebut dirinya sebagai spicy Pisces, salah satu identitas yang konsisten dari era SOUR hingga GUTS dan album ketiganya. Namun, ia tidak sepenuhnya mencerminkan sifat tertutup khas zodiak tersebut. “Saya terlalu blak-blakan,” katanya kepada Cosmopolitan. “Itu salah satu kekurangan terbesar saya. Saya selalu lupa kalau sesuatu seharusnya dirahasiakan. Jadi, jangan ceritakan apa pun kepada saya.”
20 Beberapa hal lain yang sedang menjadi obsesi Madison dan Olivia Rodrigo saat ini antara lain Wolf Alice, Pen15, dan Heated Rivalry. Mereka bahkan sempat hadir di penonton saat aktor Connor Storrie menjadi host Saturday Night Live. Tentang Heated Rivalry, Olivia mengatakan kepada Cosmopolitan, “Ini sangat menginspirasi secara kreatif. Mereka berani mengambil langkah besar, tanpa kompromi, dan menurut saya itu sangat keren, dan hasilnya benar-benar terbayar.”
21 Selain Madison dan Chappell Roan, Olivia juga dekat dengan Iris Apatow dan Conan Gray. Foto-foto di media sosial memperlihatkan mereka piknik, menikmati minuman bersama, hingga membuat vision board, yang kemudian menjadi inspirasi untuk video Cosmopolitan Olivia bersama Willa Bennett.
22 Soal hobi lain yang ingin dicoba, Olivia mengatakan kepada Cosmopolitan, “Saya tidak bisa memasak. Saya hanya mengambil yogurt dari kulkas atau memanaskan makanan dari Trader Joe’s. Itu mungkin langkah berikutnya dalam fase dewasa saya, belajar memberi makan diri sendiri seperti manusia pada umumnya.”
23 Kesan pertama Olivia saat melihat Madison di audisi Disney waktu itu adalah, “Oh my god, gadis itu terlihat sangat tertekan.” Sementara kesan pertama Madison terhadap Olivia adalah, gadis ini tampak sangat ketakutan.
© 2025 Cosmopolitan Indonesia