Suka Buku Keigo Higashino? Ini Dia Penulis Buku Misteri Lain yang Harus Kamu Baca…

Redaksi 2 23 Jan 2026

Cosmo babes, bagi pencinta novel misteri, nama Keigo Higashino sering kali berada di posisi istimewa.

Bukan hanya karena plotnya yang cerdas, tetapi juga karena cara Higashino menempatkan sisi kemanusiaan di pusat cerita, yang membuat kita sebagai pembaca jadi relate.

Dalam novel-novelnya, misteri bukan sekadar soal siapa pelakunya, melainkan mengapa sebuah kejahatan bisa terjadi, apa yang mendorong seseorang mengambil keputusan ekstrem, dan bagaimana emosi manusia berkelindan dengan logika.

Kabar baiknya, Higashino bukan satu-satunya penulis yang mengusung pendekatan seperti ini. Ada beberapa penulis lain yang juga menulis misteri dengan fokus pada psikologi, konflik batin, serta realitas sosial yang terasa dekat dan menyentuh…

So, kalau kamu menyukai misteri yang tenang namun terasa ‘menghantui’, inilah deretan buku dan penulisnya yang wajib masuk daftar bacaanmu!


Suka Buku Keigo Higashino? Ini Dia Penulis Buku Misteri Lain yang Harus Kamu Baca…

1. Six Four oleh Hideo Yokoyama


Six Four bukan novel misteri yang serba cepat atau penuh adegan kejar-kejaran. 

Sebaliknya, Hideo Yokoyama menyuguhkan cerita dengan tempo lambat, penuh tekanan psikologis, dan sangat detail.

Novel ini berpusat pada sebuah kasus penculikan lama yang tak pernah terpecahkan, sekaligus konflik internal di tubuh kepolisian Jepang.

Nah, yang membuat Six Four terasa dekat dengan gaya Keigo Higashino adalah fokusnya pada manusia di balik sistem.

Yokoyama tidak hanya membahas kejahatan, tetapi juga rasa bersalah, ambisi, dan beban emosional yang harus dipikul oleh para penyelidik.

Misterinya perlahan terbuka, namun yang tertinggal justru rasa getir tentang kekuasaan, keluarga, dan harga yang harus dibayar untuk kebenaran.

Definitely a must read!

Baca juga: Suka ‘Atomic Habits’? Ini 7 Rekomendasi Buku Self Development yang Serupa!


2. Confessions oleh Kanae Minato


Kanae Minato dikenal sebagai ratu iyamisu, subgenre misteri Jepang yang meninggalkan rasa tidak nyaman setelah dibaca.

Confessions adalah contoh paling kuat dari gaya tersebut. Cerita dimulai dari pengakuan seorang guru tentang kematian anaknya, lalu berkembang menjadi rangkaian perspektif yang saling bertabrakan.

Alih-alih menyajikan teka-teki klasik, Minato mengajak pembaca menyelami sisi gelap manusia, yakni dendam, rasa bersalah, dan konsekuensi dari pilihan yang tampak sepele.

Seperti karya Higashino, Confessions membuat pembaca mempertanyakan batas antara benar dan salah, serta menyadari bahwa kejahatan sering lahir dari sesuatu yang… manusiawi…?


3. The Girl with a Clock for a Heart oleh Peter Swanson


Meski berasal dari Amerika, Peter Swanson memiliki pendekatan yang surprisingly sejalan dengan Higashino.

The Girl with a Clock for a Heart menggabungkan misteri dengan psikologi karakter yang kuat.

Ceritanya berpusat pada pertemuan kembali dua mantan kekasih, yang perlahan berubah menjadi permainan identitas dan bahaya.

Swanson tidak mengandalkan kejutan murahan. Ia membangun ketegangan melalui masa lalu, kenangan, dan ketidakpastian tentang siapa yang bisa dipercaya.

Nah, kalau kamu menyukai misteri yang tenang, penuh lapisan emosional, dan membuat kamu terus bertanya-tanya “Sebenarnya siapa orang ini?”, buku ini layak kamu baca, girls!

Baca juga: 7 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca di Musim Hujan 


4. Strange Houses oleh Uketsu


Strange Houses menawarkan pendekatan misteri yang unik dan tidak biasa.

Uketsu memulai cerita dari denah rumah dan kejanggalan arsitektur yang tampak sepele, namun perlahan berubah menjadi petunjuk mengerikan tentang kejahatan yang tersembunyi.

Yang membuat novel ini cocok bagi penggemar Higashino adalah cara logika digunakan untuk membongkar sisi gelap manusia.

Misterinya terasa dingin, sistematis, dan sangat observasional. Uketsu menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak normal, bahkan domestik seperti rumah, bisa menyimpan rahasia yang mengganggu.

Ceritanya singkat, padat, dan meninggalkan rasa tidak nyaman yang bertahan lama…


5. Detektif Imai dan Kasus Ruangan Separuh Retak oleh Dyah Rinni


Dari penulis Indonesia, Dyah Rinni menghadirkan misteri yang cerdas dan penuh atmosfer melalui tokoh Detektif Imai.

Novel ini mengusung kasus yang tampak sederhana dengan karakter anak SMP, namun perlahan membuka lapisan teka-teki yang lebih dalam, terutama dari sisi psikologis para karakternya.

Pendekatan Dyah Rinni terasa dekat dengan Higashino dalam hal observasi dan empati. Misterinya tidak tergesa-gesa, memberi ruang bagi pembaca untuk ikut berpikir dan merasakan keganjilan yang muncul sedikit demi sedikit.

Buku ini membuktikan bahwa misteri dengan pendekatan reflektif dan tenang juga bisa hadir dari penulis lokal, dengan kualitas yang tidak kalah kuat!

Pssst, buku ini terdiri dari 4 seri, loh!

Baca juga: 8 Rekomendasi Novel tentang Musim Panas yang Wajib Kamu Baca! 


So, girls, Keigo Higashino mungkin menjadi pintu masuk bagi banyak pembaca ke dunia misteri yang menegangkan dan membuat kamu penasaran.

Namun, setelah pintu itu terbuka, ada banyak penulis lain yang siap mengajak kita menyelami sisi gelap manusia dengan cara yang sama cerdas dan menggugah.

Jika kamu mencari misteri yang bukan hanya memecahkan kejahatan, tetapi juga memahami emosi manusia, daftar buku dari Cosmo di atas adalah tempat yang tepat untuk memulai.

Happy reading, Cosmo babes!


(Fishya Elvin/Images: cottonbro studio from Pexels and Goodreads)