Ini Alternatif Pengganti Gula yang Bisa Kamu Coba

Redaksi ● 31 Oct 2026

Gula merupakan salah satu bahan baku yang hampir setiap hari digunakan, baik dalam olahan minuman atau makanan. Meskipun keberadaannya dibutuhkan, bagi orang-orang yang ingin mengurangi konsumsi gula atau menurunkan kadar gula darah, ada beberapa alternatif pengganti gula yang bisa dicoba, Babes.

Selain itu, keep in mind bahwa pilihan alternatif pengganti gula bergantung pada kesehatan dan kebutuhan tubuhmu. Jadi, sebaiknya kamu tetap berhati-hati dan berkonsultasi terlebih dulu sebelum memutuskan untuk mengganti gula dengan alternatif lainnya, ya~

Simak Alternatif Pengganti Gula yang Bisa Kamu Coba

Alternatif pengganti gula yang bisa kamu coba

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa alternatif pengganti gula yang bisa kamu coba. Make sure to check this out, Babes!

Madu

First thing first, alternatif pengganti gula yang sangat populer adalah madu. Dihasilkan oleh lebah madu, alternatif ini mengandung sejumlah kecil vitamin dan mineral, serta banyak senyawa tumbuhan yang memberikan manfaat anti-inflamasi dan antioksidan.

Namun, jenis senyawa tumbuhan dalam madu bergantung pada banyak faktor, termasuk jenis lebah yang menghasilkan madu dan jenis bunga yang dihisap lebah tersebut. Senyawa madu, seperti polifenol madu, dapat membantu mengatur peradangan dalam tubuh.

Madu juga memiliki indeks glikemik (GI) yang sedikit lebih rendah daripada gula pasir. Kualitas ini dapat membuatnya lebih sehat daripada gula rafinasi. Jika kamu memilih untuk mengonsumsi madu, konsumsi hanya dalam jumlah sedang, karena madu masih tinggi gula dan kalori.

Stevia

FYI, stevia adalah pemanis alami yang berasal dari daun semak Amerika Selatan, Stevia rebaudiana. Pemanis nabati ini dapat diekstrak dari salah satu dari dua senyawa yang disebut glikosida, steviosida dan rebaudiosida A.

Senyawa ini tidak mengandung kalori, hingga 450 kali lebih manis daripada gula, dan mungkin memiliki rasa yang sedikit berbeda dari gula. Meskipun stevia umumnya dianggap aman, beberapa penelitian menunjukkan bahwa stevia dapat berpengaruh pada mikrobioma usus. Secara keseluruhan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Allulose

Allulose atau juga dikenal sebagai D-allulose, adalah monosakarida (atau gula) yang secara alami terdapat dalam buah-buahan tertentu. Ia memiliki 70% kemanisan gula pasir dan hanya menyediakan 0,2 kalori per gram. Tidak seperti banyak pemanis tanpa kalori dan rendah kalori lainnya, allulose sangat mirip dengan rasa gula biasa.

Selain itu (meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan) studi pada manusia menunjukkan bahwa allulose dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan insulin pada orang dengan dan tanpa diabetes.

Perlu diingat bahwa dosis besar dapat menyebabkan gejala seperti kembung, diare, dan sakit perut, jadi kamu harus membatasi dosis tunggal maksimum 0,19 gram per pon (0,4 gram per kg) berat badan dan dosis harian maksimum 0,4 gram per pon (0,9 gram per kg), seperti melansir dari Healthline.

Kurma

Kurma adalah buah kering dari pohon kurma. Buah yang manis dan kenyal ini merupakan alternatif yang sangat baik untuk gula rafinasi dan menawarkan beberapa manfaat kesehatan, Dear.

Tidak seperti gula rafinasi dan banyak pemanis lainnya, kurma merupakan sumber nutrisi yang baik, termasuk serat, kalium, magnesium, mangan, vitamin B6, dan antioksidan karotenoid dan polifenol.

Karena rasanya yang manis, kamu bisa menggunakan kurma sebagai pengganti gula dalam resep untuk energy bar, kue, dan biskuit. Selain itu, kamu dapat mencampurnya untuk menambah rasa pada susu kacang dan smoothie buatan sendiri.

Beberapa orang membuat kurma menjadi pasta kental yang dapat digunakan sebagai pengganti gula rafinasi dengan perbandingan 1 banding 1. Kurma tinggi kalori dan gula alami, tetapi penelitian mencatat bahwa kurma tidak secara signifikan memengaruhi kadar gula darah seperti gula pasir, bahkan pada penderita diabetes.

Sirup yacon

Sirup yacon diekstrak dari tanaman yacon (Smallanthus sonchifolius) yang berasal dari Amerika Selatan. Rasanya yang manis, warnanya yang gelap, dan konsistensinya yang kental membuatnya agak mirip dengan molase.

Produk ini kaya akan fruktooligosakarida, sejenis molekul gula yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Karena molekul gula ini tidak dicerna, sirup yacon mengandung sepertiga kalori dari gula biasa, atau sekitar 1,3 kalori per gram.

Namun, sirup yacon kurang manis daripada gula pasir, jadi kamu mungkin membutuhkan lebih banyak untuk menyamai rasa manis gula rafinasi.

Fruktooligosakarida dalam sirup yacon mungkin menawarkan manfaat kesehatan. Misalnya, senyawa ini bertindak sebagai prebiotik, yang membantu memberi makan bakteri baik di usus. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sirup yacon dapat meningkatkan rasa kenyang.