You Better Not Judge Yasmin Napper Just From The Cover

Siapkah kamu untuk melihat lebih banyak sisi real, deep dan unexpected dari dalam diri Yasmin Napper?


Vest, trouser, Coach; kalung, Coach Kisslock Necklace with bookcharm; tas, Coach Tabby Shoulder Bag..

“I feel like I have so much I wanna do! I’m not an impulsive person but I have big goals, big dreams. Kalau tidak menjadi seorang aktris, saya ingin menjadi makeup artist! Lalu juga suka melukis dan seni. Saya mungkin bukan pelukis terbaik, tapi saya akan mencoba yang terbaik. Apa pun itu hal yang ingin saya kejar sepertinya akan tetap erat kaitannya dengan dunia kreatif. Saya harus segera memulainya deh, meski saat ini saya tidak punya banyak waktu,” ujar Yasmin Napper dengan ceria.

See, itu tadi sekelebat percakapan seru Cosmo bersama Yasmin Napper tentang apa pekerjaan yang sekiranya ingin ia dalami apabila memiliki waktu luang (ingat ia seorang busy babe!).

Ada hari-hari saya berpikir bahwa tidak semua orang dapat terlahir menjadi seorang selebriti. Bayangkan jika di tengah bulan Ramadan, kamu baru menyelesaikan syuting stripping dan paginya duduk menjalani interview dengan pertanyaan complicated yang kami berikan. This job isn’t for everyone!

Tetapi harus diakui bahwa semangat masa muda yang besar dan jiwa fearless sebagai DNA dari Gen Z yang ada dalam diri Yasmin, menjadi faktor pemantik yang membuat dunia ini lebih berwarna. Ada banyak yang dipelajari dari generasi ini, tentang bagaimana mereka berani menjadi diri sendiri dan mengekspresikan dirinya. Seperti apa yang Yasmin Napper lakukan. Spirit itu lah yang coba Yasmin Napper dan Coach bawa dalam photoshoot kali ini menggunakan koleksi Spring ‘26 Campaign yang memiliki vibes casual but edgy dan timeless.

“I love that Gen Z aren't afraid to express their differences. I’m so happy with that. Saya juga happy generasi kami sangat aware terhadap banyak hal,” terang Yasmin dengan mata yang berbinar.

Menjadi bagian dari generasi muda yang tengah di-highlight dunia, itu artinya hidup Yasmin Napper memang penuh sorotan. Entah sosoknya sebagai aktris di industri hiburan atau bagian dari masyarakat dunia. Di mana pembahasan tentang generasi Z selalu menjadi topik-topik pembicaraan yang mengisi ruang obrolan dan diskusi.

Aware. Mengambil satu kata dari kalimat Yasmin Napper di atas tentang Gen Z, dara kelahiran 22 November 2003 tersebut paham benar dengan jalan hidup yang dipilihnya. Ia didewasakan oleh banyaknya pengalaman sejak meniti karier di usia muda.

Thankfully, Yasmin mengambil hal baik dari berbagai pengalamannya ini. Kini di usianya yang menginjak 22 tahun, ia tumbuh menjadi pribadi yang ekspresif dan memiliki filosofinya sendiri dalam memaknai kehidupan di tengah dinamika profesinya.

“Ayah selalu memberitahu saya dari kecil bahwa, ‘Yasmin, don’t stress about the things that you can’t control!’ Hal tersebut terus teringat oleh saya. Saat sedang bad day, saya selalu mencoba mencari sesuatu yang positif agar segala energi negatif tersebut tidak masuk terlalu dalam dan berlarut-larut,” ungkapnya dengan bijak.

Detik demi detik rekaman terus bergulir. Ada canda tawa dan cerita yang seolah tak habis untuk terus dibagikan mengikuti sinar matahari yang semakin tinggi. Ditemani dengan deretan buku dan suasana lokasi photoshoot hari itu yang terasa menentramkan hati, Cosmo ingin kamu juga menjadi saksi percakapan heart to heart bersama Yasmin Napper melalui interview berikut ini:

Hai Yasmin, film Musuh Dalam Selimut yang kamu bintangi mendapat banyak respons dari para penonton. Banyak yang memuji akting emosional dan menampilkan sisi seorang Yasmin Napper yang berbeda dari biasanya. Apakah dengan range akting yang baru ini menjadi alasan utama kamu mengambil proyek tersebut? Hal pertama yang membuat saya mengambil peran ini adalah karena sutradaranya adalah Bu Hadrah Daeng Ratu. She’s the sweetest! Ia adalah sosok sutradara yang clear atas segala arahannya. Jadi saya selalu suka bekerja sama dengannya. Kedua, karena jalan ceritanya yang terinspirasi dari kisah nyata. The plot twist was insane! Yang ketiga, tentu saja karena karakternya. Biasanya saya selalu mendapat karakter yang soft apapun yang terjadi dalam hidup. Tapi di sini saya berperan sebagai Gadis, sosok yang bisa melawan dan memperjuangkan haknya. Ia punya kekuatan dalam dirinya yang tidak khawatir menunjukkan siapa dirinya. Ini merupakan karakter yang berbeda dari saya biasanya.

Apakah ada cerita menarik yang bisa dibagikan dari karakter Gadis dalam film tersebut? Melalui karakter Gadis, saya punya kesempatan untuk menunjukkan rasa marah dan mengeluarkan berbagai emosi. Anyway a fun fact, sebenarnya scene marah di film tersebut seharusnya tidak semurka dan emosional itu. Saat reading, it was supposed to be not that intense. Tapi entah kenapa apa yang terjadi dalam diri saya saat itu, atau saya mungkin begitu menyatu dengan apa yang terjadi dalam diri Gadis sehingga perasaan marah tersebut semuanya keluar saat syuting.

Sebelum memilih sebuah proyek akting, apa saja yang biasanya kamu pertimbangankan? Terutama setelah sekarang orang-orang semakin mengenal karya-karya kamu? Yang pertama pasti jalan ceritanya. Saat kamu related dengan ceritanya lalu suka dan percaya dengan karakternya, tentu akan lebih mudah untuk masuk ke dalam peran tersebut. Kedua sutradaranya. Ketiga yang tidak kalah penting juga adalah co-star-nya. Saya senang apabila lawan main saya juga menaruh effort pada proyek aktingnya. Karena chemistry adalah sesuatu yang dari tidak bisa dipalsukan dan energi memegang peranan penting saat persiapan akting. Jadi bisa dibilang ada banyak poin yang saya pertimbangkan sebelum memilih proyek akting. Dan menurut saya semua poin tersebut adalah hal yang penting.

Let’s dream big! Kini dengan segala portofolio akting kamu, apa hal dalam akting yang masih ingin Yasmin eksplor lebih jauh lagi? Karena hampir sepanjang waktu saya selalu mengambil film yang dengan genre hardcore dan emosional, I wanna do something light, like a rom-com! I love romantic comedy movies so much! Itu adalah comfort movie buat saya. Saat merasa lelah, pulang bekerja, ada waktunya kita perlu chill, saya selalu memilih menonton film rom-com. Jadi itu adalah genre yang ingin sekali saya coba ke depannya.


Yasmin Napper Blazer, rok, Coach; tas, Coach Empire Carryall Bag; boots, Coach.

Sejauh ini siapa lawan main yang memberi banyak insight dan pandangan baru terkait karier yang dijalani saat ini? Dalam proyek film Bila Esok Ibu Tiada, saya bermain dengan kak Adinia Wirasti. Ia adalah sosok yang sangat passionate, melihatnya membuat saya bersemangat untuk bekerja lebih keras di proyek selanjutnya karena ia sangat investing dengan perannya. Ia bahkan sampai melakukan break down secara mendalam untuk karakternya, mencari tahu seperti apa background dan cara membangun kerjasama yang baik dengan para pemain. Ia sangat merangkul semua pemain, saya sungguh belajar banyak dari sosoknya. Sekarang saat saya reading, saya “mengambil” energi positif tersebut dan mencoba merangkul dan berdiskusi dengan para pemain. Satu lagi ada Ibu Christine Hakim yang berperan sebagai ibu kami di film tersebut. Saya melihatnya sebagai sosok nyata yang bisa sangat passionate terhadap suatu hal dalam waktu yang lama dan itu sangat mengagumkan. Sosoknya sangat menginspirasi saya bahwa saya harus bekerja keras apabila ingin berada lama di industri ini. Saya pun harus memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang saya kerjakan.

Yasmin ingin dikenal sebagai aktris yang seperti apa? Serta apa legacy yang ingin kamu hadirkan melalui setiap karya yang dirilis? I want people to know and believe that I can play different roles. Mungkin tiba-tiba berperan sebagai an emo girl, a very girly character, a fashionista girl. Saya ingin mereka percaya bahwa saya bisa bermain dengan ragam karakter dan semoga saya benar-benar bisa melakukannya. Legacy yang ingin saya bawa adalah softest is also a strength!

Menjadi sebuah hal yang menarik saat kamu bisa tetap grounded di tengah popularitas ini. Dengan segala pencapaian yang telah Yasmin raih, apa hal yang membuat kamu tetap humble dalam menjalani hidup? This is a really good question! Jawabannya adalah keluarga saya dan teman-teman saya. Karena saat saya bekerja bertemu dengan banyak orang setiap hari, di depan layar dan panggung menjadi pusat perhatian di pekerjaan. Tapi apa yang membuat saya tetap grounded adalah keluarga dan teman-teman saya. Karena bagi mereka, tidak peduli siapa saya dan bagaimana posisi saya di karier yang tengah dijalani ini, saya tetaplah seorang anak, sister dan a best friend. Pada akhirnya hal tersebut yang membuat batasan jelas antara work life dan personal life saya.

Sebagai seorang Gen Z, apa hal yang paling kamu sukai menjadi bagian dari generasi ini? Yang membuat saya semakin bangga sebagai Gen Z adalah dengan adanya media sosial saat ini, ada begitu banyak Gen Z yang menggunakannya untuk hal positif. Mulai dari menyebarkan informasi dan saling merangkul satu sama lain. Lewat media sosial kita bisa saling terhubung, melihat dunia dari luar negara yang ditinggali. Saya sangat bahagia atas hal tersebut.


Yasmin Napper

Apa persepsi tentang Gen Z yang menurut kamu masih sering disalahpahami? Sepertinya ada banyak generasi sebelumnya yang menganggap Gen Z itu reckless and not in the right state of mind, haha… Padahal sebenarnya gen Z adalah generasi yang lebih laid back, we are sarcastic and don't take everything too seriously. We simply enjoy our life and time more and learn that life doesn't need to be too serious.

Cukup menarik bahwa menurut Psychology Today, 73% ternyata para Gen Z mengalami perasaan kesepian. Apakah ini juga related untuk kamu yang dunianya selalu penuh sorotan serta hingar bingar? Omg i’m a bit lonely right now, haha… Karena saya memulai berkarier di usia yang muda saat itu 14 tahun. Di usia tersebut, teman-teman saya masih menikmati masa sekolahnya. Tapi karena saya memilih pekerjaan ini, saya tentu menjalani hidup dan lifestyle yang berbeda dari mereka. Ada fase di mana saya tidak bisa relate dengan teman di sekolah. Di masa-masa tersebut saya seharusnya bersama-sama mereka lalu growing up together. Namun karena pekerjaan yang saya pilih, rasanya saya seperti “ditarik” keluar dan melakukan hal-hal baru yang terasa clueless. Itu menjadi titik pertama rasa sepi saya. Terus sekarang dengan berjalannya waktu dan saya pindah ke Jakarta dari Bali, saya bertemu dengan banyak teman yang saya sangat jaga hubungannya. Tapi karena teman-teman saya juga sibuk, kami tidak bisa selalu bertemu. Ada kalanya perjumpaan tersebut terjadi saat schedule kami memang pas satu sama lain. Saya belajar konsep adult friendship dari usia yang muda. Tentang set your own time and to make time.

Ini topik yang menarik sebab cukup unexpected rasanya berbincang tentang konsep adult friendship bersama kamu hari ini. Ya, menarik bukan? Apalagi karena pekerjaan saya juga bersifat dinamis, saya bertemu dengan banyak orang baru sepanjang waktu. Semakin dewasa belajar menerima fakta bahwa ada begitu banyak orang datang dan pergi dalam kehidupan. And it’s okay to feel lonely! Meski banyak yang datang dan pergi, saya selalu percaya bahwa akan selalu ada kesempatan untuk menjalin pertemanan di masa depan. That’s gonna be beautiful. Dan saya percaya pasti dalam hidup seseorang pasti punya satu atau beberapa teman yang akan selalu menjadi sahabat baik kita di kehidupan.

Yasmin selalu membagikan konten positif di media sosial. Tapi, pernahkah kamu mengalami momen-momen kesulitan dalam mengekspresikan diri sendiri? Of course. Sebagai manusia tentu ada hari-hari saya juga mengalami bad day. Tapi tentu itu tidak menjadikan saya a negative person. saya rasa semua orang tentu diizinkan untuk menerima emosi negatif tersebut. Life must go on! Tapi saya punya prinsip bahwa saat mengalami bad day, jangan sampai menyimpan energi negatif tersebut dalam waktu yang lama. Thank God orang-orang melihat saya sebagai sosok yang positif. Kenapa orang menganggap saya sosok yang positif? Karena saya selalu berbicara pada diri saya dan menanamkan di hati dan pikiran, bahwa saya adalah orang yang positif. Itu seperti self-affirmation. Saya juga belajar bahwa seberapa keras kamu berusaha menyembunyikan energi negatif tersebut, kita tidak bisa selalu memalsukannya. Sebab orang-orang pasti akan tahu ada sesuatu yang terjadi pada diri kita. Jadi ya saat hari-hari buruk terjadi saya akan berkata semuanya pasti akan berlalu. Saya tidak ingin hal-hal kecil memengaruhi saya.

Any instant cure for a bad day? Makan sih! Itu hal yang bisa membuat saya kembali bahagia, haha…


Yasmin Napper Dress, inner dress, Coach; tas, Coach Turnlock Haversack Bag.

Pada akhirnya authenticity adalah hal yang penting di industri hiburan. Bagaimana cara kamu stay true to yourself di industri yang begitu dinamis dan dengan cepat membentuk seseorang? Tentu tetap penting untuk menjadi diri sendiri di industri ini. Cara saya adalah dengan banyak menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Ketika memiliki waktu libur, saya suka pergi ke suatu tempat seorang diri. Tidak ada seorang pun yang tahu saya akan pergi ke mana, bahkan orangtua dan sahabat saya dan fans. Saya seperti “menghilang” sejenak. Bisa itu ke perpustakaan membaca buku atau sekadar go grab a coffee. Saya rasa ini sangat membantu, sebab dalam hidup ini saya merasa tidak harus semua orang harus tahu apa yang sedang kita lakukan atau kita berada di mana. Terkadang kita butuh waktu untuk diri sendiri. Ada satu pertanyaan yang secara konstan saya tanyakan ke diri sendiri untuk terus stay true to myself, yaitu ‘Apakah saya akan tetap melakukan hal tersebut, meski tidak ada penonton yang melihatnya?’.

That’s so deep! Which parts of yourself do you keep only for yourself, Yasmin? Saya rasa orang suka berpikir bahwa saya adalah orang yang emosional dan mereka pikir saya sosok yang soft dan get easily affect with things. I'm a sensitive and soft girl, actually I'm not. Deep down sebenarnya saya orang yang cuek banget, haha…Saat sesuatu yang buruk terjadi, biasanya saya tidak akan terlalu lama larut di dalam sana. I’m so chill by the way!

Penggemar kamu selalu tulus mendukung dalam setiap aksi dan postingan media sosial. Apa momen dari penggemar yang paling memorable buat Yasmin? Sebenarnya sangat banyak. Ada saat mereka begitu sweet membuat surprise birthday party untuk saya. Tapi yang paling memorable adalah tahun lalu kita menjalani charity setiap bulan, ada sekitar 5-7 orang yang selalu ada di sana. Mereka sangat involved. Ada beberapa yang dari era debut. Itu sangat memorable, karena kita melakukan aktivitas ini bersama-sama saya tidak menganggap mereka sebagai penggemar saja tetapi juga sebagai orang yang berempati dan teman yang rela meluangkan waktunya untuk membantu orang lain. Saya merasa hubungan kami sudah seperti teman dibanding hubungan antara artis dan penggemar. Aktivitas ini mendekatkan kami dari hati ke hati.

Mari kita selebrasi segala pencapaian dalam hidup. Apa satu pencapaian terbaik dalam hidup Yasmin yang sejauh ini paling membuat diri kamu bangga? Bisa membawa keluarga saya trip ke Turki tahun lalu. Di sana kami mencoba berbagai hal di sana termasuk naik hot air balloon di Cappadocia. Itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan menjadi waktu terbaik bagi saya dan orangtua. We eat the best food there!

Tahun ini kamu akan memasuki usia 23 tahun. Apa hal yang ingin Yasmin lakukan dalam hidup yang belum pernah dilakukan sebelumnya? Banyak sekali! Karena saya memulai karier dari usia 14 tahun, ini menjadi tahun ke delapan saya berkarier. Selama ini saya merasa selalu disibukkan dengan kerja, kerja dan bekerja. Satu hal yang ingin saya lakukan? Mungkin setelah syuting sinetron ini selesai, saya ingin memberikan lebih banyak waktu untuk diri saya sendiri. Entah itu pergi berlibur, lebih chill dalam mengambil pekerjaan yang saya sukai atau menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan sahabat saya. Selama ini saya selalu memprioritaskan pekerjaan, jadi saya rasa ini saatnya take a rest sejenak.


Yasmin Napper

Selain seperti bio Instagram kamu, more amor por favor apa lagi harapan yang ingin kamu wujudkan di tahun 2026 ini? I want more love! More care and kindness from the people around me. And I want to share with them too. Saya harap orang-orang juga tidak khawatir untuk menunjukkan hal yang memang mereka sukai. Serta bisa lebih yakin dan percaya pada diri mereka. Dan jujur pada apa yang mereka rasakan dan tidak perlu merasa malu pada apa yang mereka sukai. Setiap orang punya hak untuk merasakan dan melakukan apa yang mereka cintai.

Dari sekian banyak looks photoshoot bersama Cosmo dan Coach hari ini, mana yang menjadi looks favorit Yasmin? I love the star sweaters, yang di-pairing dengan jeans, belt dan keyrings-nya. It was so cute! Looks tersebut terlihat comfortable, simple but so fun!

Kamu termasuk yang kerap mengeksplorasi berbagai style. Tapi seperti apa Yasmin mendefinisikan personal style-nya? Kalau harus mendefinisikan style saya dalam kata mungkin soft colors, structured, comfort. Tidak hanya pada permainan warna tapi saya juga memerhatikan siluet. Saya juga suka aksesori, terutama untuk menambah statement saat penampilan lebih simple. Lalu suka dengan cardigan, sweaters dan sesuatu yang comfortable. Pada dasarnya saya senang mencoba berbagai hal!

Fashion item apa yang selalu menjadi andalan seorang Yasmin Napper? Hmm, girls love their bags of course! Lalu saya juga aksesori seperti watches. Saya suka jam tangan yang cantik, earrings, necklaces..


Yasmin Napper Sweater, belt, celana jeans, Coach; tas, Coach Chelsea Shoulder Bag; bag charm, Coach.

Photoshoot hari ini terbilang unik karena kita dikelilingi banyak buku. Jika kamu berkesempatan menulis sebuah buku. Kira-kira buku tentang apa yang kamu tulis? I feel like I'm a little bit hopeless romantic, haha.. But poetic books sound interesting!

Kamu juga seorang penggemar buku. Darimana awal kecintaan Yasmin dengan buku? Apa buku favorit kamu sejauh ini? Ada banyak buku sebenarnya, tapi saya baru saja menyelesaikan buku The Let Them Theory dari Mel Robbins. It’s such an easy read! Yang saya suka penulisnya menyematkan contoh teori nyata yang bisa related dengan kehidupan sehari-hari kita. Sungguh buku yang bagus. Tapi sebenarnya, saya dulu bukan seseorang yang suka membaca lho! Terutama membaca buku yang dominan berwarna hitam putih. Saya lebih suka hal-hal yang berwarna. Tapi saat 7th grade guru bahasa Inggris menyuruh kami membaca Pride and Prejudice lalu membicarakan hal tersebut, itu membuat saya jadi suka dengan buku. Rasanya menyenangkan melihat semua orang mempunyai pikiran dan imajinasinya mereka terhadap buku tersebut. Saat ini saya sedang suka self-growth book dibanding fantasi. Good hack dari saya buat kamu suka dengan membaca buku adalah dengan mencari genre yang memang kalian sukai. Cara ini membantu kamu untuk mendapat flow dari membaca buku. Lalu setelahnya kamu bisa masuk pada buku yang lebih intens lagi.

Jika kamu bisa membuat satu book club / book discussion, kira-kira tema atau vibes seperti apa yang akan dihadirkan? Self growth! I love everything about growth. Saya suka saat orang bangkit dan bertumbuh dari rasa sakit dan kesedihan yang mereka rasakan. It was a tough journey and when they bloom… BOOM! I love to see people grow, happy and accept the past. Saya juga suka mendengar orang curhat, sebab saya suka belajar memahami perspektif orang lain, apa saja hal yang membuat mereka bertumbuh, dan berubah.

Lalu jika bisa menulis sebuah buku biografi, siapa sosok ternama yang ingin kamu tulis biografinya? Kalau bisa menulis buku biografi, ketimbang menulis sosok yang ternama di mana mereka punya platform dan informasi lebih banyak. Hmmm… sepertinya saya akan menulis buku dari seseorang yang tidak terkenal dan mungkin belum dikenal tapi sebenarnya mereka memiliki hidup dan kisah yang menarik. Saya rasa itu akan lebih menyenangkan dan menantang.

Terakhir, apakah Yasmin punya Coach’s dream bag? Dan mengapa memilih itu sebagai dream bag-nya? Dream bag saya adalah Coach Rouge Bag. Karena kita bisa memasukkan banyak hal di dalamnya mulai dari kamera, pouch makeup, buku dll. Tas tersebut juga memiliki banyak compartment di dalamnya sehingga membuat barang-barang kita tetap clean dan ter-organize I’m a team big bag girlie! Prinsip tas harian saya adalah the more bigger, the better, haha..




CREDITS


© 2025 Cosmopolitan Indonesia