Rekomendasi Buku untuk Para ‘It Girl’
Cosmo babes, menjadi ‘it girl’ bukan cuma soal outfit yang selalu pas atau feed yang rapi.
Perempuan yang benar-benar bersinar biasanya punya satu hal yang sama… yaitu isi kepala yang menarik. Ia tahu apa yang ia suka, berani berpendapat, dan tidak takut menjadi dirinya sendiri.
Dan semua itu sering dimulai dari satu hal sederhana, yaitu membaca.
Ini 10 buku yang cocok masuk tote bag-mu, dari yang bikin tertawa, menangis, sampai berpikir keras.
Rekomendasi Buku untuk Para ‘It Girl’
1. Loved One oleh Aisha Muharrar

Julia kehilangan sahabat sekaligus cinta pertamanya, Gabe, yang meninggal mendadak di usia 29.
Dari Los Angeles sampai Barcelona, ia mencari jawaban atas pertanyaan yang ditinggalkan Gabe, dan harus berhadapan dengan Elizabeth, perempuan keren yang menyimpan gitar kesayangan Gabe.
Novel debut dari penulis serial ‘Hacks’ ini lucu, hangat, dan menyesakkan sekaligus.
2. The Bell Jar oleh Sylvia Plath

Esther Greenwood magang di majalah mode New York dan tampak punya hidup sempurna, padahal diam-diam ia kehilangan pijakan.
Novel ini merupakan novel klasik yang jujur dan sedikit ‘gelap’. Namun, Plath berhasil membuat banyak perempuan merasa dimengerti karena ini.
Terbit pada 1963, tapi pressure akan ekspektasi dunia di dalamnya masih terasa sangat relate sampai sekarang.
Pssst, baca novel ini saat suasana hatimu sedang cukup kuat ya, girls.
Baca juga: Sedang dalam Fase ‘Coming of Age’? Ini Rekomendasi Buku yang Super Relatable!
3. Yellowface oleh R.F. Kuang

June Hayward, penulis yang merasa kariernya buntu, mengambil naskah milik rekannya yang baru meninggal, lalu menerbitkannya dengan nama pena yang membuatnya tampak berdarah Asia.
Novel ini merupakan satir tajam tentang dunia penerbitan, ambisi, dan media sosial yang sulit untuk berhenti dibaca.
Di akhir, pasti kamu akan bertanya… seberapa jauh kamu rela melangkah demi menjadi orang yang dikenal?
4. Breasts and Eggs oleh Mieko Kawakami

Natsuko, penulis di Tokyo, kedatangan kakaknya yang terobsesi memperbesar payudara.
Dari situ, novel ini berkembang menjadi renungan tentang tubuh perempuan dan ekspektasi, sampai Natsuko sendiri bergulat dengan keinginannya punya anak.
Gayanya lugas dan berani, cocok untuk kamu yang suka cerita perempuan apa adanya.
5. Rapijali oleh Dee Lestari

Trilogi ‘Mencari’, ‘Menjadi’, dan ‘Kembali’ ini mengikuti Ping, remaja 17 tahun dari Batu Karas dengan bakat musik turunan kakeknya.
Hidupnya jungkir balik ketika ia pindah ke Jakarta, lalu menemukan tempatnya lewat band Rapijali.
Ringan dibaca, tapi penuh soal jati diri, keluarga, dan keberanian mengejar mimpi.
6. Pachinko oleh Min Jin Lee

Novel ini merupakan saga empat generasi keluarga Korea di Jepang. Kisahnya berawal dari Sunja, gadis muda di desa nelayan yang harus mengambil keputusan besar tentang hidupnya.
Epik, mengharukan, dan penuh perjuangan akan perempuan tangguh yang menghadapi diskriminasi dan pengorbanan.
Kisahnya juga sudah diadaptasi menjadi serial, jadi kamu bisa menontonnya setelah selesai membaca, girls.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Minji NewJeans!
7. The Let Them Theory oleh Mel Robbins

Ini merupakan buku pengembangan diri dengan ide yang sederhana, yaitu biarkan orang lain bersikap sesukanya, lalu fokus pada responmu sendiri.
Menurut Mel Robbins, kita sering membuang banyak energi untuk mengatur pendapat dan sikap orang lain. Dengan melepaskannya, kamu punya ruang lebih besar untuk hal yang benar-benar penting.
Cocok kalau kamu sering lelah memikirkan hal-hal di luar kendalimu~
8. A Little Life oleh Hanya Yanagihara

Empat sahabat merantau ke New York, dan kisahnya perlahan berpusat pada Jude, dengan masa lalu yang menyakitkan.
Novel tentang persahabatan dan trauma ini ditulis dengan kedalaman yang jarang ditemui, tapi isinya sangat berat dan menyentuh tema kekerasan serta menyakiti diri.
Bacalah hanya saat kamu siap ya, Cosmo babes.
9. Conversations on Love oleh Natasha Lunn

Natasha Lunn berbincang dengan para penulis dan terapis tentang mencari, menjaga, dan kehilangan cinta, sambil membagikan kisahnya sendiri. Format percakapannya membuat buku ini enak dibaca sedikit demi sedikit.
Hangat dan menenangkan, cocok untuk kamu yang sedang bertanya-tanya soal cinta dalam bentuk apa pun!
10. Malam Terakhir oleh Leila S. Chudori

Kumpulan cerita pendek yang terbit pada 2009 ini berisi kisah perempuan yang berhadapan dengan cinta, kehilangan, dan pilihan hidup.
Pendek-pendek, tapi bekasnya tinggal lama, loh.
Pilihan pas untuk kamu yang ingin mulai membaca karya Leila S. Chudori, penulis yang juga menulis ‘Laut Bercerita’ dan ‘Pulang’.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Gaeul IVE!
So, girls, dari novel lucu, klasik yang gelap, sampai buku tentang cinta dan hidup, kesepuluh buku ini membuktikan bahwa it girl sejati adalah perempuan yang tidak berhenti belajar.
Jadi, mau mulai dari yang mana dulu? Happy reading, Cosmo babes!
(Fishya Elvin/Images: cottonbro studio on Pexels and Goodreads)