Cara Berdamai dengan Hubungan yang Tidak Bisa Kembali
Cosmo babes, tidak semua hubungan berakhir dengan kata “Kita balikan ya”.
Ada hubungan yang selesai begitu saja, meski masih ada perasaan. Ada cerita yang harus ditutup, walaupun kamu belum sepenuhnya siap. And it’s okay!
Berdamai dengan hubungan yang tidak bisa kembali memang bukan hal mudah. Rasanya seperti harus melepaskan harapan sekaligus menerima kenyataan.
Tapi, justru di sanalah proses penyembuhan dimulai. Artikel Cosmo yang satu ini cocok untuk kamu yang sedang belajar mengikhlaskan, pelan-pelan menerima, dan perlahan mencintai diri sendiri lagi.
Yuk, simak…
Cara Berdamai dengan Hubungan yang Tidak Bisa Kembali

1. Terima bahwa tidak semua cerita harus berakhir bersama
Kadang kita terlalu percaya bahwa rasa cinta dan sayang selalu cukup untuk mempertahankan hubungan.
Padahal kenyataannya, perasaan saja tidak selalu bisa menyatukan dua orang. Ada perbedaan nilai, waktu yang tidak tepat, atau luka yang terlalu dalam untuk diperbaiki.
Menerima bahwa hubungan itu memang sudah selesai bukan berarti kamu gagal. Itu hanya berarti ceritanya memang sudah sampai di bab terakhir!
2. Berhenti mencari jawaban yang tidak akan pernah lengkap
Setelah putus, kita sering terjebak memikirkan “kenapa”.
Contohnya, kenapa dia berubah, kenapa tidak berjuang, kenapa semuanya harus berakhir seperti ini.
Padahal tidak semua perpisahan punya jawaban yang memuaskan. Kadang, menerima bahwa hubungan itu tidak berjalan lagi sudah cukup tanpa harus mengetahui setiap detail alasannya.
Baca juga: Lagi Galau? Ini 7 Alasan Kenapa Balikan Tidak Selalu Jadi Solusi
3. Izinkan diri untuk sedih dan merasa kehilangan
Banyak orang merasa harus cepat kuat setelah putus. Padahal, healing bukan soal terlihat baik-baik saja, tapi tentang memberi ruang pada perasaan.
Menangis bukan tanda lemah. Merindukan bukan tanda gagal move on. Semua emosi itu wajar dan bagian dari proses berdamai.
And most importantly, you are not alone, Cosmo babes…
4. Beri jarak dari hal yang membuatmu terjebak di masa lalu
Melihat chat lama, foto bersama, atau stalking media sosial mantan hanya membuat luka terbuka kembali.
Memberi jarak bukan berarti kamu membenci, tapi karena kamu sedang melindungi hati sendiri.
Pelan-pelan lepaskan kebiasaan yang membuatmu terus berharap.
Ingat saja kembali alasan hubungan itu berakhir. Saat rindu datang, otak kita cenderung hanya mengingat momen manis. Padahal ada alasan kenapa hubungan itu tidak bertahan.
Mengingat luka bukan untuk menyakitimu lagi, tapi untuk membantumu tetap berpijak pada kenyataan.
Baca juga: 4 Tipe Putus yang Jarang Balikan Lagi, Apakah Kamu Salah Satunya?
5. Fokus pada pertumbuhan diri setelah perpisahan
Sering kali setelah hubungan berakhir, kita menjadi versi diri yang lebih kuat dan lebih sadar.
Kamu mungkin jadi lebih tahu batasan, lebih menghargai diri sendiri, dan lebih paham apa yang kamu butuhkan dalam hubungan.
Gunakan masa ini untuk berkembang, bukan menyalahkan diri. Hubungan jarang rusak hanya karena satu orang. Lepaskan beban menyalahkan diri sendiri atas segalanya.
Kamu sudah melakukan yang terbaik dengan versi dirimu saat itu loh, girls.
Mulailah untuk mengisi hidup dengan hal baru yang membuatmu bahagia.
Cobalah hal-hal baru yang selama ini tertunda. Belajar skill baru, traveling kecil, olahraga, atau mengembangkan hobi lama.
Kesibukan yang sehat membantu hati perlahan pulih.
6. Berbagi cerita dengan orang terpercaya
Memendam emosi terlalu lama bisa melelahkan. Cerita ke teman dekat, keluarga, atau bahkan lewat tulisan bisa membantu melepaskan beban di hati.
Kadang, hanya didengarkan saja sudah cukup menyembuhkan.
Baca juga: Tidak Perlu Terlalu Serius, Ini 7 Pertanyaan Lucu untuk Deep Talk dengan Pasangan!
7. Percaya bahwa kehilangan membuka jalan untuk yang lebih baik
Meski sekarang terasa berat, banyak orang baru menyadari kemudian bahwa perpisahan itu justru menyelamatkan mereka dari hubungan yang tidak sehat.
Kehilangan bukan akhir segalanya. Itu sering kali awal dari kehidupan yang lebih damai.
Kamu mungkin lelah mendengar kalimat tersebut, tapi percaya deh, itu benar adanya!

So, girls, berdamai dengan hubungan yang tidak bisa kembali memang butuh waktu. Tidak ada batasan kapan harus sembuh, kapan harus ikhlas.
Semua orang punya prosesnya sendiri, kan?
Jadi, suatu hari nanti, kamu akan melihat perpisahan ini bukan sebagai kegagalan, tapi sebagai langkah menuju kebahagiaan yang lebih sehat.
You can go through this, Cosmo babes!
(Fishya Elvin/Images: Hanna Pad, Sam Lion, and RDNE Stock project on Pexels)