5 Bahaya Skip Sarapan Bagi Tubuh

Redaksi 17 Jan 2026

Cosmo sangat mengerti bahwa beberapa orang mungkin melewatkan waktu sarapan karena tidak memiliki cukup waktu di pagi hari, atau ingin mengurangi porsi makan lantaran bertujuan untuk menurunkan berat badan.

Namun, melewatkan sarapan terus-menerus ternyata bisa berbahaya bagi tubuh dan kesehatan, Babes. Terlebih jika kamu melewatkan sarapan dan tidak memiliki meal plan yang tepat untuk seharian penuh. 

Ini 5 Bahaya Skip Sarapan Bagi Tubuh

Bahaya skip sarapan bagi tubuh

Berikut ini Cosmo telah merangkum bahaya skip sarapan bagi tubuh yang perlu kamu ketahui. Check this out, Cosmo Babes!

1. Metabolisme Tubuh yang Lambat

Sebagian orang mungkin memilih menghindari sarapan dengan harapan bisa menurunkan berat badan. Namun, hal tersebut justru bisa menghambat penurunan berat badan dengan memengaruhi metabolisme, Babes.

Melansir dari Eating Well, tanpa sarapan tubuh akan mencari energi di tempat lain, mengambil cadangan dari jaringan lemak dan otot yang juga membutuhkan energi. Akibatnya, proses lain melambat untuk menghemat energi dan memungkinkannya untuk digunakan demi kelangsungan hidup. 

Ini juga membuat metabolisme melambat untuk memungkinkan penghematan energi ini terjadi, menurunkan kadar energi dan menyimpan cadangan apa pun di jaringan lemak untuk kebutuhan di kemudian hari.

2. Mengganggu Keseimbangan Nutrisi Bagi Tubuh

Melewatkan sarapan berarti kamu kehilangan setengah hari tanpa mendapatkan energi, Babes. Sarapan berperan dalam memberikan energi yang tahan lama untuk aktivitas setengah hari, jika tidak diberikan, akan membuat tubuh kelelahan.

Dalam jangka panjang, jika tubuh tidak mendapatkan sarapan, sistem kekebalan tubuh akan melemah. Sistem kekebalan tubuh dianggap sebagai perisai yang membantu tubuh melawan semua efek berbahaya dari lingkungan. 

3. Risiko Gangguan Pencernaan

Kelaparan saat bekerja atau belajar akan menyebabkan rasa sakit yang menggerogoti perut. Ketika tidak ada makanan untuk dicerna, lambung tetap bekerja sesuai siklus hariannya.

Jumlah asam yang dikeluarkan untuk mencerna makanan pada saat ini akan bereaksi pada dinding lambung dan usus. Oleh karena itu, orang yang melewatkan sarapan memiliki risiko lebih tinggi terkena tukak lambung.

Selain itu, ketika tidak sarapan, mual dan diare abnormal dapat terjadi, Babes. Fenomena ini dijelaskan oleh tubuh yang mengalami stres ketika terlalu lapar, menyebabkan organ menerima sinyal yang salah. Dalam jangka panjang, organ pencernaan akan kehilangan kendali dan membuat kamu sulit mentolerir makanan sarapan.

4. Mengganggu Keseimbangan Hormon

Tidak makan terlalu lama dapat menurunkan kadar gula darah dan juga dapat mengubah kadar kortisol atau hormon stres.

FYI, kortisol sangat memengaruhi suasana hati, respons stres, dan bagaimana seseorang menanggapi tugas dan situasi sehari-hari.

Umumnya, kadar kortisol lebih tinggi saat seseorang bangun tidur dan menurun seiring berjalannya hari. Sarapan pagi dapat membantu mengelola kadar kortisol dan stres, memberi dorongan mental untuk menjalani hari.

Seiring waktu, gangguan keseimbangan hormon juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan menstruasi. Untuk mendukung dan menstabilkan kadar hormon ini, kamu perlu sarapan pagi yang teratur dan bergizi, Dear

5. Tubuh Lesu & Kekurangan Energi

Melansir dari Vinmec, anak-anak dan remaja yang tidak sarapan akan mengganggu perkembangan fisik. Pada tahap ini, tubuh sangat membutuhkan nutrisi. Jika tidak segera dipenuhi, akan menyebabkan asthenia dan malnutrisi. 

Semua masalah nutrisi pada anak-anak menyebabkan kehilangan ingatan dan penurunan kognisi jangka pendek atau jangka panjang. Akibatnya, orang yang melewatkan sarapan akan menderita iskemia serebral, menyebabkan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan kelelahan, sehingga sulit untuk mengingat.